This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

Sabtu, 03 Januari 2009

LAPORAN KHUSUS Tahun 2008: 149 kasus kebakaran di Kota Medan

Kebakaran Mangkubumi yang terbesar
MHH DARWINSYAH PURBA
WASPADA ONLINE

Kota Medan mendapat julukan kota sampah, lalu lintasnya yang macet dan ternyata Kota Medan adalah salah satu kota yang sering terjadi kebakaran. Ternyata Sudut-sudut Kota Medan merupakan incaran developer yang telah lama membidik lahan seperti Jln Mangkubumi, Petisah Hulu dan Multatuli karena ada dugaan sabotase pihak yang tidak bertanggung jawab di balik musibah kebakaran yang menimpa daerah itu. Ada pihak-pihak yang menguasai demi kepentingan bisnis jahatnya itu.

Contoh nyata pada kasus Mangkubumi yang areal kebakaran yang berada di daerah aliran Sungai Deli itu sudah dua kali terjadi kebakaran, Areal itu menjadi incaran developer karena lahannya sangat setrategis. Tapi untuk memenuhi unsur rumor developer yang berada di balik skenario itu memang perlu dibuktikan yang akurat, baik secara administratif juga informasi dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengungkap setiap kasus kebakaran yang terjadi di Kota Medan.

Kebakaran besar tersebut terjadi pada 20 November sekitar pukul 12.15 WIB siang di jln Mangkubumi, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun lingkungan IX Medan yang menghanguskan 300 rumah 800 jiwa, 300 pintu dan 50 luka-luka korban.

Terkait dengan masalah tersebut, pemerintahan Kota (Pemko) Medan menyatakan tidak akan mengubah peruntukan wilayah perumahan penduduk menjadi apartemen atau merelokasi warga korban kebakaran. Tahun ini perubahan peruntukan lahan Mangkubumi belum dilakukan. Kita sudah minta warga membangun rumah mereka yang terbakar. Memang bagi warga berniat membangun rumahnya tidak masalah dan Pemko tidak melarang, namun soal tanah bukan urusan Pemko. Pascakebakaran pihak Pemko Medan tidak mampu menyediakan bantuan material bangunan.

Labfor Cabang Medan, Balistik Metalurgi Forensik Polri di Medan, sudah mengambil sampel ambil sisa pembakarannya sudah dingin pascakebakaran. Pihaknya juga belum dapat memastikan penyebab kebakaran tersebut, apakah murni peristiwa murni atau adanya faktor sabotase. Jika sampel itu sudah diteliti di laboratorium baru Labfor Cabang Medan.

Divisi Kebakaran Labfor Cabang Medan, telah mengamati benda-benda yang diambil di lapangan untuk dijadikan sampel itu antara lain kabel listrik, setrika dan rice cooker (alat pemasak nasi). Benda-benda tersebut sudah diteliti di laboratorium untuk mendalami efek kebakarannya guna mengetahui penyebabnya, apabila dapat diketahui sebab dan akibat dari kebakaran, namun hingga saat ini penyebab kebakaran masih belum dapat diketahui penyebab dari kebakaran terbesar sepanjang 2008 tersebut.

Data yang dikumpulkan tim WOL berhasil mengumpulkan dari DP2K (Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran) dan menjabarkan bahwa sepanjang tahun 2008 mulai bulan Januari hingga Desember 2008, di Medan terjadi 149 kasus kebakaran dengan kerugian Rp33,5 M lebih. Peristiwa kebakaran Jln Mangkubumi, merupakan peristiwa terbesar yang menghanguskan 300 rumah. Sedangkan korban luka-luka pada peristiwa kebakaran selama ini 27 orang.

Tim WOL juga merinci secara seksama, pada bulan Januari 2008, terjadi 10 kasus kebakaran dengan kerugian Rp1,9 miliar lebih. Salah satu kasusnya adalah ruangan Bagian Umum Kantor Walikota Medan seluas 120 m2.

