This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

Jumat, 21 Agustus 2009

PENGUMUMAN 1 RAMADHAN 1430 H

﴿شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ﴾ الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه، ومن تبعه فترسم خطاه؛ فجعل العقيدة الإسلامية أساسا لفكرته والأحكام الشرعية مقياسا لأعماله ومصدرا لأحكامه أما بعد،

Imam Bukhari telah mengeluarkan dalam kitab Shahih-nya melalui jalur Muhammad bin Ziyah, berkata: Aku mendengar Abu Hurairah ra berkata: Nabi SAW bersabda: Berkata Abu Qasim, Muhammad SAW:
صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته فإن غـبي عليكم فأكملوا عدة شعبان ثلاثين.

“Berpuasalah kalian karena melihat hilal, dan berbukalah kalian karena melihat hilal. Jika penglihatan kalian diselimuti mendung, maka sempurnakanlah hitungan Sya’ban menjadi 30 hari.”

Setelah mencari Hilal Ramadhan Mubarak pada malam ini, yaitu malam Jum’at, maka ru’yat Hilal secara syar’i tidak ditemukan, sehingga besok bilangan Sya’ban digenapkan, dan lusa, hari Sabtu adalah 1 Ramadhan Mubarak 1430 H.

Dalam kesempatan ini, Amir Hizbut Tahrir, al-’Alim al-Jalil ‘Atha’ bin Khalil Abu Rusytah, semoga Allah senantiasa menjaganya, mengucapkan selamat kepada umat Islam atas datangnya bulan Ramadhan Mubarak. Beliau memohon kepada Allah agar Dia memberikan pertolongan kepada umat ini dengan pertolongan yang mulia dan memenangkan. Sehingga Islam bisa diterapkan sebagaimana yang diperintahkan oleh Tuhan semesta alam. Islam juga bisa diemban ke seluruh dunia dengan dakwah dan jihad, sehingga bisa membebaskan manusia dari kegelapan Kufur menuju cahaya Islam. Amir, semoga Allah membimbing langkahnya, memohon kepada Allah agar Khalifah sendirilah yang akan menyampaikan sambutan Ramadhan pada tahun depan, dengan izin Allah. Ketika itulah, hati orang-orang Mukmin akan berbahagia atas pertolongan Allah.
﴿وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ﴾

Demikian juga, direktur Kantor Penerangan Pusat Hizbut Tahrir dan seluruh staf mengucapkan selamat kepada Amir Hizbut Tahrir yang mulia, dan seluruh kaum Muslim atas datangnya bulan yang agung ini. Dengan memohon kepada Allah SWT agar menjadi kita termasuk orang-orang yang terbebaskan (dari segala dosa) dalam bulan ampunan dan kebaikan ini. Kami juga memohon kepada Allah SWT agar mengantarkan kami pada malam Lailatul Qadar, dan memuliakan kami dengan dengan pahalanya yang agung.

Ya Allah, Tuhan langit dan bumi, muliakanlah kami dengan bai’at kepada Khalifah kaum Muslim dalam naungan Khilafah Rasyidah kedua. Allahumma Amin.

Wassalam

Malam Sya’ban yang digenapkan, tahun 1430 H
(sumber:hizbut-tahrir.or.id)

Jamsostek Belawan bangun 1450 unit rumah pekerja

MEDAN Menyambut bulan suci Ramadhan 1430 H, PT Jamsostek (Persero) Cabang Belawan menjalin tali kasih bersama 387 orang anak yatim Panti Asuhan Alwasliyah Pulau Brayan Medan. Tali kasih tersebut diwujudkan dengan melakukan punggahan melalui penyembelihan hewan lembu.
Kepala Kantor Cabang PT Jamsostek (Persero) Belawan Pengarapen Sinulingga saat ditemui kantor cabang di Jalan. Yos Sudarso No. 101 Medan mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian keluarga besar PT Jamsostek terhadap sesama, terlebih kepada kaum yang perlu mendapat perhatian.
“Ini merupakan ajang silaturahmi baik semua karyawan dengan sesama insan hamba Allah. Kita harus peduli terhadap mereka yang kurang beruntung,” kata Sinulingga dengan wajah prihatin merenungkan nasib warga yang masih banyak yang belum mendapat perhatian terutama saat krisis ekonomi global.
Kebersamaan Kantor Cabang PT Jamsostek (Persero) Belawan terlihat jelas. “Kita turut melibatkan Ikatan Isteri Karyawan Cabang Belawan. Ini kita lakukan swadaya dan gotong royong, dan mereka jugalah yang memasak daging hewan tersebut untuk disajikan kepada anak yatim, dengan harapan dapat dinikmati pada sahur perdana,” kata Sinulingga seraya menyebut kegiatan itu dikoordinir Ny. Ira Sinulingga selaku Ketua II Jamsostek Belawan.
Disamping daging hewan, Jamsostek Belawan pada kesempatan itu juga memberikan beras, mie instant dan telur untuk mendukung kebutuhan para anak yatim sebagai persiapan menyambut sahur dan berbuka puasa.
Pengarapen mengatakan sedang dibangun perumahan pekerja yang berlokasi di Griya Martubung dan Sungai Mati, sebanyak 1450 unit rumah untuk peserta jamsostek, yang diperkirakan akan selesai sebelum akhir tahun ini. “Kita sudah melakukan agreement dengan Perum Perumnas dan BTN, dimana uang muka dari PT Jamsostek maksimum Rp20 juta per orang,” ujarnya.
Pihaknya mengatakan, bagi peserta jamsostek yang berminat memiliki rumah pekerja, dapat menghubungi kantor Cabang Belawan.


