This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

Kamis, 04 Desember 2008

Sosialisasi UU Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Tidak Maksimal

MHD DARWINSYAH PURBA
WASPADA ONLINE

Undang-undang No. 4 tahun 1990 tentang tentang serah simpan karya cetak dan karya rekam, tidak berjalan disebabkan minimnya sosialisasi yang dilakukan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sumatera Utara, akibatnya banyak penerbit dan perusahaan rekaman tidak menyerahkan karyanya ke perpustakaan.

Dampak dari para penerbit maupun pengusaha rekaman yang tidak menyerahkan karyanya dapat dinilai tidak berkualitas dan menghambat kreatifitas generasi muda yang ingin memanfaatkan karya mereka.

Tidak adanya penyidik pegawai negeri sipil atau PPNS di badan perpustakaan dan arsip daerah maupun di tingkat nasional menjadi permasalahan pokok setiap bentuk pelanggaran di wilayah perpustakaan khususnya di Sumatera Utara. Demikian dikatakan Kepala Direktorat Deposit Bahan Pustaka Perpustakaan Nasional, Rohingah dalam rapat koordinasinya di Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Sumatera Utara.

Menurutnya, tidak adanya bentuk kasus pelanggaran sejak diterbitkannya undang-undang No. 4 tahun 1990 tentang serah simpan karya cetak dan karya rekam itu, karena tidak adanya laporan dari pihak yang berwenang yaitu PPNS ke polisi.

Padahal sejak diterbitkannya undang-undang itu banyak penerbit dan pengusaha rekaman yang tidak menyerahkan karyanya ke pihak perpustakaan, dan ini sangat bertentangan dengan isi kandungan undang-undang tersebut.

Kepala Unit Fiskal Moneter dan Devisa Satuan Ekonomi Direktorat Reskrim Polda Sumut, Komisaris Polisi Ahmad Yanuari Ihsan mengatakan, selain tidak adanya laporan pelanggaran ke penegak hukum, kepolisian juga siap untuk memproses bentuk pelanggaran dari badan perpustakan. Implementasi tentang undang-undang ini mengatakan, Jika ada penerbit maupun pengusaha rekaman yang dilaporkan tidak menyerahkan karyanya, dapat dipidana kurungan maksimal 6 bulan dan denda maksimal Rp5 juta.

Warga! Keluhkan Sampah dan Drianase

Pemko Medan Belum Ada Solusi

MHD DARWINSYAH PURBA
WASPADA ONLINE

MEDAN - Setelah warga daerah pemilihan (dapil) III yang menyesalkan reses DPRD Medan, kali ini giliran warga dapil I (Medan Kota, Medan Area, Medan Denai dan Medan Amplas) menyatakan hal serupa. warga menyesalkan kinerja Dinas Kebersihan Kota Medan yang dinilai hanya janji-janji palsu. Hal ini terungkap dalam reses anggota DPRD Medan dapil I, di Wisma Umum Jln AR Hakim Medan, kemarin.

Pantuan Waspada Online dilapangan, Pemko Medan hanya mengutuskan orang yang tidak mampu memberikan solusi karena bukan pengambil keputusan. Sehingga aspirasi yang datang dari masyarakat harus disampaikan dulu ke pimpinan masing-masing. Makanya wajar saja ketika warga menggangap reses DPRD Medan kurang bermanfaat.

Jumalik, 68, warga Medan Kota mengatakan Dinas Kebersihan dulu pernah berjanji akan melengkapi armada konvektor untuk mengatasi sampah di kawasan itu. Namun sampai saat ini, Armada tersebut tak kunjung terlihat. "Katanya peralatan lengkap, kalau mau jujur gerobak sampah yang ada pun sudah rusak. Kalau tak percaya lihat saja di Kantor Lurah Sudirejo I jln Santun," katanya.

“hal itu karena Medan mau menjadi peserta penilaian Adipura seluruh. "Mereka (camat-lurah) disuruh melakukan pembenahan lingkungan. Sampai mereka terkesan dipaksa untuk membersihkannya. Tapi tidak selesai juga sampai sekarang," tegasnya.