Februari 2008, 25 kasus kebakaran dengan kerugian Rp1,5 miliar lebih. Pada peristiwa ini korban luka satu orang. Maret 2008, tujuh kasus, dengan kerugian Rp875 juta. April 2008, delapan kasus dengan korban luka satu orang.

Sedangkan Mei 2008, terjadi 21 kasus kebakaran, dengan kerugian Rp2,9 miliar lebih. Bulan Juni, 20 kasus, dengan kerugian Rp3,1 miliar lebih. Juli 11 kasus dengan kerugian Rp2,6 miliar lebih dan Agustus 16 kasus dengan kerugian, Rp2 miliar lebih.

Sementara bulan September 2008, terjadi sembilan kasus kebakaran dengan kerugian Rp3 miliar lebih. Salah satu peristiwa terbesarnya adalah kebakaran yang melanda rumah masyarakat di Jalan Suparman, Kelurahan Petisah Hulu, Kec. Medan Baru. Sebanyak 120 rumah musnah terbakar, dengan 360 kepala keluarga. Kerugian pada peristiwa ini Rp2,5 miliar.

Pada Oktober 2008, ada delapan kasus kebakaran dengan kerugian mencapai Rp9 miliar. Peristiwa paling besar saat itu adalah terbakarnya Restoran Garuda di Jln Gajah Mada.

Dia menambahkan, sampai tanggal 24, terjadi 10 peristiwa. Kerugian mencapai Rp3 miliar. Kasus terbesarnya adalah peristiwa kebakaran di Jln Mangkubumi, Kelurahan Aur, Kec. Medan Maimoon. Sebanyak 300 rumah yang didiami 800 jiwa musnah terbakar. Peristiwa ini melukai 50orang dengan kerugian Rp1,5 miliar.

Data kebakaran di bulan Desember.

Pertama, Kebakaran di Jln Multatuli lorong lima, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun. Sebanyak tiga rumah terbakar akibat peristiwa kebakaran tersebut. Tiga rumah permanen milik Manullang, Lumbantobing dan Kelik, di Jln Multatuli, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, hangus terbakar, Jumat (5/12) sekira pukul 14.30 WIB. Keterangan yang diperoleh, api berawal dari lantai dua rumah Manulang. Ketika itu anak kost yang ada di rumahnya sedang memasak. Mengetahui telah terjadi kebakaran anak kost yang tidak diketahui namanya itu pergi begitu saja meninggalkan rumah.

Kedua, Kebakaran di Jln Mangkubumi simpang Jln Kol. Sugiono. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Kebakaran diketahui pukul 20.10 WIB, ketika asap mengepul ke udara. Melihat karena tidak jauh berjualan dari lokasi itu, asal api duga dari toko servis kenderaan (bengkel kendaraan) tersebut. Empat rumah terdiri dari dua rumah tempat tinggal dan dua rumah toko (ruko) merupakan Rumah Makan Tabona dan Bengkel Honda Indako yang letaknya bersebelahan. Di Jln Kolonel Sugiono, Kelurahan Aur Medan.

Ketiga, Kebakaran yang terjadi di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Medan, Kamis (11/12) pukul 01.00 WIB. meliputi ruangan Tata Usaha dan Bendahara. Dalam musibah tersebut tidak ada korban jiwa, begitu juga kerugian akibat kebakaran itu belum diketahui dan masih didata. Kasus kebakaran tersebut, saat ini sudah ditangani pihak kepolisian dan masih dilakukan penyelidikan namun hingga kini masih belum diketahui siapa pelakunya.

Keempat, Hari Natal, tujuh rumah terbakar di Helvetia di Jln Asrama By Pass, Helvetia Medan, terbakar sekitar pukul 11.00 WIB siang. Para pemilik rumah yang terbakar itu sedang pergi ke gereja untuk merayakan Natal.

Dari Uraian singkat di atas Pemko Medan dan pihak-pihak terkait dapat menggambarkan betapa naïf kejadian tersebut tanpa ada upaya serta langkah-langkah yang riil dalam mengantisipasi dan mengungkap dibalik setiap kasus kebakaran disepanjang 2008 yang tercatat buram bagi Pemko Medan.