RS Pirngadi sudah selesai 70%

MEDAN terhenti selama beberapa bulan, akhirnya pembangunan gedung lantai III RSUD Dr Pirngadi Medan yang akan diperuntukkan buat pasien miskin direncanakan selesai tahun ini juga.
Pj Walikota Medan, Rahudman Harahap mengenai rumah sakit milik Pemko Medan tersebut mengatakan "Pembangunan gedung itu, akan kita tenderkan kembali dengan segera agar dapat diselesaikan pada tahun ini," katanya.
Terkait dengan hal itu, Direktur Pirngadi Edwin Effendi menjelaskan, untuk dana lanjutan pembangunannya akan dipakai dari sisa anggaran sebelumnya. "Pembangunan yang sudah selesai 70%, tinggal finishing, dananya dari anggaran yang sudah ada, " jelasnya.
Diketahui, sebelumnya pembangunan gedung berlantai III tersebut dilaksanakan PT BS namun karena waktu penyelesaian yang tidak sesuai. Maka pembangunan yang bernilai miliaran tersebut diistanvaskan.
Menanggapi hal itu, Gubsu Syamsul Arifin mengatakan Pemprovsu sudah memberi kepercayaan kepada Pemko Medan agar menjadikan RSUD Dr Pirngadi menjadi lebih baik. Sebab, katanya, selama ini masih ada masyarakat yang mengeluhkan pelayanan.
“Kondisi Pirngadi semakin prihatin tetapi walau tetap berupaya. Orang bisa yakin dengan perlakuan Sabar, Senyum dan Sentuh, tetapi jika tidak mengalami perubahan ke arah yang lebih baik dalam 3 bulan ke depan, dengan sangat menyesal akan diambil kembali oleh Pemprovsu," kata Syamsul berharap kepada Walikota supaya menyelesaikan kevakuman di RS Pirngadi.


Pemprovsu bahas Ranperda SIUT

MEDAN Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara dalam waktu dekat ini akan memiliki wewenang untuk menerbitkan surat izin usaha tambang (SIUT dan surat izin semacamnya untuk usaha atau pengelolaan usaha atau jasa lain yang berkaitan dengan pertambangan dan kegiatan geologik.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Sumut, Washington Tambunan, kepada Bisnis menyatakan materi prosedur dan mekenisme perizinan usaha tambang dan semacamnya itu sudah dituang dalam bentuk draf rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang saat ini sedang memasuki tahap proses pendalaman yang melibatkan sejumlah pakar dari dan pejabat dari beberapa instansi terkait.
“Daerah Sumut sejak dulu memiliki potensi sumber daya alam (SDA) di sektor pertambangan mulai dari klasifikasian tambang kecil, menengah, hingga pertambangan besar yang bernilai ekonomi tinggi. Jadi, wajar kalau daerah memiliki kewenangan untuk menerbitkan izin-izin untuk usaha atau pengelolaan tambang di daerah sendiri. Selama ini, kan harus mengurus atau tergantung dari pihak pusat," katanya.
Sosialisasi awal Ranperda tersebut telah dilakukan pada acara Sosialiasi Bidang Geologi Propinsi Sumut di Tiara Convention Hotel Medan, yang juga dihadiri sejumlah pejabat dan pakar dari Badan Geologi Indonesia (BGI) Deptamben RI dari Jakarta. Materi Ranperda itu antara lain meliputi kebijakan dan ketentuan pengelolaan usaha tambang, klasifikasi produk dan jenis pertambangan, mekanisme usaha yang berkaitan dengan lingkungan hidup, prosedur antisipisasi dan mitigasi bencana geologis.
Bersama Kadistamben Kabupaten Dairi ST Manik dan Kasubdis Usaha Tambang Distamben SU Untungta Kaban menegas kan pihaknya tengah mengupayakan agar Ranperda tersebut bisa dituntaskan sehingga mulai berlaku setidak nya pada Oktober atau awal November tahun ini. Saat ini, pihaknya sedang menunggu agenda dan jadwal pembahasan lanjut dari pihak DPRD Sumut dan Gubernur Sumut.
Ketua Dewan Pakar Ikatan Ahli Geologi Indonesia (DP IAGI) Sumabgut Jonathan Ikuten Tarigan, secara khusus menilai terbitnya surat izin atau wewenang daerah Sumut untuk proses perizinan tersebut akan menjadi catatan sejarah baru di bidang ekonomi pertambangan di daerah ini.
“Penetapan materi dituang dalam Ranperda (draf) itu merupakan hasil terpadu yang juga melibatkan para pakar atau geolog dari IAGI, BGI, Distamben, dsb. Kelak warga atau dunia usaha daerah ini tak perlu jauh-jauh lagi mengurus izin ke pusat atau Jakarta. Selain rentang kendalinya akan lebih dekat dan masa proses yang cepat singkat, ekonomi sektor tambang juga bisa berkembang pesat,” katanya optimis.


