This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

Rabu, 10 Desember 2008

Mangkubumi update: 4 ruko terbakar

MHD DARWINSYAH PURBA
WASPADA ONLINE

MEDAN - Kebakaran tadi malam di Jln Mangkubumi simpang Jln Kol. Sugiono. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Budi,25, saksi mata, kebakaran diketahui pukul 20.10 WIB, ketika asap mengepul ke udara. “Saya melihat karena tidak jauh saya berjualan dari lokasi itu, asal api saya duga dari toko servis kenderaan (bengkel kendaraan) tersebut,” ujarnya

Empat rumah terdiri dari dua rumah tempat tinggal dan dua rumah toko (ruko) merupakan Rumah Makan Tabona dan Bengkel Honda Indako yang letaknya bersebelahan. Di Jln Kolonel Sugiono, Kelurahan Aur Medan, Api berhasil dipadamkan oleh Petugas DP2K kota Medan dengan duabelas unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian sekitar 10 menit setelah api berkobar dan berhasil melakukan pemadaman sekitar pukul 22.45 WIB melalui warga setempat yang melapor kepada Waspada agar menghubungi pihak pemadam kebakaran.

Penyebab kebakaran diduga arus pendek listrik di Rumah Makan Tabona, kemudian merembet membakar Bengkel Honda Indako dan sua rumah warga. Salah seorang karyawan bengkel, Sumbur, kepada Waspada Online mengatakan, api berasal dari salah satu ruangan di lantai dua Rumah Makan Tabona.

Namun dari hasil pantauan di lokasi kejadian, bahan-bahan atap sudah usang digunakan sehingga dengan mudah terbakar pada lantai II dan lantai III.

Puji Latuperissa, Lurah Kampung Aur, yang langsung terjun ke lokasi kebakaran menjelaskan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu dan pihaknya belum bisa memastikan sebab terjadinya kebakaran. Sedangkan kerugian, ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Koordinator DP2k, Elias Sebayang mengatakan, warga setempat tidak mendukung upaya pihaknya melakukan pemadaman. Bahkan, menurutnya, ada warga yang berusaha memukul petugas ketika hendak memadamkan api.

Dia menambahkan, pemilik toko yang terbakar juga terlalu lama membuka pintu tokonya sehingga sempat menyulitkan petugas untuk memadamkan api. “Setelah dipaksa baru pintu toko dibuka,” ujarnya.

Sementara pihak keamanan dari Potabes Medan tadi malam bersama masyarakat setempat, mengamankan lokasi kebakaran dan mencari warga yang diduga terperangkap api serta mencari sebab akibat dari kebakaran tersebut.

Selasa, 09 Desember 2008

Bengkel di Mangkubumi terbakar



MEDAN - Satu bengkel sepedamotor terletak di Jln Mangkubumi simpang Jln Kol.Sugiono, terbakar tadi malam.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, kerugian puluhan juta rupiah. Api berhasil dipadamkan dengan bantuan belasan mobil pemadam kebakaran Pemko Medan.

Menurut sejumlah saksi mata, kebakaran diketahui pukul 20.10 WIB, ketika asap mengepul ke udara.
“Saya melihat karena tidak jauh saya berjualan dari lokasi itu, asal api saya duga dari toko servis kenderaan tersebut,” ujar Anto,25, saksi mata.

Api cepat sekali merembet ke sekitar bangunan tersebut, karena dugaan sementara bahan-bahan atap sudah lama digunakan sehingga dengan mudah terbakar pada lantai II dan lantai III. Kobaran api dapat dipadamkan setelah menyala lebih kurang 35 menit.

Tetapi, Ucok Redes, penduduk kawasan Mangkubumi mengaku menyaksikan langsung di lantai III ada warga yang terperapkap asap tebal. “Saya melihat tadi ada senter yang menyala dari atas berarti ada warga terperangkan di bagian lantai atas,” kata Ucok.Namun, setelah dua orang petugas pemadam kebakaran naik ke atas lantai III melalui mobil tangga dengan merusak jendela, tidak menemukan warga yang teperangkap di lantai bagian atas.

