This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

Selasa, 25 Agustus 2009





Jibril DPO Mabes Polri

Mohammad Jibril alias Muhammad Ricky Ardhan, masuk dalam daftar pencarian orang Polri karena diduga terkait jaringan terorisme. Jibril diduga terkait pendanaan pengeboman dua hotel di Mega Kuningan Juli 2009 lalu.

JAKARTA Kepolisian Republik Indonesia menetapkan Mohammad Jibril Abdurrahman alias Muhammad Ricky Ardan sebagai buronan terkait kasus peledakan Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton 17 Juli lalu. Jibril diduga terlibat aliran dana dari luar negeri untuk pengeboman hotel berbintang lima itu.
Jibril diduga putra dari Muhammad Iqbal atau yang dikenal sebagai Abu Jibril. Abu Jibril adalah warga negara Indonesia yang ditangkap di Malaysia karena diduga menjadi anggota Jemaah Islamiyah. "Satu lagi yang di-DPO-kan. Namanya Mohammad Jibril Abdurrahman alias Muhammad Ricky Ardan bin Muhammad Iqbal atau bin Abu Jibril," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Nanan Sukarna dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (25/8).
Nanan mengatakan, Polri masih menyelidiki keterlibatan Jibril dengan jaringan teroris internasional, seperti Al Qaeda. Namun, dia memastikan, aliran dana berasal dari luar negeri. Menurut Nanan, berdasar paspor dan kartu tanda penduduk, Jibril mempunyai dua tanggal lahir. Pertama, di Banjarmasin, 3 Desember 1979. Kedua, di Lombok Timur, 28 Mei 1989.
Nanan mengatakan, Jibril masih mempunyai paspor aktif bernomor S 335026. Jibril yang berjenggot itu memiliki tinggi sekitar 165 sentimeter, bentuk kepala bulat, warna mata hitam, tetapi tidak memiliki ciri khusus.


Jibril Sering Dakwah Jihad

Berdasar data Polri, Jibril terakhir kali diketahui berdomisili di Jalan M Saidi RT 010 RW 001, Pesanggrahan, Petukangan

hari sebelum polisi merilis Mohamad Jibril alias Ricky Ardhan alias Jibriel Abdul Rahman, sebagai buron kasus terorisme, terjadi ribut-ribuat di Masjid Al Munawaroh, kompleks perumahan Witana Harja, Pamulang. Sekelompok massa dipimpin Habib Abdurrahman Assegaf mendatangi pengajian rutin yang digelar Abu Jibril --ayah Mohamad Jibril-- di masjid itu, Kamis (20/8) malam.
Massa yang menamakan diri Barisan Muda Betawi berniat membubarkan pengajian tersebut karena dianggap menyebarkan paham Wahabiah. Namun rencana tersebut batal dilaksanakan karena Masjid Al Munawaroh dan rumah Abu Jibril dijaga ketat oleh polisi.
Abu Jibril membantah tuduhan menyebarkan ajaran wahabi radikal, termasuk pernah melarang umat Islam melaksanakan tahlil dan membaca qunut saat salat subuh. "Semua ucapan Ustad Abdurrahman Assegaf merupakan kebohongan dan fitnah," ujar Abu Jibril, sehari setelah pengepungan yang dilakukan pendukung Habib Abdurrahman Assegaf.
Namun Abu Jibril mengakui dirinya beserta para pengikutnya memang tidak menganjurkan membaca tahlil dan qunut. Alasannya, hal itu tidak ada dalam Alquran dan Hadits. Mantan aktivis Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu juga menegaskan Masjid Al Munawaroh bukan tempat tertutup. "Siapa pun boleh menggunakan. Saya hanya kebetulan ditunjuk sebagai imam oleh dewan pengurus masjid," ujarnya.
Menurut Abu Jibril, masalah tersebut tidak pernah muncul sebelumnya. Pengurus Masjid Al Munawaroh pernah duduk bersama Habib Abdurrahman. Dikatakan, sudah lama Abdurrahman ingin menguasai Masjid Al Munawaroh, tetapi ditolak pengurus masjid. "Jadi, apa yang dilakukan itu adalah satu bentuk rekayasa untuk menyingkirkan kami dari masjid, agar dia leluasa untuk menyampaikan bid'ahnya di masjid. Hubungan kita selama ini baik, di hari raya, kami silaturrahim," katanya.
Menurut Ketua Umum Gerakan Umat Islam Indonesia (GUII) Habib Abdurrahman Assegaf, yang tinggal tidak jauh dari kediaman Abu Jibril, mengatakan Abu Jibril menggeser posisi Harkomoyo sebagai Ketua DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) Al Munawaroh. "Sejak saat itu Abu Jibril menguasai masjid tersebut. Di masjid itu Abu Jibril kerap memberikan pengajian berisi jihad, pengharaman tahlil serta yasin dan sebagainya," katanya.
Mohamad Jibril, anak sulung Abu Jibril, juga kerap memberi pengajian di Masjid Al Munawaroh. "Sama dengan bapaknya, ceramah Mohamad Jibril tidak jauh dari jihad, bid'ah dan sebagainya," tambahnya.
Warga di kompleks perumahan itu yang ikut pengajian hanya tujuh orang, sedangkan sisanya berasal dari luar. Tak pelak warga sekitar menjadi gerah dan memilih tidak melakukan salat di masjid bersangkutan.
Terkait isu penyerangan ke masjid tersebut Habib Abdurrahman membantah berita di website arrahmah.com yang menyatakan dirinya memimpin massa untuk menyerbu Masjid Al Munawaroh. "Itu inisiatif pemuda sini yang sudah gerah karena masjidnya mereka duduki," katanya.Diungkapkan, peristiwa pengepungan pada 20 Agustus lalu ia ketahui pada pukul 22.00. "Kebetulan saat itu saya pulang kerja. Setelah tahu kejadiannya, saya ajak massa membubarkan diri," katanya.
(Persda Network/Yogi Gustaman)