Jasa Marga tingkatkan pelayanan dengan bangun gardu baru


Kepala PT Jasa Marga Cabang Belmera Medan, Ricky Distawardhana mengatakan, pihaknya tetap komit dalam peningkatan pelayanan terhadap pengguna jasa tol Belawan-Medan-Tanjungmora (Belmera). “Kami akan tetap berupaya menciptakan pelayanan penggunaan jasa tol yang lancer, aman dan nyaman,” kata Ricky Distawardhana.
Ricky menjelaskan, ada tiga bentuk pelayanan yakni pelayanan transaksi, lalulintas dan konstruksi. Pelayanan transksi Belmera, menurutnya dengan system tertutup, dimana pengguna jasa tol lebih dulu mengambil tiket masuk dan pembayarannya di gardu ke luar. Saat ini, di tol Belmera terdapat 6 gerbang masing-masing di Belawan, Mabar, Tanjungmulia, Bandar Selamat, Amplas dan Tanjungmorawa.
Untuk pelayanan kelancaran lalu lintas, pihak Jasa Marga menyediakan 3 unit mobil derek yang baru, mobil rescue dan ambulance. “Kesemua fasilitas tersebut stand by dalam waktu 24 jam,” katanya.
Ricky mengatakan, standard pelayanan yang dilakukan Jasa Marga tersebut, dievaluasi setiap 6 bulan sekali oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Terhadap konstruksi jalan tol, pihak Jasa Marga melakukan perawatan 24 jam agar jalan tetap mulus dan tidak berlubang. “Periodik perawatan sekali setahun,” katanya.
Menurut Ricky, untuk meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jalan tol, pihaknya dalam waktu dekat akan menyelesaikan pembangunan gardu baru dari Jalan Kolonel Bejo tembus ke Jalan Williem Iskandar (Jalan Pancing).
“Kawasan Jalan Cemara-Jalan Pancing itukan arus lalulintasnya cukup macet. Dengan dibukanya gardu tersebut, warga yang berada Perumahan Cemara Asri maupun kendaraan lainnya dapat memilih jalan alternatif tol,” katanya.
Gardu baru tersebut, kata Ricky, akan diselesaikan secepatnya. “Kita akan selesaikan secepatnya. Sekarang sedang tahap pengukuran dan penggambaran. Di sana akan dipersiapkan dua loket transaksi nantinya,” kata Ricky.
Kemudian, di Tanjungmorawa, Amplas dan Mabar, sudah dikerjakan penambahan lajur untuk memperlancar arus lalulintas. "Kita juga sudah mendirikan gardu satelit dan gardu tanpa orang, dimana pengguna jasa tol akan dilayani dengan mesin otomatis untuk mendapatkan tiket. Ini kita lakukan dalam rangkaian peningkatan pelayanan," katanya.

Senin, 17 Agustus 2009

Profile

Albert Kang: Iklan sebuah karya seni

Oleh: Darwinsyah Purba


Jalan menuju sukses begitu pahit tapi akan menghasilkan buah yang sangat manis hal tersebut benar-benar dirasakan salah satu pengusaha advertising sukses di kota Medan Albert Kang, Dirut PT Multigrafindo Mandiri. Berawal bekerja sebagai marketing iklan di sebuah suratkabar Bukit Barisan pada tahun 1978 dan di tahun 1987 dengan modal awal, menjual rumah untuk mendirikan perusahan advertising hingga sekarang.
Filosofi hidupnya, “Kejujuran, kepercayaan dan mengutamakan pelanggan” membawa bapak dari 3 orang anak ini ke gerbang sukses sebagai pengusahan iklan terkemuka. Namun, selain itu ternyata memiliki kecintaan terhadap seni, darah seni yang mengalir dalam tubuhnya dituangkan dalam sebuah produk iklan. Dan, Multigrafindo diambil dari hasil kreasi yang mandiri yang memiliki makna multi adalah warna dalam seni grafik. “Karena disini tempat pekerja seni,” ungkapnya.
Kepercayaan konsumen menjadikan PT Multigrafindo Mandiri Advertising berkreasi mengembangkan informasi promosi. Wujudnya, tahun 2000 pilihan pameran sebagai event promosi cukup efektif. Pusat pembelajaan dan hotel menjadi media. Dikemas dengan tema menyentuh masyarakat yakni Menara Expo ( 2001 ), Infotech ( 2002 ) dan masih banyak lagi event-event yang mampu menyedot banyak pengunjung dan transaksi yang sangat memuaskan peserta. Kreasi promosi terus mengalir menjadi yang pertama dan pelopor hadirnya TV Tron dan running Text di kota Medan sebagai media promosi elektronik yang efektif.
Kemasan promosi yang disediakan PT Multigrafindo Advertising berkembang dalam tatanan jasa penyelenggaraan undian promosi berhadiah. PT. Multigrafindo Advertising menyediakan jasa bentuk efektif penyelenggaraan undian promosi mulai dari pemilihan produk, promosi, perizinan, hadiah serta yang berhubungan dengan pajak undian.
Produk-produk PT. Multigrafindo Advertising ini menyebar dari kota Medan memasuki Wilayah tingkat II yang ada di propinsi Sumatera Utara. Lintas Antar Propinsi Sumatera Utara. Lintas Antar Propinsi juga dikerjakan PT. Multigrafindo Advertising menjawab kebutuhan konsumenya mulai dari propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Riau.
Produk iklan yang baik selain, memperhatikan estetika, kontruksi dan tata letak kota, bagaimana menggabungkan dengan seni sehingga akan melahirkan iklan dalam sebuah karya seni. Frame yang memiliki karya seni akan menghasilkan daya tarik bagi publik, kreator yang hebat akan menghasikan kreasi yang hebat dan berkualitas. Sampai dengan sekarang beliau sangat senang meninjau langsung ke lapangan, ia bias berjam-jam berada dilokasi memperhatikan produk iklan sangat indah tersebut. “Iklan adalah sebuah karya seni” ulangnya.

“Sebagai pengusaha advertising sudah seharusnya memperhatikan hal-hal tersebut dan satu hal lagi, kita siap menenerima kritikan dari orang lain karena kritikan apabila menjadi menjadi guru yang membuat jauh lebih pintar.” Pesannya dalam perbincangan informal dengan Bisnis.com dikantornya disela-sela kesibukan.

