This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

Rabu, 26 November 2008

51 buruh PT Unibis 'nginap' di DPRD Sumut

MHD DARWINSYAH PURBA
WASPADA ONLINE

MEDAN - Sebanyak 51 buruh PT Universal Indofood Product (Unibis), sudah Memasuki hari ke sembilan menginap di halaman Kantor DPRD Sumut. hingga tuntutan mereka dipenuhi. Koordinator aksi, Sukriani,36, mengatakan sejak tanggal 14 November lalu, mereka bertahan di gedung DPRD Sumut.

Para buruh menuntut dipekerjakan kembali di PT Unibis dan jika mereka di PHK berikan hak mereka sesuai UU 21/2000. “Kami akan terus bertahan sampai tuntutan kami dipenuhi,“ ujarnya.

Sukriani mengatakan PHK yang dilakukan pihak manajemen tidak masuk akal dan semena-mena. Sebelumnya ada tujuh orang rekan kami yang di PHK sepihak, lalu sebagai solidaritas kami pun menggelar aksi mogok, nah setelah itu 44 buruh di PHK karena kami membela rekan-rekan kami yang di PHK,” tambahnya.

Mengungkapkan nasib mereka semakin memprihatinkan akibat dari sikap dan tindakan pengusaha yang sewenang-wenang, bahkan pengusaha sesuka hati melakukan tindakan skorsing, PHK sepihak, memaksa buruh perempuan bekerja diluar jam kerja tanpa menghitung uang lembur dan pelanggaran hak lainnya. sejumlah buruh yang di PHK ada yang telah bekerja selama 17 tahun. “Yang paling lama sekitar 17 tahun, sedangkan yang baru sekitar 4 tahun, saya sendiri telah bekerja selama 14 tahun,” ungkapnya.

Dia menambahkan pada tanggal 21 November lalu, komisi E DPRD Sumut sudah memanggil Direksi PT Unibis, namun belum ada hasil keputusan. Pihak direksi akan memberikan tanggapan satu minggu setelah pertemuan dengan komisi E. Selama itu juga para buruh tetap akan bertahan di gedung DPRD Sumut.

Sebelumya, Jumat (14/11) lalu, puluhan buruh PT Unibis melakukan unjukrasa ke gedung DPRD Sumut. Mereka mogok kerja dan memprotes tindakan PHK sepihak yang dilakukan manajemen terhadap 51 buruh yang memperjuangkan haknya.

Salah seorang buruh PT Unibis, Ani mengatakan kepada Waspada Online, hal tersebut dilakukan buruh untuk menunggu hasil pertemuan antara pimpinan PT Unibis dengan anggota DPRD sumut pada tanggal 21 November 2008 lalu yang akan diberitahu 10 hari kemudian.

“Kami masih menunggu hasil dari pertemuan tersebut, pengumumannya akan diberitahukan setelah 10 hari sejak tanggal 21 November 2008, kami menunggu di sini saja, lagi pula ongkos kami untuk pulang ke rumah sudah tidak ada lagi,” ujarnya.

“Saya harap kami bisa bekerja lagi di perusahaan tersebut, keputusan yang akan diumumkan nantinya dapat mengembalikan status mereka menjadi buruh di PT Unibis. Agar keluarga kami di rumah bisa makan,” ujarnya.

Sebelumnya, aksi menginap di Kantor DPRD Sumut ini berawal dari mogok kerja yang dilakukan para buruh, pada 9 April hingga 10 April 2008 lalu. Ketika itu pihak perusahaan memaksa buruh perempuan untuk bekerja di luar jam kerja tanpa perhitungan waktu lembur.

Akibatnya 51 buruh dikenakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak karena dianggap terlalu melawan keputusan perusahaan. Dan membuat persetujuan bersama dengan mencantumkan poin pihak pengusaha tidak akan melakukan tindakan semena-mena terHadap buruh. Tapi pengusaha tidak menjalankannya, bahkan sebulan setelah ditandatangani persetujuan, piHak ,manajemen mem-PHK pengurus serikat buruh yang ikut dalam aksi mogok kerja sebelumnya.

DPRD Sumut didemo DKR

MHD DARWINSYAH PURBA
WASPADA ONLINE

Sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Sumut berunjukrasa di DPRD Sumut, tadi pagi.

Mereka menilai kebijakan Departemen Kesehatan RI tentang Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) belum ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah secara serius. Sejak diberlakukannya Jamkesmas pada September 2008, banyak masyarakat miskin di luar kuota Jamkesmas yang membutuhkan penanganan kesehatan.

Pimpinan aksi, Sugianto saat berorasi menegaskan, “Sesuai dengan SK Menteri Kesehatan No. 125/Menkes/II/2008, masyarakat miskin yang membutuhkan penanganan kesehatan itu menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi/pemerintah kabupaten/pemerintah kota,” .