Sementara pihak keamanan dari Potabes Medan dan kalangan pemuda Kampung Aur, mengamankan lokasi kebakaran dan mencari warga yang diduga terperangkap dan terjebak api.

Senin, 08 Desember 2008

Premium Langka di Medan

*Pengiriman Stok Terganggu Cuaca



WASPADA ONLINE

MEDAN - Persediaan premium di sejumlah SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) di Medan, selama dua hari ini langka. Pantauan Waspada hingga Senin (8/12), beberapa SPBU di Medan kehabisan stok Premium.

Seperti di SPBU 14.202.0118 Jalan HM Yamin Medan. Persediaan premium di tempat pengisian bahan bakar tersebut telah dua hari habis sehingga tidak melayani konsumen.
T. Sembiring, salah seorang karyawan di SPBU itu mengatakan, mereka telah dua hari -Minggu dan Senin- kehabisan stok karena pasokan premium dari Pertamina sebanyak 18 ton sesuai permintaan (DO) belum masuk.

Hal yang sama terjadi di SPBU 14.203.136 di Jl. Letda Sujono. Persediaan premium habis sejak Minggu. Pasokan dari Pertamina belum masuk hingga Senin sore.

Sementara, SPBU di persimpangan kawasan Jl. Aksara yang setiap harinya sangat ramai, pada Minggu dan Senin sepi karena Premium habis.

Salah seorang karyawan di SPBU itu ketika dimintai keterangan menolak menjawab.
Sedangkan Minggu beberapa SPBU di kawasan Jl. Binjai Medan juga mengalami hal sama, di antaranya SPBU di Jalan Medan Binjai Km16 tidak melayani konsumen, karena persediaan premium habis. Begitu pula SPBU di Jl. SM Raja (depan Hotel Semarak) juga tutup.

Staf Humas PT Pertamina Region I Sumut Rustam Aji ketika dihubungi Waspada membenarkan hal itu.

Menurut Rustam, saat ini terjadi kekurangan pasokan premium di sejumlah SPBU di Medan, akibat terganggunya pengiriman stok bahan bakar dari kapal tanker ke depo Pertamina di Labuhan.

Hal ini terjadi akibat faktor cuaca yang kurang baik. ‘’Namun, gangguan tersebut telah dapat diatasi dalam waktu yang tidak terlalu lama, ‘’ ucapnya. Selain itu, habisnya premium karena melonjaknya permintaan konsumen sebanyak 5 persen hingga 10 persen menjelang hari libur dimulai Sabtu.

Alasan lain dikemukakan Rustam, banyak pengusaha SPBU terlambat menebus DO menjelang hari libur.

Khutbah Idul Adha 1429 H di Masjid Agung: Indonesia Masih Bisa Bangkit


WASPADA ONLINE

MEDAN - Bangsa Indonesia masih bisa bangkit dari krisis karena anugerah Allah SWT luar biasa dilimpahkan atas negeri ini. Selain itu, Rasulullah SAW mencontohkan kepada kita bagaimana menghadapi krisis saat ini.

“Ada empat cara yang dilakukan Rasulullah menghadapi krisis,” kata Ir H Tifatul Sembiring dalam khutbah shalat Idul Adha 1429 H di Masjid Agung Medan, Senin (8/12).

Pertama, menurut Tifatul, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT agar Allah melimpahkan keberkahanNya kepada kita. Dan, tunjukkan pengharapan kita hanya kepada-Nya. Selain itu, lanjutnya, perkuat hablum minallah kita.

Kedua, kembali ke jalan Allah, cara-cara yang diridhoi Allah SWT. Tinggalkan sistem bunga dan ribawi. Kembali kepada sistem ekonomi syariah.