Jumat, 02 Januari 2009

Masuk ke Kualanamu rumit!

Joko Waskito: Boleh saja asal ada izin

MHD DARWINSYAH PURBA
WASPADA ONLINE

MEDAN - Masuk areal pembangunan Bandara Kualanamu sangat rumit dan penuh prosedur. Tidak sembarangan orang dapat keluar masuk tanpa prosedur yang jelas dan akses jalan di sana sangat sulit.

Kristanton Nainggolan, salah satu anggota keamanan posko I dari PT Fajar Indonesia Corperation yang sedang bertugas, mengaku tidak berani memberi izin kepada siapapun yang memasuki area proyek Kualanamu tanpa ada prosedur dari pihak PT (Persero) Angkasa Pura II, dan hanya menjalankan tugas sebagai keamanan.

"Kami akan memberi izin bagi siapapun yang memasuki wilayah proyek, dengan mengawal dan memberikan petunjuk yang dibutuhkan oleh siapapun asalkan sesuai prosedur yang berlaku demi keamanan," katanya, tadi pagi.

Ketika tim Waspada Online berkunjung ke penyulingan pasir laut, beberapa petugas keamanan yang memakai seragam OKP (Organisasi Kepemudaan) menhadang dan tidak mengizinkan tim WOL melihat lokasi tersebut. Apalagi mengambil foto-foto di areal tersebut.

Saat dikonfirmasi ke Project Implementation Pembangunan Sisi Darat Bandara Baru Kualanamu, Ir. Joko Waskito, MSc, menjelaskan, pihaknya hanya memberikan tugas kepada pihak keamaan agar siapapun tidak seenaknya saja memasuki lokasi kerana perlengkapan dan peralatan proyek sering hilang. Hal tersebut sangat mengganggu kinerja pembangunan proyek, dan oleh sebab itu, pihanya selaku penanggung jawab harus bertindak tegas dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami akan menerima dengan senang hati siapa saja yang ingin berkunjung untuk melihat secara langsung keadaan dan kondisi Kualanamu, asal ada prosedurnya. "Ini demi kenyaman dan keamanan pembangunan," jelasnya.

Ketika ditanyakan mengenai akses jalan untuk mengangkut bahan material yang selama ini mengganggu masyarakat,dia menjelaskan, salah satu faktor yang menghambat adalah akses jalan karena hanya ada satu jalur yang harus dilewati oleh pengangkut bahan material yaitu melalui Jln Pantai Labu Desa Perkebunan Ramonia.

Rabu, 31 Desember 2008

Jadwal KA Putri Hijau keberangkatan terganggu

MHD DARWINSYAH PURBA
WASPADA ONLINE

MEDAN - Tergelincirnya 2 Gerbong milik PT Musim Mas dan PT Smart di Kawasan Jln Salak simpang Jln Pandu tadi siang mengganggu jadwal keberangkatan beberapa kereta api lainnya. Salah satunya kereta api penumpang Putri Hijau jurusan Medan-Tanjungbalai.

KA Putri Hijau, yang berangkat dari Stasiun Besar Kereta api Medan sekitar pukul 13.00. Namun hingga pukul 13.30 WIB, belum juga berangkat dari stasiun.

Hendro Budi Santoso, Humas PT KAI Divre I Sumatera Utara menjelaskan, waktu yang dibutuhkan petugas perbaikan dan perawatan sedikitnya satu jam untuk membersihkan jalur.

"Muadah-mudahan pukul 15.00 WIB jalur tersebut sudah bisa dilalui. Dengan begitu, angkutan menyambut Tahun Baru tidak akan terganggu," jelasnya.

Dia menambahkan, KA Dolok Martimbang Jurusan Pematangsiantar dengan jam keberangkatan pukul 17.00 WIB nanti, tidak mengalami kendala.tegasnya.

Pantauan Waspada Online, peristiwa anjloknya gerbong kereta api adalah yang kedua pada Bulan Desember tahun 2008. Sebelumnya (22/12) KA Puteri Deli Jurusan Tanjungbalai-Medan anjlok menyebabkan tiga gerbongnya terbalik dan dua orang penumpang terluka.