Di usia yang ke-49 tahun ini, ia berbagi pengalaman selain yang sudah dijabarkan di atas tadi, ia juga berpesan karena banyak tidak mengerti. oleh sebaba itu, kepada pengusaha advertising di kota Medan, sebagai perusahaan periklanan hendaknya memperhatikan letak arah mata angin, sebuah produk iklan seperti billboard jangan mengadab ke arah timur sebab, hal ini dapat membuat warna tidak dapat bertahan lama dan mengganggu orang-orang untuk melihatnya, sebaiknya mengadab ke utara. Dan, tetap mengkaji dan belajar dari buku-buku tentang iklan dan kontruksi sebuah iklan.

Phone : 061 - 786 7972 (Hunting) Fax : 061 - 787 1838, Medan www.multiadv.com






Syamsul Arifin: Birokrat berkarakter entrepreneur

oleh : Hambali Batubara

Syamsul Arifin, Gubernur Sumatra Utara 2008-2013 dikenal sebagai pribadi yang unik. Terkenal ramah, suka berguyon dan membantu. Tak jarang orang di sekitarnya terbahak-bahak mendengar leluconnya yang segar dan mengena, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika beberapa kali berkunjung ke Sumut.
Pria yang lahir 25 September 1952 lalu di Medan, mengaku tidak begitu menyukai aturan protokoler sebagai mana berlaku bagi seorang pejabat. Hal ini terlihat di masa kepemimpinannya selama dua periode Bupati Kabupaten Langkat Sumut,1998-2003 dan 2003-2008 dan Gubernur 2008 hingga sekarang. Ia tidak segan menyambangi masyarakat dengan sepeda motor sendirian dipagi hari ketika masih berdinas di Kabupaten Langkat dan jarang berpidatosesuai dengan teks pidato dan tidak menyukai basa-basi terhadap orang yang menyampaikan maksud dan tujuannya.
Ketika terpilih menjadi Gubernur Sumut, dia mengingatkan para pegawai, kunci melayani masyarakat harus disiplin, baik waktu maupun tanggung jawab. Untuk melakukan perubahan di jajaran stafnya, ia mengatakan tidak perlu dengan teori-teori baris-berbaris atau outbond, tetapi hanya dengan menyentuh hatinya agar bekerja lebih giat.
Syamsul saat baru terpilih menjadi Gubernur berpasangan dengan Gatot Pujo Nugroho sebagai wakilnya berjanji untuk lebih dekat dengan rakyatnya dengan membuka kantornya di Jalan Diponegoro sebagai rumah rakyat, sehingga siapa pun bisa bertandang ke sana.
Ia juga akan menyambangi setiap kabupaten/kota untuk menggerakkan roda pembangunan di Sumut. "Dalam sebulan saya hanya akan berkantor selama seminggu di Medan, dan sisanya saya akan berkeliling ke kabupaten/kota di Sumut," ujar Bapak tiga orang anak ini.
Menurut suami Hj. Fatimah Habibie mengatakan dirinya sekuat mungkin berusaha memenuhi janjinya ketika kampanye dulu sesuai dengan empat hal utama dalam misi dan visinya.
Keempat hal utama itu adalah mencegah masyarakat kelaparan dengan menggerakkan roda perekonomian; membuat rakyat tidak bodoh dengan meningkatkan kualitas pendidikan; membuat rakyat sehat dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan; serta membuat rakyat memiliki masa depan dengan memberikan semangat berupa keyakinan untuk menatap masa depan yang lebih baik." Slogan saya waktu itu (kampanye), rakyat tidak bodoh, tidak lapar dan tidak sakit," kata Syamsul yang juga pernah menjabat anggota DPRD Langkat dari Fraksi Golkar selama dua periode, 1977-1987.
Pada peringatan ulang tahun Pemprov Sumut yang ke 61, Syamsul Arifin mengatakan performa pembangunan ekonomi yang dicapai Sumut 2008 sampai posisi Triwulan IV ekonomi Sumatra Utara mampu tumbuh hingga sebesar 6,97% atau lebih tinggi dari keadaan ekonomi Tahun 2007 yang tumbuh 6,90%. "Secara sektoral pertumbuhan ekonomi tahunan itu didorong oleh sektor jasa, sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor keuangan dan persewaan" jelas Syamsul Arifin.
Syamsul mengatakan pemerintahanya juga berhasil mengatasi dampak krisis ekonomi global yang terjadi diakhir 2008 lalu.Kendati jumlah tenaga kerja yang di PHK meningkat 1800 orang, tetapi mereka tidak menjadi pengangguran aktif, melainkan masuk ke sektor informal.

Vincent Wijaya: Komit majukan ekonomi daerah

oleh : Yusran Yunus

Bak air sungai mengalir begitu derasnya, demikian juga dengan Vincent Wijaya, salah satu pengusaha sukses Medan. Dalam kesibukannya mengendalikan beberapa perusahaan di bawah naungan PT.Juta Jelita Grup, dia masih saja meluangkan waktu untuk memikirkan kemajuan perekonomian daerah Sumut.
Apa yang dia lakukan? Saban hari ia melihat masih begitu banyak pengangguran dan orang miskin terlihat di beberapa sudut Medan, ibukota provinsi Sumut. Ada isyarat dari sanubarinya, ingin memberi yang terbaik untuk masyarakat kurang beruntung tersebut.