Ketiga, perkuat ukhuwah Isla-miyah di antara sesama umat Islam dalam bentuk hablum minannas. Saling mempersaudarakan, saling tolong menolong, memperhatikan berat sama dipikul ringan sama dijinjing.

Keempat, upaya yang maksimal: “Allah tidak membebani dengan apa yang tidak sanggup memikulnya.”

Di hadapan lebih dari seribu jamaah yang memadati ruang dalam Masjid Agung hingga ke pelataran parkir, Tifatul yang juga presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam khutbahnya mengatakan tetap optimis Indonesia bisa bangkit dari krisis global dan lainnya jika potensi dan tuntunan Rasulullah dilaksanakan. “Kita bisa keluar dari krisis ini.”

Menurut Tifatul, anugerah Allah SWT luar biasa dilimpahkan atas negeri ini seperti sumber daya alam: pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan dll. Dan, ada sisi lain yang penting untuk dikembangkan yakni entrepreneurship, jiwa pedagang dan Indonesia pasar besar.

Tifatul mengutip hadist: Pintu rezeki ada 20, dan sembilan belas dari dua puluh itu adalah perdagangan” (Al Hadist).

Tifatul mengatakan, Idul Adha bernama Hari Raya Qurban, hari raya kepedulian kepada saudara-saudara yang miskin, duafa dan ditimpa PHK membutuhkan uluran tangan. “Berqurbanlah untuk saudara-saudara seiman kita. Ini bagian merekatkan ukhuwah islamiyah yang dilakukan Rasulullah “ katanya.

Menurut Tifatul, pelaksanaan Idul Adha kali ini disertai dengan krisis moneter yang menghantam seluruh dunia diawali dari persoalan negeri Amerika Serikat seperti kasus macatnya kredit perumahan, kemudian menjadi kisruh dan tidak terkendali.
Dengan sistem jaminan bertingkat, katanya, menyebabkan ambruknya sistem keuangan dan pasar saham di AS. Ditandai dengan bangkrutnya perusahaan Yahudi terbesar Lehman Brothers, sehingga pemerintah George W Bush harus mengeluarkan talangan sebesar 700 miliar dolar setara 8.500 triliun rupiah.

Menurut Tifatul, hal ini semua tidak lain disebabkan kerakusan dan ketamakan manusia. Selain itu, lanjutnya, disebabkan ekonomi sistem super ribawi, ambisi untuk senantiasa menciptakan peperangan dan konflik yang memakan biaya sangat besar, khususnya di Irak dan Afganistan.

Sedangkan Prof Dr H. Hasan Asari, MA dalam khatib Idul Adha di Lapangan Merdeka mengatakan, masyarakat yang tidak melaksanakan ibadah haji, dipersatukan dengan cara menyembelih hewan qurban yang terdapat ikatan sosial mengikat saat pelaksanaannya. Dari pengumpulan dana hingga melaksanakan pemotongan hewan qurban dan pembagiannya terhadap sesama umat maupun yang kurang mampu.

“Ingatlah hadist Rasulullah yang menyebutkan, jika kamu punya rizki, maka berkurbanlah karena itu lebih baik bagimu. Jika kembali kepada kisah Nabi Ibrahim di mana ia rela memenuhi perintah Allah untuk mengorbankan putera kesayangannya,” katanya di hadapan ribuan umat muslim yang melaksanakan shalat Idul Adha di sana.

Menurutnya, berqurban adalah sebagai inti kehidupan terhadap umat muslim. Jika di dalam kalbu anda getaran itu kuat, pupuklah terus agar ia semakin kuat lagi. Jika getaran itu telah lemah, upayakanlah sekuat tenaga agar anda jangan sampai kehilangannya. Jika kalbu anda tidak lagi bergetar oleh gempita takbir, tahlil dan tahmid, bergegaslah mencari frekuensi ilahiyah itu, atau akan terus semakin jauh dari Allah SWT.