Selasa, 30 Desember 2008

2 gerbong minyak KA yang tergelincir sudah dievakuasi

MHD DARWINSYAH PURBA & FAJAR ADESTYA
WASPADA ONLINE

MEDAN - 2 gerbong minyak milik PT Musim Mas dan PT Smart tergelincir sekitar pukul 12.07 WIB di kawasan Jln Salak, Simpang Jln Pandu Medan, mengakibat dua dari 14 gerbong yang dibawanya keluar dari jalur lintasan. Pukul 14.20 WIB sudah dievakuasi oleh pihak PT KAI Sumut.

Saksi mata di lokasi kejadian, Tia Gultom,58, mengatakan, "Saya terkejut dan panik ketika 2 gerbong tergelicir dan menabrak becak milik Siregar, syukur saja anak-anak dan warga lain tidak berada dipinggir rel kereta api, saya takut sekali karena gerbong yang tergelincir membawa bahan bakar minyak." katanya.

Pantuan Waspada Online dilokasi peristiwa ini tidak ada korban jiwa dalam, namun sebuah becak dan sepeda milik Siregar,51, mengalami kerusakan tertabrak gerbong yang tergelincir kurang lebih 50 meter.

"Saya tidak dapat bekerja kalau becak saya kerana becak tersebut adalah mata pencarian saya satu-satunya, saya minta pihak PT KAI Sumut untuk menggantinya kalau tidak bagaimana saya mencari nafkah untuk keluarga saya." cetusnya.

yang juga pemilik becak yang tertabrak gerbong KA naas itu, mengatakan, keluarnya gerbong KA dari lintasan sempat membuat warga yang bermukim di daerah pinggir rel sempat panik. Mereka takut karena mengira gerbong yang tergelincir membawa bahan bakar minyak.

Budiman, 49, penjaga pos menjelaskan, "Dua gerbong yang terlepas 14 gerbong lainnya karena gesekkan yang terjadi di antara gerbong lainnya sehingga hal tersebut di luar kendali artinya hal tersebut adalah kecelakaan," tegasnya.

Menurut Humas PT KAI Sumut,Suhendro Budi Santoso, proses evakuasi dua gerbong yang tergelincir akan memakan waktu sekitar satu sampai dua jam. Sementara sebanyak 12 gerbong kereta api lainnya sudah dibawa kembali ke stasiun kereta api Medan sesaat setelah kecelakaan terjadi.

Kereta api naas tersebut membawa sebanyak 14 gerbong pengangkut bahan bakar minyak dari Medan menuju Rantauprapat. Namun saat itu gerbong dalam keadaaan kosong.

Credit foto: WOL/MHD DARWINSYAH PURBA

AP II optimis Bandara Kualanamu siap tahun 2009

YUSRIZAL, MHD DARWINSYAH PURBA & LINDA Y HASIBUAN
WASPADA ONLINE

MEDAN - Secara matematis, di atas kertas bandara baru di Kualanamu dipastikan sudah dapat digunakan akhir tahun 2009 nanti. "Pada saat itu pembangunan tahap 1 diperkirakan selesai 78 persen, dan sudah dapat beroperasi menggantikan Bandara Polonia Medan," kata Ir Joko Waskito, MSc, Pimpinan proyek (pimpro) pembangunan sisi darat Bandara Kualanamu yang ditemui Waspada Online di kantornya di desa Pasar Sore Araskabu Deli Serdang, tadi siang.

Dia menjelaskan pembangunan tahap I terdiri dari 2 fase yang keseluruhannya akan selesai pada tahun 2010. Fase 1 dari tahap pertama ini hanya meliputi pembangunan landas pacu dengan panjang 3000 m dan lebar 60 m, Taxi way, apron tempat parkir pesawat seluas 200 ribu m2 yang mampu menampung 18 pesawat dan bangunan terminal seluas 86.160 m2.