''Paling tidak dalam konteks ini, saya terus bertekad sampai kapan pun agar operasional perusahaan saya berjalan normal, sehingga beberapa orang yang menggantungkan hidupnya pada perusahaan saya, tetap bekerja normal,'' katanya satu ketika dalam beberapa kali perbincangan informal dengan Bisnis.com.
Eksportir udang ini menggarisbawahi beberapa masalah serius yang perlu diperhatikan pemerintah daerah se-Sumut. Salah satunya, bagaimana menjalankan otonomi daerah agar bermanfaat langsung terhadap peningkatan kesejahteraan rakyatnya.
Menurut pemilik Taipan Restoran yang berlokasi di Capital Building Medan ini, tujuan obyektif dari otonomi daerah diantaranya meningkatnya tingkat pendapatan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Sayangnya dia tidak melihat hal itu tercapai.
''Yang saya amati selama beberapa tahun berjalan, otonomi daerah masih belum signifikan memberikan manfaat bagi masyarakat. Hal ini harus menjadi bahan evaluasi, tidak saja bagi pemerintah pusat maupun provinsi, tetapi juga bagi masing-masing pemda,'' ujarnya.
Di lain pihak, tutur dia, dunia usaha juga merasakan otonomi daerah belum terasa memberikan efek yang positif, bahkan dirasakan di saat otonomi daerah berjalan, high cost economy demikian menonjol.
''Tiap-tiap daerah otonom dalam sebuah provinsi, saling berlomba menggenjot meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), tanpa melihat efek negatifnya terhadap dunia usaha.''
Baginya, otonomi daerah itu harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi semua kalangan, tidak hanya bagi pemerintah, tetapi lebih dari itu adalah meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan rakyat. ''Salah satu rakyat itu kan pengusaha,'' ujarnya tersenyum.

Harry Sutanto: Bertekad jadikan Belawan pelabuhan international

oleh : Master Sihotang

Pelabuhan Belawan seiring waktu terus berbenah. Di bawah kepemimpinan Harry Sutanto, Dirut PT Pelindo I Medan bertekad menjadikan pelabuhan Belawan menjadi pelabuhan international, bukan pelabuhan pengumpan bagi Singapura dan Port Klang Malaysia yang selama ini dilakoni pelabuhan yang berada di Medan, Sumut itu.

Harry Sutanto, pria kelahiran Malang, Jawa Timur, 27 November 1957 adalah Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1996. Menurut penilaian ayah satu putri ini, sampai 25 tahun mendatang, belum ada pelabuhan di Sumatra yang mampu menandingi Belawan. Begitu hebatnya pelabuhan Belawan dimatanya.
Suami dari Endah Anggrowati yang mengikuti berbagai kursus kepelabuhan di dalam dan luar negeri itu, memang kembali diserahi pemerintah tugas menjadi Direktur Utama PT Pelindo I Medan periode 2009-2014, setelah sebelumnya Direktur Operasional (2004-2009) di Pelindo I Medan.
Mantan Direktur PT Jakarta International Container Terminal (PT JICT) periode 1999-2001 itu, tidak menduga bakal diangkat kembali untuk meneruskan jabatan nomor satu di pelabuhan nomor tiga terbesar di Indonesia itu.
Harry bertekad akan membawa Pelabuhan Belawan menjadi pelabuhan international sehingga ekportir dan importir bisa langsung mengapalkan produksinya tanpa harus melalui Singapura dan Malaysia.
Langkah-langkah yang dilakukannya untuk mewujudkannya adalah mengembangkan lapangan kontainer 100 hektare dengan menimbun laut. Kemudian, memperluas alur Pelabuhan Belawan dari 100 meter menjadi 200 meter, sehingga dapat dilalui dua kapal besar yang dapat keluar masuk dari dan ke dermaga sekaligus.
“Kendala saat ini adalah pendangkalan Belawan terlalu cepat sehingga harus dikeruk setiap tahun dengan biaya sedikitnya Rp30 miliar,” kata pria yang pernah menajdi manajer humas Pelindo II Jakarta.
Kalau pengembangan lapangan kontainer dan dermaga yang akan dimulai pada 2010 itu sudah selesai, menurut dia, Belawan akan menjadi pelabuhan internasional. Namun mewujudkan hal itu bukan perkara mudah.
Pelabuhan Belawan sudah terkenal dengan pelabuhan yang waktu tunggu kapal lama, peralatan minim, dan pelayanan masih belum dapat disejajarkan dengan pelabuhan internasional seperti Singapura, Hongkong, dan Port Klang, Malaysia. “Saya berobsesi selama kepemimpinan sampai 2014 Belawan sudah menjadi pelabuhan internasional, sehingga kapal-kapal besar mampu sandar di Belawan.”katanya.
Peluang untuk mewujudkan sudah ada setelah Islamic Development Bank (IDB) menyatakan komitmennya untuk mengucurkan dana memperluas dermaga dan lapangan penumpukan di Belawan. “Jika segera mendapatkan pembenahan dan melengkapi seluruh peralatan, maka sampai 2025 belum ada pelabuhan di Sumatra yang mampu menandingi Belawan.” ujarnya.
Selain itu, pihaknya sedang melakukan pembenahan non teknis seperti sumber daya manusia dan fasilitas dan prasarana pelayanan kepada pengguna jasa.Untuk menambah pemasukan, dia mengatakan mengurangi kerja sama operasional dengan pihak ketiga di Belawan yang selama ini sering kurang memberi arti bagi pemasukan perusahaan. Semua akan dikelola PT Pelindo I Medan, sehingga pemasukan semakin besar dan pemeliharaan peralatan mencukupi.”Kontrak kontrak kerja sama operasional (KSO) dengan sejumlah operator, kalau sudah habis tidak akan dilanjutkan,” terangnya.Operator tunggal yang sudah dimulai di Unit Terminal Peti Kemas (UTPK) Belawan tahun ini, menurut dia, sebagai salah satu bukti keseriusan manajemen PT Pelindo I Medan untuk membenahi pelayanan di Belawan.