Shalat Idul Adha di Lapangan Merdeka dihadiri sejumlah pejabat Pemko Medan seperti Pj Walikota Medan Drs H Afifuddin Lubis MSi, Sekda Medan Dzulmi Eldin, Ketua DPRD Medan Syahdansyah Putra dan Ketua MUI Sumut Prof Dr Abdullah Syah MA.


Masjid Raya Al-Mashun
Sementara itu, di Masjid Raya Al-Mashun Medan, ribuan umat Islam juga memadati masjid dan badan Jalan Sisingamangaraja untuk melaksanakan Shalad Idul Adha. Kendati diwarnai hujan gerimis, namun shalat tetap khusuk dilakukan.

Drs. H. Hasyim Sahid yang bertindak sebagai khatib pada shalat Idul Adha di Masjid Raya Al-Mashun Medan mengatakan, saat ini jutaan umat Islam dari berbagai negara sedang berkumpul di tanah suci Mekkah guna melaksanakan ibadah haji.

Pelaksanaan ibadah haji itu mengisyaratkan semua manusia adalah sama di hadapan Allah SWT. Meski orang yang melaksanakan ibadah haji tersebut adalah pejabat, orang kaya atau orang miskin, namun mereka tetap mengenakan pakaian yang sama.

“Semua manusia diciptakan dari tanah. Yang membedakannya hanya amal ibadah. Karena itu, marilah kita tingkatkan amal ibadah kepada Allah SWT,” ujarnya.

Masjid Assyafi’iyah
Sementara itu, pelaksanaan shalat Idul Adha di Masjid Assafi’iyah Jalan Sukatari, Kel. Suka Maju, Kec. Medan Johor, meski dalam suasana hujan, jamaah membeludak.

Bertindak sebagai imam/khatib ustadz Drs H. Muhammad Soleh, antara lain, mengatakan, pentingnya kaum muslimin melaksanakan qurban setiap tahun.

H. Syaifuddin Zuhri, panitia qurban di Masjid Assyafi’iyah mengatakan, pada Idul Adha ini, warga menyembelih 8 ekor lembu. “Setiap tahun ada peningkatan rata-rata 20 persen.”

Kompleks IAIN

Sedangkan imam dan khatib shalat Id di Masjid Al-Anwar Komplek IAIN Jalan Pancing II Indrakasih Medan, Drs H Muhammad Ali Napiah MA mengingatkan manusia, bahwa di bulan ini, tepatnya Idul Adha, bulan di mana Allah mempersatukan manusia dengan caranya. Yakni dipersatukan antara yang kaya dengan yang miskin, antara negara, antara suku dengan beragam bahasa di Tanah Suci Makkah. Mereka semua tunduk pada peraturan yang diberikan Allah dalam pelaksanaan ibadah haji, sejak dimulai hingga haji perpisahan.

“Dengan Idul Adha ini menelaah lagi pribadi diri untuk tidak menjadi sombong, karena memiliki harta dan kedudukan. Sesungguhnya hal itu hanyalah permainan duniawi semata. Dan yang boleh sombong hanyalah Allah dengan segala zat yang ia miliki,” katanya. [TIMredaksi]

Kamis, 04 Desember 2008

Sosialisasi UU Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Tidak Maksimal

MHD DARWINSYAH PURBA
WASPADA ONLINE

Undang-undang No. 4 tahun 1990 tentang tentang serah simpan karya cetak dan karya rekam, tidak berjalan disebabkan minimnya sosialisasi yang dilakukan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sumatera Utara, akibatnya banyak penerbit dan perusahaan rekaman tidak menyerahkan karyanya ke perpustakaan.

Dampak dari para penerbit maupun pengusaha rekaman yang tidak menyerahkan karyanya dapat dinilai tidak berkualitas dan menghambat kreatifitas generasi muda yang ingin memanfaatkan karya mereka.