"Fase 1 dari tahap pertama inilah yang kami kalkulasikan akan dapat selesai pada akhir tahun 2009. Dengan kondisi yang hanya 78% tersebut sudah mampu menampung hingga 8 juta orang per tahun. Itu sudah melebihi kepadatan penumpang di Polonia tahun ini yang mencapai 5 juta orang pertahun," katanya.

Walau saat ini pembangunan fisik Bandara Kualanamu baru 7,6 persen, bukan berarti target selesai 78 persen tidak akan tercapai. "Sejauh ini progress pembangunan masih sesuai dengan perhitungan kami," kata Joko. Dia juga mengatakan pembangunan fase I tahap pertama pada tahun 2009 itu bila dilihat secara kwartal, maka kwartal pertama ditargetkan selesai 20.86%, kwartal kedua 54.65%, kwartal ketiga 84.6%.

"Sisanya sekitar 20% bisa kita selesaikan pada kwartal keempat sekitar bulan November atau Desember 2009," kata Joko.

Joko berharap peran semua pihak yang terkait dengan pembangunan Bandara Kualanamu ini bisa mengeliminir faktor-faktor penghambat kelancaran proyek ini. "ini penting agar target waktu penyelesaian fase pertama tahap pertama ini bisa dipenuhi," kata Joko lagi.

Sementara itu menurut Kasi Keuangan dan Pelaporan PT Angkasa Pura II, Suparlan SIP yang hadir dalam pertemuan dengan Waspada Online, mengatakan pembangunan keseluruhan Kualanamu dibagi menjadi 3 tahap pembangunan disesuaikan dengan kebutuhan penerbangan dan pendanaan perawatan yang ada.

"Jadi tidak akan mubazir, bayangkan kalau bandara dipaksakan selesai dibangun untuk kapasitas 22 juta penumpang pesawat per tahun, tetapi tingkat kepadatan pada tahun tersebut baru mencapai 8 juta penumpang saja pertahun, maka pendapatan bandara tidak akan mencukupi untuk biaya perawatan," jelas Suparlan.

Dampak negatif mulai dirasakan masyarakat sekitar Kualanamu

Meutya Hafid: Masyarakat harus diberi pengertian

MHD DARWINSYAH PURBA
WASPADA ONLINE

MEDAN - Dampak negatif dari pembangunan bandara Kualanamu mulai dirasakan masyarakat yang tinggal di sekitar daerah tersebut. Akibat banyaknya truk penyalur bahan material yang berlalu lalang menuju Kualanamu, kini banyak diantara badan jalan yang menjadi rusak dan gersang.

Hal ini jelas menunjukkan bahwa telah terjadi sebuah kesalahan koordinasi dari tim kontraktor pembangunan bandara yang tidak mempertimbangkan keadaan lingkungan di sekitar Kualanamu. Pantauan tim Waspada Online ketika berkunjung ke daerah tempat pembangunan bandara, Minggu (28/12), terlihat bahwa jalanan yang mengarah dari dan menuju Kualanamu terlihat rusak parah, gersang dan berdebu.

Beberapa penduduk setempat yang dimintai keterangan, juga membenarkan keadaan tersebut. Kebanyakan dari mereka merasa bahwa pihak kontraktor sama sekali tidak memperhatikan keadaan lingkungan sekitar Kualanamu yang menyebabkan badan-badan jalan menjadi rusak sehingga masyarakat sekitar yang menjadi korban.

"Mereka seperti tidak peduli dengan keadaan masyarakat disini. Dengan keadaan seperti yang sekarang, kesehatan warga daerah disini tentu terganggu dengan banyaknya debu yang beterbangan, belum lagi aktifitas harian warga juga menjadi terganggu," ungkap Gunawan, salah seorang warga Pantai Labu ketika dimintai komentarnya.

Berkaitan dengan hal ini, pemerhati sosial yang juga calon legislator dari Partai Golkar daerah pemilihan Sumatera Utara I, Meutya Hafid, mengungkapkan kalau semenjak awal seharusnya pihak-pihak yang punya kepentingan dalam pembangunan bandara di Kualanamu juga memperhatikan kepentingan masyarakat dimana bandara tersebut dibangun.