Mereka meminta kepada Pemerintah Sumut untuk segera menyediakan anggaran dalam RAPBD 2008 untuk jaminan kesehatan rakyat miskin di luar kuota Jamkesmas minimal sebesar lima persen. Agar jaminan kesehatan masyarakat dapat tersosalisikan dengan baik dan benar.

Ina,45, salah seorang pengunjukrasa berharap pemerintah benar-benar mengalokasikan anggaran untuk masyarakat miskin, agar kehidupan masyarakat miskin terjamin dari segi kesehatan.

Pasca kebakaran Mangkubumi: Ratusan Anak Kehilangan Peralatan Sekolah

MHD DARWINSYAH PURBA
WASPADA ONLINE

Kebakaran di Jln Mangkubumi di pinggiran Sungai Deli Lingkungan IX Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimoon yang 300 rumah yang didiami 800 jiwa musnah terbakar. Melukai 50 jiwa dengan kerugian mencapai Rp1,5 miliar. Sekitar 600 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal sehingga harus ditampung di tenda penampungan.

Evakuasi dan rehabilitasi di lokasi kebakaran Jln Mangkubumi Medan masih terus berlangsung. Namun kisah sedih masih terus mewarnai para korban kebakaran. Tidak terkecuali bagi anak-anak.

Dari data yang dihimpun Waspada Online dari posko layanan anak tadi pagi. Madya Insani di lokasi penampung kebakaran mengatakan, ada ratusan lebih anak korban kebakaran yang kehilangan peralatan sekolah. Oma, penjaga posko layanan anak mengatakan, peralatan sekolah itu begitu mereka butuhkan mengingat anak-anak harus segera sekolah, apalagi anak-anak saat ini tengah ujian.hal ini sangat mengganggu proses bejalar mereka.

"saat ini mereka terpaksa tidak bersekolah, padahal saat ini mereka sedang ujian. Mereka terpaksa tidak bersekolah karena baju seragam dan peralatan sekolah mereka musnah terbakar. Mereka mengaku sangat mengharapkan bantuan agar mereka secepatnya bisa bersekolah kembali.Selain peralatan sekolah, hal yang tak kalah penting yang telah hilang akibat kebakaran tersebut adalah surat kelahiran anak dan rapor. Posko pelayanan anak ini mendata setiap anak yang telah hilang. Dan berharap pemerintah memberikan kemudahan untuk kepengurusannya nanti,"katanya.

Selasa, 25 November 2008

My Design





























design: MHD DARWINSYAH PURBA

Nasib guru harus diperhatikan!

MHD DARWINSYAH PURBA
WASPADA ONLINE

MEDAN - Meski usia Hari Guru sudah 63 tahun, namun nasib mereka masih di bawah rata-rata alias masih banyak guru yang belum sejahtera. Isu kesejahteraan guru sudah lama bergulir, isu tersebut bak, bola salju yang semakin hari, semakin besar yang menjadi delima bagi guru dan pemerintah.

Hari Guru Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November merupakan hari ulang tahun PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Hari Guru Nasional bukan hari libur resmi, tetapi dirayakan dalam bentuk upacara peringatan di sekolah-sekolah dan pemberian tanda jasa bagi guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah.

Kalangan guru meminta pemerintah memperhatikan kesejahteraan para guru. Ungkapan ini disampaikan para guru menyambut Hari Guru Nasional dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-63 yang jatuh hari Selasa (25/11).

“Pemerintah harus terus memberikan perhatian pada guru. Masalah kesejahteraan guru menjadi isu yang sangat penting dibicarakan pada Hari Guru Nasional ini,” kata Wakil Kepsek SMA Negeri 3 Medan, Emiruddin Harahap kepada Waspada Online tadi pagi.

Menurut Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Kisaran, Bangsawan Hasibuan, S.Pd melalui via seluler kepada Waspada Online mengatakan, "pemerintah agar selalu memperhatikan kesejahteraan para guru dengan tindakan nyata seperti memberikan subsidi materi yang layak karena selama pemerintahan memberikan kurang layak apalagi ditambah situasi perekonomian sekarang belum stabil sehingga dirasakan gaji guru jauh di bawah standar terutama guru yang masih golongan rendah (golongan 2) dan honor," katanya.

"Masalah sertifikasi guru yang sedang di galakkan di oleh Diknas untuk para guru senior jangan dipersulit karena sertifikasi tersebut sangat membantu kesejahteraan para guru baik di kota maupun di daerah-daerah. satu hal lagi, untuk peneriman CPNS untuk guru diharapkan pemerintah murni untuk menyaring para calon-calon guru tersebut agar mutu pendidikan di Indonesia berjalan dengan baik dan benar sehingga bangsa dan negara ini lebih maju," tambahnya.