Tidak adanya penyidik pegawai negeri sipil atau PPNS di badan perpustakaan dan arsip daerah maupun di tingkat nasional menjadi permasalahan pokok setiap bentuk pelanggaran di wilayah perpustakaan khususnya di Sumatera Utara. Demikian dikatakan Kepala Direktorat Deposit Bahan Pustaka Perpustakaan Nasional, Rohingah dalam rapat koordinasinya di Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Sumatera Utara.

Menurutnya, tidak adanya bentuk kasus pelanggaran sejak diterbitkannya undang-undang No. 4 tahun 1990 tentang serah simpan karya cetak dan karya rekam itu, karena tidak adanya laporan dari pihak yang berwenang yaitu PPNS ke polisi.

Padahal sejak diterbitkannya undang-undang itu banyak penerbit dan pengusaha rekaman yang tidak menyerahkan karyanya ke pihak perpustakaan, dan ini sangat bertentangan dengan isi kandungan undang-undang tersebut.

Kepala Unit Fiskal Moneter dan Devisa Satuan Ekonomi Direktorat Reskrim Polda Sumut, Komisaris Polisi Ahmad Yanuari Ihsan mengatakan, selain tidak adanya laporan pelanggaran ke penegak hukum, kepolisian juga siap untuk memproses bentuk pelanggaran dari badan perpustakan. Implementasi tentang undang-undang ini mengatakan, Jika ada penerbit maupun pengusaha rekaman yang dilaporkan tidak menyerahkan karyanya, dapat dipidana kurungan maksimal 6 bulan dan denda maksimal Rp5 juta.

Warga! Keluhkan Sampah dan Drianase

Pemko Medan Belum Ada Solusi

MHD DARWINSYAH PURBA
WASPADA ONLINE

MEDAN - Setelah warga daerah pemilihan (dapil) III yang menyesalkan reses DPRD Medan, kali ini giliran warga dapil I (Medan Kota, Medan Area, Medan Denai dan Medan Amplas) menyatakan hal serupa. warga menyesalkan kinerja Dinas Kebersihan Kota Medan yang dinilai hanya janji-janji palsu. Hal ini terungkap dalam reses anggota DPRD Medan dapil I, di Wisma Umum Jln AR Hakim Medan, kemarin.

Pantuan Waspada Online dilapangan, Pemko Medan hanya mengutuskan orang yang tidak mampu memberikan solusi karena bukan pengambil keputusan. Sehingga aspirasi yang datang dari masyarakat harus disampaikan dulu ke pimpinan masing-masing. Makanya wajar saja ketika warga menggangap reses DPRD Medan kurang bermanfaat.

Jumalik, 68, warga Medan Kota mengatakan Dinas Kebersihan dulu pernah berjanji akan melengkapi armada konvektor untuk mengatasi sampah di kawasan itu. Namun sampai saat ini, Armada tersebut tak kunjung terlihat. "Katanya peralatan lengkap, kalau mau jujur gerobak sampah yang ada pun sudah rusak. Kalau tak percaya lihat saja di Kantor Lurah Sudirejo I jln Santun," katanya.

“hal itu karena Medan mau menjadi peserta penilaian Adipura seluruh. "Mereka (camat-lurah) disuruh melakukan pembenahan lingkungan. Sampai mereka terkesan dipaksa untuk membersihkannya. Tapi tidak selesai juga sampai sekarang," tegasnya.

Hadir dalam rombogan reses tersebut Sabar S Sitepu, Yunus Rasyid, Jhoni Marpaung, Azwar Manday, Zulkifli Husein, Yoserizal Lubis, Tahi Sinambela dan Zulfan. Sementara dari Pemko Medan hanya diwakili oleh sejumlah Kepala Subdinas dan Kepala Seksi dari Dinas Pertamanan, Perkim, Kependudukan, Kesbang Linmas dan Dinas Kebersihan.

