This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

Jumat, 28 November 2008

Cuaca Kota Medan demam!

MHD DARWINSYAH PURBA
WASPADA ONLINE

Hari ini mulai pagi hari Kota Medan diguyur hujan, namun ketika menjelang siang hari cuaca berubah menjadi panas dan sore hari diguyur hujan lagi.

Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) memperkirakan Kota Medan hari ini akan diguyur hujan. BMG menyebutkan suhu di Medan akan berada sekitar 24 derajat celcius hingga 32 derajat celcius. Sementara itu kelembaban diperkirakan 65 hingga 94 persen.

Dia memperkirakan hujan sedang di Medan akan masih terjadi hingga Sabtu besok.

Sementara itu BMG juga mencatat gempa berkekuatan 5 skala richter sekitar pukul 03:43:46 WIB di 200 kilometer Timur Laut Dili, Timor Leste. Namun gempa yang terjadi di kedalaman 460 kiometer itu diyakini tidak akan mengakibatkan Tsunami.

BMG ingatkan bahaya banjir dan gelombang tinggi

*Cuaca di Medan berubah-ubah

MHD DARWINSYAH PURBA
WASPADA ONLINE

MEDAN - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) meminta kepada masyarakat khususnya nelayan dan yang bermukim di daerah rawan agar meningkatkan kewaspadaannya akan bahaya banjir dan gelombang tinggi karena beberapa hari mendatang curah hujan masih cukup tinggi.

Berdasarkan data yang dikutip dari Website BMG, perkiraan gelombang tinggi itu akan terjadi di perairan utara dan timur Aceh, perairan barat Sumatera Utara hingga Sumatera Barat, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten, perairan Sangihe Talaud, dengan ketinggian berkisar 2 hingga 3 meter yang berbahaya bagi perahu nelayan dan tongkang.

Cuaca yang kurang bersahabat itu sehubungan masih aktifnya tekanan udara rendah di lautan Hindia sehingga angin timur dari laut China selatan masih membawa uap air sehingga hujan lama berpotensi terjadi.

Hujan dengan intensitas sedang dan lebat terjadi merata tidak hanya di ujung pulau Sumatera sehingga warga yang bermukim di daerah rawan diminta harus meningkatkan kewaspadaannya karena berpotensi terjadi banjir dan tanah longsor.

Sementara di Medan, keadaan cuaca berubah-ubah. Berdasarkan perkiraan BMG, 28 November 2008 suhu di Medan berada di kisaran 24ºC hingga 31ºC dengan kelembaban berkisar 69 hingga 95 persen. Sehingga Medan berpotensi hujan dan diperkirakan masih berlangsung hingga besok Sabtu (29/11).

Dari pantauan Waspada Online, turunnya hujan terjadi pada pagi dan sore hari. Namun pada siang harinya, cuaca kembali berubah panas. Hingga malam suhu di kota Medan 23°C.

Kamis, 27 November 2008

Kebakaran Mangkubumi: Pemulung dan Tk.butut Ramai

WASPADA ONLINE

MEDAN - Seminggu pasca kebakaran, Jln Mangkubumi di pinggiran Sungai Deli Lingk. IX Kel. Aur Kec. Medan Maimoon. Kini, diramaikan oleh tukang butut dan pemulung.

Pemulung dan tukang butut tersebut berasal dari berbagai penjuru kota medan, mereka mencoba mencari nafkah dari sisa-sisa korban pembakaran yang terjadi Kamis, (20/11). Sore lalu. Seperti seng, paku dan sisi dari puing-puing kebakaran.

Anto,29, seorang tukang butut yang berasal dari Perumnas Mandala, mengaku memborong seng dari salah satu rumah korban kebakaran dengan harga Rp100 ribu. Selanjutnya seng-seng itu akan dijualnya ke agen atau penampungan barang bekas dengan harga Rp400 per kg.

Pantuan Waspada Online di lokasi penampungan, lalu lalang tukang butut dan pemulung sudah ada sejak tiga hari yang lalu sudah terlihat aktifitasnya mereka.