Sejarah di kota Medan


Guru Patimpus sang pendiri Kota Medan

Kota Medan didirikan Guru Patimpus Sinambela pada tanggal 1 Juli 1590 atau pada 'Nggara 10 paka 5' menurut perkalaan Batak. Guru Patimpus Sinambela adalah cucu Si Singamangaraja melalui anaknya yang bernama Tuan Siraja Hita. Tuan Siraja Hita adalah anak kedua dari Jalipa. Anak pertama dari Jalipa ini yang bernama Tuan Manjolang kemudian menjadi Singa Mahraja di Bakerah (Bakkara). Karena abangnya Tuan Manjolang sudah menjadi Raja, Tuan Siraja Hita kemudian merantau, dan dengan menempuh perjalanan bertahun-tahun akhirnya sampailah ia ke Gunung Si Bayak.
Dari Gunung Si Bayak kemudian sampai di Kendit. Di sana, Tuan Siraja Hita kemudian membuka kampung, itulah keturunan Karo Sepuluh Dua Kuta (Toba: Sappuludua Huta, naraja) yang sekarang ini. Tuan Siraja Hita kemudian kembali ke Bakkara. Kawin di sana dan memperoleh 3 anak laki, yang tua Timpus, tengah si Pakan, dan yang kecil si Balige. Si Pakan dan Si Balige kemudian menjadi raja, masing-masing di Pakan dan di Balige. Sedangkan si Timpus pergi ke hutan mencari ilmu. Sepulang dari hutan ia oleh orang-orang memanggilnya Guru Patimpus.

Guru Patimpus pertama kawin dengan putri Ketusing dan mendapat 7 orang anak. Yang pertama Sibenara, kedua si Kuluhu, ketiga si Batu, keempat si Salahan, kelima si Paropa, keenam si Liang Tanah, dan ketujuh anak perempuan dikawinkan dengan Raja Tangging. Guru Patimpus selalu membuka kampung dan menamai kampung tersebut sesuai dengan nama anak-anaknya.

Setelah mendengar di Karo ada huru-hara, ia pun kesana dan memadamkan kegaduhan tersebut. Di sana ia kawin yang kedua dan mendapat anak 2 orang yakni, Si Gelit dan Si Jahei. Setelah menyelesaikan kegaduhan di Batu Karang, iapun kawin yang ketiga dan memperoleh anak, yaitu si Ajji. Untuk si Ajji dibuka kampung bernama Perbaji. Tak berapa lama kemudian ia mendapat anak lagi dan diberi nama Si Raja Hita (mengambil nama bapanya, naraja) dan membawa si Raja Hita ke dusun Langkat mencari tanah yang baik, yang kemudian tanah itu diberi nama Durian Kerajaan dengan Si Raja Hita menjadi raja di sana. Ketika inilah Guru Patimpus mendengan kabar: "...Jawi said datang dari negeri Jawa..."

Mendirikan Kampung Medan

Setelah bertemu dengan Datuk Kota Bangun dan masuk Islam, Guru Patimpus kemudian tinggal di kuala Sungai Sikambing. Setelah kawin yang keempat dengan putri Panglima Hali raja bangsa Tarigan dari dusun Berayan, ia pun pindah dan membuat kampung Medan. Setelah selesai mendirikan kampung Medan, ia memerintah disana. Di sinilah ia mendapat anak lagi yaitu si Kolok dan Si Kecik. Sebelum ia masuk Islam, ia mengatakan: "....aku pikir jikalau aku tiada masuk Islam, tentulah tanah kita yang dekat laut diambil oleh Jawi dari seberang..."

Riwayat Hamparan Perak

Cerita di atas bukan dongeng, tapi sejarah yang terekam di dalam naskah Hamparan Perak. Dokumen Hamparan Perak inilah yang dijadikan sebagai salah satu bahan riset oleh Panitia Penyusun Hari Jadi Kota Medan yang diketuai oleh Prof. Mahadi, SH , dimana pada hasil rapatnya yang terakhir Tanggal 24 Oktober 1973 mengemukakan, bahwa: " Kuta Medan didirikan oleh Guru Patimpus sendiri pada tanggal 1 Juli 1590 pada 'Nggara 10 paka 5' menurut perkalaan Batak"



*150 Year Tjong A Fie Heritage Eshibition
Sejarah Perjalanan Tjong A Fie Hidup Hingga Kini

Tak terasa, 150 tahun sudah kita diingatkan akan seorang saudagar etnis tionghoa yang banyak memberi jejak perniagaan masa lampau di Medan. Tjong A Fie, seorang dermawan yang tiada taranya telah mengangkat tatanan ekonomi dalam kehidupan masyarakat Medan yang wafat pada 4 Februari 1921 silam, dan dimakamkan di Pulo Brayan.

Kediaman Tjong A Fie yang terletak di jalan Jendral A. Yani No. 105 sampai sekarang tetap dengan bentuk apa adanya dan dalam kondisi relatif baik. Untuk mengenang wafatnya Tjong A Fie pihak keluarga dan The Tjong A Fie Memorial Institute membuka Pameran 150 Year Tjong A Fie Heritage Eshibition, Kamis (18/6) lalu.