"Sebaiknya ada saling pengertian dari kedua belah pihak. Para kontraktor tetap menjalankan tugasnya, namun tetap memperhatikan keadaan masyarakat di sekitarnya. Sementara itu, masyarakat juga harus diberi pengertian, bahwa pembangunan ini nantinya juga akan menguntungkan mereka, dan memerlukan proses yang cukup lama. Dengan begitu, pihak pembangun bandara dan masyarakat menjadi saling terkait dan mendukung pembangunan bandara ini," ujar Meutya kepada Waspada Online, tadi sore.

Semenjak pembangunannya sendiri, yang dimulai pada 2006, bandara Kualanamu telah mengundang banyak kritik, karena lambatnya pengerjaan yang menyebabkan rencana awal kalau bandara ini akan diresmikan pada akhir 2009, diundur menjadi tahun 2010.

Jumat, 26 Desember 2008

PPP: Keputusan MK bersifat "trial and error"

MHD DARWINSYAH PURBA & FAJAR ADESTYA
WASPADA ONLINE

MEDAN - Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan Pasal 214 UU No 10/ 2008 dan menetapkan suara terbanyak sebagai sistem penentuan caleg terpilih dinilai dapat mengganggu internal parpol.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai PPP Sumut Fadly Nurzal tadi sore menyatakan, walaupun secara umum keputusan tersebut tidak ada masalah dan tetap akan diikuti, secara internal pasti akan mengganggu. Sebab, partai politik (parpol) yang sebelumnya tetap mengikuti Undang Undang (UU) 10/ 2008 dengan mekanisme nomor urut harus mengganti strategi pemenangan.

"Pasti ada sedikit persoalan di internal partai yang sedikit mengganggu jika harus mengubah sistem nomor urut ke suara terbanyak, ketika PPP tetap berpedoman pada nomor urut, tentu parpol punya strategi tersendiri dalam penempatan caleg di setiap daerah pemilihan (dapil)," katanya.

Penempatan tersebut umumnya tidak berpedoman pada penempatan kader yang memiliki hubungan emosional kedaerahan, tapi pada kualitas dan kecakapan caleg. Dengan perubahan sistem suara terbanyak, kader putra daerah akan lebih menonjol dan berpeluang untuk terpilih karena memiliki hubungan emosional yang erat dengan dapilnya.

"Kami segera mengubah strategi," Fadly memastikan.

Ada persoalan mengganjal, lanjutnya, ketika sistem suara terbanyak ditetapkan dalam sistem pemilu yang proporsional terbuka. Sebab, mekanisme suara terbanyak berarti murni menggunakan sistem distrik yang mengarah pada sistem negara federal. Sementara itu, Indonesia secara tegas menolak sistem federal dan tetap pada negara kesatuan.

"Ini namanya perubahan sistem pemilu yang mengarah pada perubahan sistem ketatanegaraan. Dia berharap keputusan MK tersebut murni merupakan ketetapan hukum, tidak masuk dalam ranah politik," tuturnya.

Wakil Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PBB Sumut Bustinursyah Sinulingga menyatakan, keputusan MK tersebut membuktikan bahwa kebijakan perundang-undangan yang dikeluarkan pemerintah bersifat trial and error. "Jadi,wajar kalau kemarin ditetapkan besoknya sudah dibatalkan, menilai perubahan keputusan MK akan semakin membingungkan sistem pemilu. Masyarakat akan semakin jenuh dengan perubahan tersebut, jelasnya.

"Peraturan belum diterapkan secara operasional malah sudah berubah dan diganti," tandas caleg nomor urut 1 untuk DPRD Sumut Dapil Sumut I. Menurut dia, dengan sistem suara terbanyak, dikhawatirkan muncul persaingan politik yang tidak sehat. Bukan lagi kepentingan parpol yang diutamakan, tapi sudah pada kepentingan pribadi caleg. Serangan fajar dan money politics akan semakin gencar. Itu efek negatif ketika suara terbanyak dijadikan pedoman penetapan caleg terpilih," pungkasnya.