Menurut pengakuan Rudolf,51, korban kebakaran, tadi siang, mengatakan “Dengan adanya tukang butut sedikitnya membantu kami, daripada barang-barang dari sisa-sisa kebakaran terbuang dan menumpuk begitu saja, lebih baik dijual kepada Tukang butut,” katanya.

”Tukang butut menghargai seng-seng rumahnya Rp200/kg. Dan memang ada imbauan juga dari pihak kelurahan, meminta mereka membersihkan seng-seng tersebut.’’ jelasnya.

“Kami sangat mengharapkan bantuan dari tangan-tangan dermawan dan Pemko Medan secepatnya memberi berupa bahan bangunan apalagi saat ini musim hujan,” Tambahnya.

Rabu, 26 November 2008

51 buruh PT Unibis 'nginap' di DPRD Sumut

MHD DARWINSYAH PURBA
WASPADA ONLINE

MEDAN - Sebanyak 51 buruh PT Universal Indofood Product (Unibis), sudah Memasuki hari ke sembilan menginap di halaman Kantor DPRD Sumut. hingga tuntutan mereka dipenuhi. Koordinator aksi, Sukriani,36, mengatakan sejak tanggal 14 November lalu, mereka bertahan di gedung DPRD Sumut.

Para buruh menuntut dipekerjakan kembali di PT Unibis dan jika mereka di PHK berikan hak mereka sesuai UU 21/2000. “Kami akan terus bertahan sampai tuntutan kami dipenuhi,“ ujarnya.

Sukriani mengatakan PHK yang dilakukan pihak manajemen tidak masuk akal dan semena-mena. Sebelumnya ada tujuh orang rekan kami yang di PHK sepihak, lalu sebagai solidaritas kami pun menggelar aksi mogok, nah setelah itu 44 buruh di PHK karena kami membela rekan-rekan kami yang di PHK,” tambahnya.

Mengungkapkan nasib mereka semakin memprihatinkan akibat dari sikap dan tindakan pengusaha yang sewenang-wenang, bahkan pengusaha sesuka hati melakukan tindakan skorsing, PHK sepihak, memaksa buruh perempuan bekerja diluar jam kerja tanpa menghitung uang lembur dan pelanggaran hak lainnya. sejumlah buruh yang di PHK ada yang telah bekerja selama 17 tahun. “Yang paling lama sekitar 17 tahun, sedangkan yang baru sekitar 4 tahun, saya sendiri telah bekerja selama 14 tahun,” ungkapnya.

Dia menambahkan pada tanggal 21 November lalu, komisi E DPRD Sumut sudah memanggil Direksi PT Unibis, namun belum ada hasil keputusan. Pihak direksi akan memberikan tanggapan satu minggu setelah pertemuan dengan komisi E. Selama itu juga para buruh tetap akan bertahan di gedung DPRD Sumut.

Sebelumya, Jumat (14/11) lalu, puluhan buruh PT Unibis melakukan unjukrasa ke gedung DPRD Sumut. Mereka mogok kerja dan memprotes tindakan PHK sepihak yang dilakukan manajemen terhadap 51 buruh yang memperjuangkan haknya.

Salah seorang buruh PT Unibis, Ani mengatakan kepada Waspada Online, hal tersebut dilakukan buruh untuk menunggu hasil pertemuan antara pimpinan PT Unibis dengan anggota DPRD sumut pada tanggal 21 November 2008 lalu yang akan diberitahu 10 hari kemudian.

“Kami masih menunggu hasil dari pertemuan tersebut, pengumumannya akan diberitahukan setelah 10 hari sejak tanggal 21 November 2008, kami menunggu di sini saja, lagi pula ongkos kami untuk pulang ke rumah sudah tidak ada lagi,” ujarnya.

“Saya harap kami bisa bekerja lagi di perusahaan tersebut, keputusan yang akan diumumkan nantinya dapat mengembalikan status mereka menjadi buruh di PT Unibis. Agar keluarga kami di rumah bisa makan,” ujarnya.