Peringatan itu dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara, Ir. Nurlisa Ginting, M.Sc mewakili Gubernur Sumatera, Syamsul Arifin, SE. "Kediaman Tjong A Fie ini sangat unik dengan ornamen yang menghiasi atap dan setiap sudut ruangan bercorak Melayu, Eropa dan China, sangat cocok sebagai objek wisata. Saya mengharapkan agar masyarakat dapat mengikuti sejarah dan budaya yang berkembang di Medan yang dipelopori oleh Tjong A Fie ini," tutur Nurlisa Ginting kepada wartawan.

Peringatan ini dimaksudkan untuk mengajak masyarakat menyaksikan pameran tersebut dalam waktu dekat ini. Bentuk pameran yang telah digelar diantaranya adalah pembukaan pameran photo-photo sejarah-sejarah perjalanan Tjong A Fie dan keluarga, museum dan gallery Tjong A Fie, pameran masakan kuliner peranakan, serta bazaar.

Selain itu, kadis berharap dengan dibukanya rumah tersebut dapat menambah kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Peringatan itu pun dibuka dengan pagelaran Tarian Melayu dan pertunjukan Barong Shai. Dihadiri pula oleh Duta Besar Jerman, Mr. Paul Matzalhn.

Mengenang kisah Tjong A Fie dahulu, adalah perantau China yang datang dari Hokian. Dengan bermodal sepotong kayu pikul untuk mengumpulkan goni-goni bekas dan botol-botol kosong. Dia berhasil membangun kerajaan bisnisnya di Medan. Dia mendirikan toko yang diberi nama Kesawan dan kemudian menjadi nama kawasan tersebut. Sayangnya, tidak seorang pun di antara anak dan cucunya mampu mempertahankan bisnis Cong A Fie. Rumahnya yang begitu megah di Kesawan, masih berdiri dengan kokoh menunjukkan sisa-sisa kejayaan Cong A Fie.

Konon, banyak sekali harta peninggalan berupa tanah dan bangunan milik Tjong A Fie yang ada di Medan. Ada juga tanah peninggalannya yang sangat luas di daerah Deli Tua, bahkan hingga daerah Medan Labuhan.

Fon Prawira, salah seorang cucu (generasi ketiga) Tjong A Fie mengaku dari sekian banyak tanah peninggalan kakeknya, sebahagian besar memiliki sertifikat walaupun hampir semuanya sudah tidak menjadi milik mereka lagi. Namun, masih berdirinya kediaman Tjong A Fie ini membuktikan sejarah perjalanan hidupnya yang berhasil dalam perniagaan masih hidup hingga kini.


Renovasi

Kediaman Tjong A Fie yang masih ada kini menurut pihak keluarga, Fon Prawira, membutuhkan biaya perawatan yang tidak sedikit. Diperkirakan, sekitar 2 miliar dana harus disiapkan guna merenovasi dan perawatan kediaman tersebut.

"Selama ini, kediaman Tjong A Fie kakek kami belum pernah direnovasi secara utuh. Sebab, dana yang kami miliki sangat terbatas. Alangkah baiknya kediaman ini direnovasi sedemikian rupa agar dapat menampung masyarakat yang berkunjung nantinya," demikian kata Fon Prawira.

Fon mengakui, memang ada bantuan yang pernah diterima dari Pempovsu, tapi hanya Rp20 juta. Sementara Pemko Medan sendiri belum pernah memberikan bantuan biaya renovasi yang sebelumnya sempat berjanji. Namun hingga kini belum juga terealisasi.

Sementara Nurlisa Ginting selaku Kadis Kebudayaan dan Pariwisata mengatakan sudah membahasnya dengan pihak pengelola kediaman Tjong A Fie ini. Nurlisa meminta agar The Tjong A Fie Memorial Institute beserta pihak keluarga membuat program prioritasnya. "Harus ada kejelasan tentang program prioritas yang harus dibuat pengelola kediaman ini. Kami berharap hal ini dilakukan dengan profesional dan terbuka," ungkapnya.

Dosen Universitas Sains Malaysia Gali Sejarah Tjong A Fie


Universitas Sains Malaysia (USM) Penang, Research & Post Graduate Studies, Assoc, Prof Sohaimi Abdul Aziz didampingi Associate Professor, Dr Noriah Mohamed mengunjungi kediaman Tjong A Fie, Jalan Ahmad Yani Medan, pekan lalu.

Dalam kunjungan tersebut,Tjong A Fie Memorial Institute dan Dosen USM sepakat akan mengadakan seminar sejarah peranakan Tionghoa dan pameran pada bulan September mendatang sekaligus menandatangani memorandum of understanding (MoU) untuk menjalin kerjasama yang lebih erat lagi dari segi budaya dan sejarah di masa mendatang.
“Dukungan dari masyarakat luas, Pemda Medan dan Pemprovsu sangat diharapkan dari kegiatan ini karena sejarah budaya peranakan Tionghoa akan kita angkat dalam seminar tersebut,” kata Pendiri Tjong A Fie Memorial Institute, Fon Prawira dalam siaran persnya.
Dikatakan, kelak di Medan akan dibentuk sebuah lembaga yang akan merintis atau memajukan kepentingan sejarah budaya peranakan Tionghoa yang berhubungan erat dengan Tionghoa peranakan Malaysia. Sementara itu, menurut Dosen USM, Sohaimi, tujuan kedatangan mereka adalah untuk membuat penyelidikan peranakan Tionghoa di Medan dan melihat hubungannya dengan Tionghoa peranakan di Pulau Penang.
Berdasarkan informasi dari Fon Prawira selaku salah seorang cucu Tjong A Fie kata Sohaimi, dari segi sejarah Tjong A Fie dan istrinya Lim Koei Yap apabila ditelusuri sepertinya memiliki hubungan dengan Pulau Penang. Hal ini dapat dilihat dari foto dan pakaian yang dikenakan istri Tjong A Fie.
“Setelah kembali ke Pulau Penang kami akan segera mencari dan menelusuri jejak-jejak sejarah dan bukti-bukti yang ada, khususnya istri Tjong A Fie karena orangtuanya berasal dari keluarga Melayu Pulau Penang. Kita sendiri tidak mengetahui secara mendetail beluk-beluknya, apakah mereka orang Siam atau Melayu. Dari foto-foto yang ada sepertinya orangtua Lim Koei Yap memang orang tempatan atau penduduk lokal Pulau Penang. Ini bisa diketahui dari busana yang dikenakannya,” kata Sohaimi.
Sohaimi menambahkan, usai menyelidiki peranakan Tionghoa di Medan, dirinya akan melanjutkan penyelidikan tersebut ke Phuket. ”Peranakan Tionghoa cukup besar dan tersebar di mana-mana dan kami akan menyelidikinya seca lebih luas lagi,” ucapnya.
“Kami bernasib baik bisa menemukan kediaman Tjong A Fie dan bertemu cucunya. Ternyata rumah Tjong A Fie ini lebih hebat lagi dari rumah pamannya Tjong Fatt Tze yang ada di Pulang Penang. Barang-barang yang dipamerkan di dalam rumah ini perlu dilakukan penambahan seperti artifak dan lainnya. Oleh sebab itu kami akan menggelar seminar dan menandatangani MoU,” kata Suhaimi.