Hadir dalam rombogan reses tersebut Sabar S Sitepu, Yunus Rasyid, Jhoni Marpaung, Azwar Manday, Zulkifli Husein, Yoserizal Lubis, Tahi Sinambela dan Zulfan. Sementara dari Pemko Medan hanya diwakili oleh sejumlah Kepala Subdinas dan Kepala Seksi dari Dinas Pertamanan, Perkim, Kependudukan, Kesbang Linmas dan Dinas Kebersihan.

Jumalik menambahkan reses Dewan ini nyaris tidak bermanfaat sama sekali. Dia menilai, walau reses sudah dilakukan berkali-kali namun apa yang dikeluhkan masyarakat tidak pernah terealisasi. "Contohnya parit (drainase) di Jln Air Bersih. Sudah berganti-ganti pemimpin kelurahan tapi sampai sekarang tidak pernah diperbaiki. Parit itu sumbat dan menyebabkan banjir di lingkungan itu," tandasnya.

Budiman,46, mengeluhkan kondisi Jln Rahmadsyah yang rusak parah. Dia meminta, untuk sementara lubang-lubang tersebut ditutup jangan sampai mengambil korban. "Ini membahayakan. Saya yakin kalau itu tidak segera diaspal akan menelan korban," tukasnya.

Dia menambahkan, yang menyebabkan rusaknya badan Jalan Rahmadsyah itu karena banyaknya pembangunan rumah toko (ruko) di kawasan itu. Dampak lain akibat pembangunan ruko yang semena-mena menimbulkan penyempitan drainase. Karena penyempitan parit, akhirnya sampah menyumbat dan banjir pun datang setiap kali hujan turun.

Koordinator tim Reses, Sabar S Sitepu mengatakan banyak keluhan warga di dapil I karena mereka merasa dirugikan. Untuk itu Sabar meminta kepada Dinas terkait agar segera menyahuti keluhan warga untuk dijadikan prioritas utama dalam anggaran APBD 2009 nantinya.

"Dinas tidak boleh mengabaikan begitu saja setiap keluhan warga ini. Jangan sampai anggapan reses ini ada manfaatnya meluas. Satuan kerja terkait yang ada di Pemko harus menjawab semua keluhan warga tersebut. Jangan legislatif saja yang disalahkan oleh masyarakat padahal eksekutif selaku pengguna anggaran harusnya tahu mana yang menjadi prioritas pelayanan publik," jelasnya.

Cuaca di Medan berubah-ubah

Waspadai! perubahan cuaca

MHD DARWINSYAH PURBA
WASPADA ONLINE

Cuaca di kota Medan sejak pagi hingga siang masih cerah, namun sore hari cuaca mendung menyelimuti sudut-sudut kota Medan.

Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika melalui website-nya cuaca kota Medan mengalami hujan ringan, dengan suhu 25-32 °C dan kelembaban mencapai 63-96%. Cuaca untuk esok hari BMG memperkirakan kota Medan mengalami hujan ringan dengan suhu mencapai 24-32°C dan kelembaban 62-98%.

Waspadai! perubahan cuaca
Nilwansyah Kakan, Perlindungan Masyarakat (Linmas) mengatakan memasuki musim penghujan khususnya beberapa waktu terakhir ini diminta agar masyarakat mewaspadai perubahan cuaca, hal ini sangatlah penting. Memasuki musim hujan di penghujung tahun 2008 dan turun hujan yang tak terduga, masyarakat harus waspada. Tadi siang.

Dia menambahkan, akan berupaya mensosialisasikan tentang perubahan cuaca kepada masyarakat Labuhanbatu melalui media Siaran Radio Pemerintah Daerah (RSPD). ditambahkanya kita meminta masukan Dari BGM berupa prakiraan cuaca didaerah Labuhanbatu untuk waktu satu minggu. Khusus daerah pantai daerah dan pinggiran sungai agar menyempatkan diri memantau siaran RSPD.

"kita telah siapkan tenaga dan alat bantu berupa perahu karet dan yang terpenting masyarakat harus tanggap," katanya.

Daerah rawan banjir sesuai peta kabupaten Labuhanbatu termasuk beberapa di antaranya Kec. Kota Pinang, kec.Rantau Utara, kec. Bilah Hilir ini sangat terkait dengan keberadaan Sungai yang mengalir di area kecamatan tersebut.