Jumalik menambahkan reses Dewan ini nyaris tidak bermanfaat sama sekali. Dia menilai, walau reses sudah dilakukan berkali-kali namun apa yang dikeluhkan masyarakat tidak pernah terealisasi. "Contohnya parit (drainase) di Jln Air Bersih. Sudah berganti-ganti pemimpin kelurahan tapi sampai sekarang tidak pernah diperbaiki. Parit itu sumbat dan menyebabkan banjir di lingkungan itu," tandasnya.

Budiman,46, mengeluhkan kondisi Jln Rahmadsyah yang rusak parah. Dia meminta, untuk sementara lubang-lubang tersebut ditutup jangan sampai mengambil korban. "Ini membahayakan. Saya yakin kalau itu tidak segera diaspal akan menelan korban," tukasnya.

Dia menambahkan, yang menyebabkan rusaknya badan Jalan Rahmadsyah itu karena banyaknya pembangunan rumah toko (ruko) di kawasan itu. Dampak lain akibat pembangunan ruko yang semena-mena menimbulkan penyempitan drainase. Karena penyempitan parit, akhirnya sampah menyumbat dan banjir pun datang setiap kali hujan turun.

Koordinator tim Reses, Sabar S Sitepu mengatakan banyak keluhan warga di dapil I karena mereka merasa dirugikan. Untuk itu Sabar meminta kepada Dinas terkait agar segera menyahuti keluhan warga untuk dijadikan prioritas utama dalam anggaran APBD 2009 nantinya.

"Dinas tidak boleh mengabaikan begitu saja setiap keluhan warga ini. Jangan sampai anggapan reses ini ada manfaatnya meluas. Satuan kerja terkait yang ada di Pemko harus menjawab semua keluhan warga tersebut. Jangan legislatif saja yang disalahkan oleh masyarakat padahal eksekutif selaku pengguna anggaran harusnya tahu mana yang menjadi prioritas pelayanan publik," jelasnya.

Cuaca di Medan berubah-ubah

Waspadai! perubahan cuaca

MHD DARWINSYAH PURBA
WASPADA ONLINE

Cuaca di kota Medan sejak pagi hingga siang masih cerah, namun sore hari cuaca mendung menyelimuti sudut-sudut kota Medan.

Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika melalui website-nya cuaca kota Medan mengalami hujan ringan, dengan suhu 25-32 °C dan kelembaban mencapai 63-96%. Cuaca untuk esok hari BMG memperkirakan kota Medan mengalami hujan ringan dengan suhu mencapai 24-32°C dan kelembaban 62-98%.

Waspadai! perubahan cuaca
Nilwansyah Kakan, Perlindungan Masyarakat (Linmas) mengatakan memasuki musim penghujan khususnya beberapa waktu terakhir ini diminta agar masyarakat mewaspadai perubahan cuaca, hal ini sangatlah penting. Memasuki musim hujan di penghujung tahun 2008 dan turun hujan yang tak terduga, masyarakat harus waspada. Tadi siang.

Dia menambahkan, akan berupaya mensosialisasikan tentang perubahan cuaca kepada masyarakat Labuhanbatu melalui media Siaran Radio Pemerintah Daerah (RSPD). ditambahkanya kita meminta masukan Dari BGM berupa prakiraan cuaca didaerah Labuhanbatu untuk waktu satu minggu. Khusus daerah pantai daerah dan pinggiran sungai agar menyempatkan diri memantau siaran RSPD.

"kita telah siapkan tenaga dan alat bantu berupa perahu karet dan yang terpenting masyarakat harus tanggap," katanya.

Daerah rawan banjir sesuai peta kabupaten Labuhanbatu termasuk beberapa di antaranya Kec. Kota Pinang, kec.Rantau Utara, kec. Bilah Hilir ini sangat terkait dengan keberadaan Sungai yang mengalir di area kecamatan tersebut.

Harapan kita agar musibah banjir jangan sampai terjadi mengingat kejadian beberapa tahun silam ini membuat masyarakat menderita,tapi antisipasi harus kita bangun dari awal."kita berharap agar musibah banjir bandang beberapa tahun lalu jangan lagi terjadi," jelasnya.