Kediaman Tjong A Fie Terbuka Untuk Umum


Selama ini, kediaman Tjong A Fie yang menjadi satu-satunya peninggalan yang masih utuh tidak pernah dibuka untuk umum dalam jangka waktu yang relatif lama. Pameran 150 Year Tjong A Fie Heritage Eshibition, Kamis (15/6) lalu itu merupakan simbol akan dibukanya kediaman itu bagi masyarakat umum hingga 18 Agustus 2009 nanti.

Itu dilakukan karena adanya tuntutan dari berbagai kalangan termasuk Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin yang menginginkan kediaman yang penuh sejarah itu bisa dikunjungi secara umum oleh masyarakat. Pada suatu kesempatan, gubsu pernah bertemu dengan salah satu cucu Tjong A Fie yang merupakan keturunan ketiga, Fon Prawira, agar pihaknya memberi kesempatan bagi masyarakat dapat mengikuti dan menelusuri sejarah yang ditorehkan dalam perjalanan hidup Tjong A Fie.

Tjong A Fie, konon adalah seorang yang gemar membantu orang tanpa memandang etnis dan banyak mendirikan rumah ibadah. Istrinya pun adalah wanita keturunan melayu asa Binjai. Sangat banyak jejak sejarah Tjong A Fie, baik dari bidang perniagaan maupun sosial kemasyarakatan yang berbaur dengan etnis lainnya di Medan dahulu.

Rumah Tjong A Fie dibangun dengan konstruksi beton dan kayu. Desain interiornya memancarkan kharisma yang kuat pada sosok yang megah luas. Secara umum, bangunan ini terbagi menjadi bagian depan untuk menerima tamu, bagian tengah yang terbuka beratap langit, tempat sembahyang, dan bagian dapur. Selain itu, terdapat juga bagian samping berupa kamar-kamar keluarga dan taman. Sebagian ruangan samping bagian belakang dijadikan gudang dan kamar pelayan.
Bangunan utama dibangun berlantai dua. Lantai kedua disokong oleh kayu-kayu besar yang ditutup papan-papan tebal. Secara umum, bangunan lantai dua memang terbuat dari kayu. Seluruh kusen dan perlengkapan interior dirancang dengan kayu-kayu terbaik yang utuh. Namun sayang, sebagian mulai rapuh dimakan waktu. Bangunan ini masih terlihat mewah meski membutuhkan sentuhan renovasi untuk kelayakannya sebagai objek kunjungan wisata di Medan.

Fon Prawira, cucu Tjong A Fie berusaha menjadikan kediaman ini menjadi objek wisata yang menarik. "Kami melalui The Tjong A Fie Memorial Institute tengah berupaya menjadikan kediaman ini menjadi objek wisata. Lembaga ini terdiri dari dosen-dosen USU, Nommensen, Unimed sebagai pembinanya. Melalui lembaga inilah kediaman ini akan diupayakan menjadi objek wisata yang baik," kata Fon ketika ditemui Nasional Pos di Kediaman Tjong A Fie, Kamis (18/6) disela-sela Pameran 150 Year Tjong A Fie Heritage Eshibition berlangsung.

"Kami sedang merintis program kedepan untuk menjadikan kediaman ini sebagai objek pariwisata di Medan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut meminta kami menyiapkan program prioritasnya. Itu sedang kami kerjakan sekarang," katanya lagi.

Selama ini kata Fon, sejarah Tjong A Fie masih banyak yang belum diketahui oleh masyarakat. Sejarah itu sendiri katanya tidak mungkin ditutup-tutupi apalagi dihilangkan. "Kami mencoba memberikan nuansa yang terbuka. Karena selama ini sepertinya masih banyak sejarah yang belum terekspose oleh masyarakat. Jadi, dengan ini kita bermaksud membuka kediaman Tjong A Fie ini untuk dapat dikunjungi masyarakat," ungkapnya.

Dari sejarah ini, menurut Fon dapat diketahui bahwa Tjong A Fie tidak hanya bergelut dalam sistem perniagaan, tapi juga disegala sektor, termasuk spiritual keagamaan dan sosial kemasyarakatan yang tidak membeda-bedakan etnis dan agama.


Foto-foto Rumah bersejarah Tjong A Fie