Harapan kita agar musibah banjir jangan sampai terjadi mengingat kejadian beberapa tahun silam ini membuat masyarakat menderita,tapi antisipasi harus kita bangun dari awal."kita berharap agar musibah banjir bandang beberapa tahun lalu jangan lagi terjadi," jelasnya.

Rabu, 03 Desember 2008

Stok Premium di Kota Medan Aman!

MHD DARWINSYAH PURBA
WASPADA ONLINE

Sejak pagi tadi sejumlah SPBU di Medan terlihat tertib dan aman, stok premium disejumlah SPBU mulai normal kembali.

kemarin memang di Sejumlah SPBU di kota Medan banyak kehabisan stok BBM premium. Akibatnya SPBU yang masih tersedia BBM premium terlihat antrian panjang. Seperti SPBU di Jln Putri Hijau dan SM Raja. Hal ini disebabkan meningkatnya permintaan masyarakat pasca penurunan harga BBM. Namun hari sudah kembali normal.

Pantauan Waspada Online di lapangan, SPBU di kota Medan mulai normal di antaranya SPBU di Jln Patimura, AH. Nasution, Kayu putih dan Perintis Kemerdekaan, serta beberapa SPBU lainnya. Sedangkan yang masih melayani penjualan hingga saat ini seperti SPBU di Jln Putri Hijau, Bridjend Katamso, A.R Hakim, S. Parman dan SM Raja tidak lagi terlihat antrian masyarakat yang ingin mengisi BBM kendaraanya.

Rustam Aji, Staf Humas PT Pertamina Unit Pemasaran I Medan, mengatakan bagi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tidak mau menjual premium dicabut izinnya, di tadi pagi. terkait dengan kelangkaan BBM khususnya jenis premium pasca penurunan Rp500, pada harga tinggi alpha Pertamina dan SPBU akan besar. Dan jika harga besar maka margin Pertamina dan SPBU akan besar. seperti yang dialami SPBU di Jln Cemara Pulo Brayan dan di Jln Krakatau pada hari Minggu kemarin dikenakan sanksi penghentian pasokan selama 14 hari PT Pertamina sementara tidak memasok bahan bakarSPBU itu.

"Tidak boleh membuat SPBU tidak mau mengambil premium dari Pertamina. Situasi seperti ini adalah resiko bisnis yang harus diambil. Dan jika tak mau beresiko maka sebaiknya tidak usah berusaha SPBU," katanya.

"Untuk sementara pasokan BBM baik solar maupun premium beberapa hari masih aman dan terkendali, tergantung pasokan dari Pertamina pusat karena faktor cuaca juga sangat berpengaruh dalam pengiriman ke daerah-daerah," tambahnya.

Medan Hujan Lokal

Waspada hujan deras di Sumbagut

MHD DARWINSYAH PURBA
WASPADA ONLINE

Sejak tadi pagi dan siang hari cuaca kota Medan cerah namun, saat menjelang sore hari beberepa daerah mengalami hujan lokal.

Pantuan Waspada Online dilapangan hujan lokal terjadi di daerah Labuhan Deli, Medan Deli sekitar. Hal terjadi pada pukul 02.49 WIB disepanjang Jln Yos Sudarso hujan namun disepanjang Pulo Brayan dan Glugur By Pass tidak mengalami hujan.

Hal serupa juga terjadi disepanjang Jln Stasiun Kereta Api (Seputar Lapangan Merdeka) cuaca serah bahkan panas, namun ketika memasuki Jln Kesawan, Katamso dan SM RAja hujan mengguyur deras daerah tersebut. Hingga kini kota Medan diselimuti awan mendung.

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) meminta masyarakat untuk waspada pada hujan deras, petir dan angin kencang yang akan melanda Pulau Sumatera bagian Utara. Potensi hujan deras, petir dan angin kencang ini diperkirakan akan terjadi dari tanggal 2 hingga 4 Desember 2008.

BMG juga memprediksi akan tetap terjadi hujan sedang di Kota Medan dengan suhu 24 derajat celcius hingga 31 derejat celcius. Sementara itu kelembaban diperkirakan akan mencapai 72-97 persen.

Sementara itu, BMG juga memperingatkan adanya potensi banjir di sejumlah lokasi seperti Langkat, Bangun Purba, Tanjung Morawa dan Pagar Merbau. Namun potensi banjir ini hanya masuk dalam kategori menengah.