Pengamat sosial Prof. Dr. Suwardi Lubis, MS. mengatakan "Nasib guru harus diperhatikan baik dari segi kebutuhan sandang, pangan dan papan karena hal tersebut untuk menunjang kinerja dan kualitas mengajar mereka. pemerintah harus pro aktif dan tanggap dalam melihat keluhan mereka keran guru adalah seorang pahlawan tanpa tanda jasa, guru adalah mesin cetak generasi bangsa ini" tegasnya.

Hujan guyur Hari Guru

MHD DARWINSYAH PURBA
WASPADA ONLINE

MEDAN - Sejak tadi pagi kota Medan diguyur hujan, sejumlah sekolah-sekolah yang sedang merayakan Hari Guru sangat terganggu namun dengan hujan yang turun tidak ternyata tidak mengganggu aktifitas mereka untuk merayakan hari Guru tersebut.

Dalam memperingati Hari Guru Nasional dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ke-63 yang jatuh hari ini, tadi pagi, suasana di Kota Medan yang mendung. Bahkan hujan lebat sudah turun di beberapa wilayah di Sumatera Utara. Balai Meteorologi dan Geofisika (BMG) menyatakan hujan merata kembali melanda Sumut akibat mulai berakhirnya angin musim timur.

Seperti kegiatan yang dilaksanakan Panca Budi di Jln Jend. Gatot Subroto Medan, "meski rintik-rintik hujan mewarnai pelaksanaan upacara tetap dilaksanakan dengan khidmat dan penuh hikma. Selain itu, kegiatan yang kami adakan seperti lomba masak antarguru, pidato berbahasa Inggris antarguru tapi bukan guru dibidang bahasa Inggris, karya ilmiah karena para guru diberi insentif Rp150.000 per guru oleh pihak yayasan. Jadi, dengan begitu kegiatan di sini menjadi lebih meriah," tegasnya Nurhilmi Daulay salah seorang guru.

Menurut Seksi Data dan Informasi BMG Stasiun Bandara Polonia, Firman mengatakan kepada Waspada Online “Cuaca mendung disertai hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini akibat dari fenomena alam yang menjelang berakhirnya angin musim timur,” katanya.

Dia menambahkan menjelaskan, akibat kondisi itu maka saat ini di perairan pantai timur Sumatera atau Selat Malaka terjadi gejala cuaca angin yang memutar sehingga terjadi pengumpulan awan yang memanjang ke Sumut.

"Awan yang memanjang tersebut sangat berpotensi menimbulkan hujan sewaktu-waktu sepanjang hari, karena pada saat yang bersamaan gangguan cuaca di Laut China Selatan telah mengirim uap air ke Selat Malaka. Uap air yang cukup basah dari Laut China terus dikirim ke Selat Melaka yang mengarah ke Sumut menyebabkan terjadinya hujan yang terjadi secara regional dengan intensitas ringan hingga lebat," tambahnya.

Senin, 24 November 2008

2 pelaku 'cyber crime' di tangkap!

MHD DARWINSYAH PURBA
WASPADA ONLINE
MEDAN - Poltabes Medan menangkap dua tersangka pelaku cyber crime. Dari pelaku, berhasil diperoleh barang bukti berupa sebuah komputer, kartu ATM, KTP, serta jam tangan dan dua unit handphone, tadi sore.

Tersangka DH,30, dan NN,28. Keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif, di Poltabes Medan. Kedua tersangka tersebut ditangkap di kantor Bank Mandiri Jln Cirebon, Medan, saat akan mengambil uang hasil setoran seorang korban berkewarganegaraan Swedia berjumlah Rp100 juta. Uang tersebut dikirimkan korban sebagai uang muka pembayaran atas produk yang diiklankan tersangka melalui www.ebay.com.

Produk yang ditawarkan itu fiktif. Melalui situs tersebut keduanya mengiklankan produk telefon genggam mutakhir seperti Nokia N-95 dan komputer jenis Toshiba dengan harga relatif murah sehingga menarik perhatian para korban.

Modus mereka terbongkar menyusul adanya laporan dari Interpol yang menerima pengaduan enam orang korban dari tiga negara di Amerika Serikat dan Eropa tentang kejahatan yang dilakukan keduanya. Para korban mengirimkan uang melalui rekening di Bank Mandiri atas nama David William, yakni nama palsu tersangka Dicky Hasudungan Silalahi dengan alamat yang juga palsu di Medan Denai.

Setelah bekerja sama dengan bank, kedua pelaku berhasil diciduk. Kepada juru periksa, tersangka NN menyatakan, sudah beberapa kali melakukan aksinya. Sejauh ini berhasil menggasak hingga Rp500 juta rupiah. Sementara Rp100 juta yang masih berada di rekening tersangka, saat ini diblokir.

Polisi masih mendalami perkara tersebut. "Tersangka diancam melanggar pasal 35 UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta UU No 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang," ujar Kepala Poltabes Medan AKBP Aton Suhartono.