Sebelumnya, aksi menginap di Kantor DPRD Sumut ini berawal dari mogok kerja yang dilakukan para buruh, pada 9 April hingga 10 April 2008 lalu. Ketika itu pihak perusahaan memaksa buruh perempuan untuk bekerja di luar jam kerja tanpa perhitungan waktu lembur.

Akibatnya 51 buruh dikenakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak karena dianggap terlalu melawan keputusan perusahaan. Dan membuat persetujuan bersama dengan mencantumkan poin pihak pengusaha tidak akan melakukan tindakan semena-mena terHadap buruh. Tapi pengusaha tidak menjalankannya, bahkan sebulan setelah ditandatangani persetujuan, piHak ,manajemen mem-PHK pengurus serikat buruh yang ikut dalam aksi mogok kerja sebelumnya.

DPRD Sumut didemo DKR

MHD DARWINSYAH PURBA
WASPADA ONLINE

Sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Sumut berunjukrasa di DPRD Sumut, tadi pagi.

Mereka menilai kebijakan Departemen Kesehatan RI tentang Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) belum ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah secara serius. Sejak diberlakukannya Jamkesmas pada September 2008, banyak masyarakat miskin di luar kuota Jamkesmas yang membutuhkan penanganan kesehatan.

Pimpinan aksi, Sugianto saat berorasi menegaskan, “Sesuai dengan SK Menteri Kesehatan No. 125/Menkes/II/2008, masyarakat miskin yang membutuhkan penanganan kesehatan itu menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi/pemerintah kabupaten/pemerintah kota,” .

Mereka meminta kepada Pemerintah Sumut untuk segera menyediakan anggaran dalam RAPBD 2008 untuk jaminan kesehatan rakyat miskin di luar kuota Jamkesmas minimal sebesar lima persen. Agar jaminan kesehatan masyarakat dapat tersosalisikan dengan baik dan benar.

Ina,45, salah seorang pengunjukrasa berharap pemerintah benar-benar mengalokasikan anggaran untuk masyarakat miskin, agar kehidupan masyarakat miskin terjamin dari segi kesehatan.

Pasca kebakaran Mangkubumi: Ratusan Anak Kehilangan Peralatan Sekolah

MHD DARWINSYAH PURBA
WASPADA ONLINE

Kebakaran di Jln Mangkubumi di pinggiran Sungai Deli Lingkungan IX Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimoon yang 300 rumah yang didiami 800 jiwa musnah terbakar. Melukai 50 jiwa dengan kerugian mencapai Rp1,5 miliar. Sekitar 600 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal sehingga harus ditampung di tenda penampungan.

Evakuasi dan rehabilitasi di lokasi kebakaran Jln Mangkubumi Medan masih terus berlangsung. Namun kisah sedih masih terus mewarnai para korban kebakaran. Tidak terkecuali bagi anak-anak.

Dari data yang dihimpun Waspada Online dari posko layanan anak tadi pagi. Madya Insani di lokasi penampung kebakaran mengatakan, ada ratusan lebih anak korban kebakaran yang kehilangan peralatan sekolah. Oma, penjaga posko layanan anak mengatakan, peralatan sekolah itu begitu mereka butuhkan mengingat anak-anak harus segera sekolah, apalagi anak-anak saat ini tengah ujian.hal ini sangat mengganggu proses bejalar mereka.

"saat ini mereka terpaksa tidak bersekolah, padahal saat ini mereka sedang ujian. Mereka terpaksa tidak bersekolah karena baju seragam dan peralatan sekolah mereka musnah terbakar. Mereka mengaku sangat mengharapkan bantuan agar mereka secepatnya bisa bersekolah kembali.Selain peralatan sekolah, hal yang tak kalah penting yang telah hilang akibat kebakaran tersebut adalah surat kelahiran anak dan rapor. Posko pelayanan anak ini mendata setiap anak yang telah hilang. Dan berharap pemerintah memberikan kemudahan untuk kepengurusannya nanti,"katanya.