Masyarakat juga yang ingin mengetahui prakiraan cuaca bisa menghubungi: Balai Besar BMG Wilayah I Medan, Jln Ngumban Surbakti No. 15 Selayang II Medan, Telefon 061-8222877, 8222878.

Pembangunan Gedung Pasien Miskin RSU Pirngadi Masih 50%.

MHD DARWINSYAH PURBA
WASPADA ONLINE

Penyelesaian pembangunan gedung pasien miskin RSU Pirngadi Medan baru selesai 50 persen. Padahal masa kontrak penyelesaian

pembangunan akhir Desember mendatang. Akibat keterlambatan pembangunan tersebut, aktivitas pelayanan rumah sakit menjadi terganggu.

Pembangunna gedung pasien miskin Rumha Sakit Umum Pirngadi Medan yang diperuntukkan untuk pasien miskin kota Medan kini baru selesai hanya 50 persen. Padahal masa kontrak pembangunan gedung tersebut hampir habis yakni akhir bulan Desember mendatang.

Hal ini membuat aktivitas pelayanan RSU Pirngadi Medan tersebut menjadi terganggu, bahkan rumah sakit kerap menolak pasien miskin karena kurang tempat tidur dan ruangan. Keterlambatan waktu penyelesaian gedung ini diduga pihak Pirngadi yang tidak

maksimal menggunakan waktu yang telah ditentukan sesuai perjanjian dengan Pemko Medan.

Kabid Humas Susyanto pada konferensi pers membenarkan bahwa pihak rumah sakit tidak maksimal menggunakan waktu. Susyanto juga mengatakan, pesimis gedung tersebut akan selesai pada akhir bulan Desember mendatang.

Project Manager PT Bintang Saudara, Yessa Tarigan selaku kontraktor gedung pasien miskin tersebut beralasan keterlambatan tersebut karena sulitnya melakukan evakuasi dan sulitnya melakukan pembongkaran pondasi rumah sakit. Yessa Tarigan berjanji akhir Februari, gedung rumah sakit menggunakan anggaran APBD senilai kurang lebih Rp 14 miliar tersebut sudah dapat beroperasi.

Kantor BTPN Ladies Branch Hadir di Medan

MHD DARWINSYAH PURBA
WASPADA ONLINE

Semakin hari persaingan usaha termasuk perbankan, semakin ketat saja. Hal ini menuntut pihak perbankan untuk lebih baik lagi

melayani masyarakat. Namun tampaknya hal itu tidak cukup bagi BTPN. Untuk menarik masyarakat, BTPN membuka kantor Ladies Branch pertamanya di Sumatera Utara.

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional BTPN membuat terobosan dengan membuka kantor Ladies Branch untuk pertama kalinya di

Sumatera Utara. Uniknya, semua karyawan di bank yang terletak di Jalan Juanda ini semuanya adalah wanita. Dari teller hingga

Satuan pengamanan juga wanita. Tapi bukan berarti kantor cabang BTPN itu dikhususkan bagi para wanita, para pria pun di perbolehkan untuk melakukan transaksi.

Retail Banking Director BTPN, Ongki W. Dana mengatakan, pembukaan Ladies Branch ini merupakan strategi perseroan untuk mengembangkan usahanya di Medan dalam rangka merangkul nasabah dan deposan baru. Selain itu pembukaan cabang ini merupakan bagian penting dari rencana memberikan kontribusi pembangunan di kota Medan. Jika selama ini BTPN konsen di segmen pensiunan,

namun belakangan BTPN mulai melirik usaha mikro kecil. Hal ini dilakukan dengan cara penyaluran kredit bagi para pelaku usaha UMK tersebut.

Dia menambahkan, untuk membatu para pelaku usaha kecil di daerah, dalam waktu dekat BTPN akan membuka cabangya pada sejumlah daerah di Sumatera Utara. Hal ini tidak terlepas dari pelayanan dan pemberdayaan pelaku usaha kecil tersebut. Sementara itu sampai dengan September 2008, total Dana Pihak Ketiga atau DPK yang berhasil dihimpun BTPN mencapai Rp 11 triliun lebih, atau mengalami peningkatan mencapai 54 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2007.