Tadi malam Gubsu buka Ramadhan Fair VI

Gubernur Sumatera Utara H Syamsul Arifin SE, tadi malam Selasa (25/8) buka Ramadhan Fair ke VI, di Jalan Mesjid Raya, Taman Sri Deli Medan.Tak Hanya Gubernur, Pj Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM dan sejumlah muspida plus serta anggota DPRD Medan diundang dalam pembukaan Ramadhan Fair ke VI ini.
Pembukaan Ramadhan Fair ini akan diramaikan dengan pertunjukan budaya islam, tak ketinggalan artis local dan ibukota sepertiOpic mengisi pentas Ramadhan Fair ini.
Seperti diketahui, Ramadhan Fair ke VI merupakan kegiatan rutin Pemko Medan yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kota Medan dengan menelan anggaran Rp1,5 miliar.
Gubernur Sumut (Gubsu) H Syamsul Arifin SE dan Wakil Gubsu (Wagubsu) H Gatot Pujo Nugroho ST bersama para Ulama dan tokoh masyarakat dijadwalkan melaksanakan Safari Ramadhan 1430 H mulai besok 27 Agustus 2009 yang terdiri dari dua tim dengan lokasi berbeda.
Kepala Dinas Kominfo Sumut Drs H Eddy Syofian MAP kepada wartawan di Medan, menjelaskan setelah acara pembukaan, besok Gubsu bersama Tim Safari Ramadhan 1430 H Tingkat Nasional akan berkunjung ke Sumut pada 5 September 2009 dalam rombongan Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali yang akan melakukan kegiatan Safari Ramadhan di Asrama Haji Pangkalan Masyhur Medan.
Sementara itu tentang kunjungan Tim I yakni rombongan Gubsu pada 27 Agustus 2009 akan mengunjungi Kabupaten Karo, tanggal 1 September 2009 mengunjungi Kabupaten Simalungun dan tanggal 3 Agustus 2009 akan mengunjungi Kabupaten Deliserdang.
Tim II yakni rombongan Wagubsu akan melakukan Safari Ramadhan dengan mengunjungi Kabupaten Serdang Bedagai pada 27 Agustus 2009, mengunjungi Kabupaten Labuhan Batu pada 1 September 2009 dan mengunjungi Tanjung Balai pada 2 September 2009.
Pada kunjungan Tim Safari Ramadhan ini, Gubsu maupun Wagubsu akan memberikan bingkisan kepada pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ulama yang antara lain berupa kain sarung.
Tentang tertib acara Safari Ramadhan yakni antara lain Pembacaan Ayat Suci Al Quran, kata sambutan bupati atau walikota, Tausiyah Ramadhan, sambutan Gubsu atau Wagubsu, penyerahan bingkisan dan Buka Puasa Bersama.

Peredaran Suku Cadang Palsu Marak di Kota Medan


MEDAN Sudah menjadi rahasia umum padahal maraknya peredaran suku cadang palsu kendaraan roda empat dan roda dua tersebut sudah masuk dalam kategori mengkhawatirkan.
Sepertinya peredaran suku cadang palsu ini sulit untuk dihindarkan, apakah ini telah terjadi konspirasi antara pelaku pengedarnya dengan pasar yang terus menerima atau lemahnya sistem pengawasan pemerintah.
Bahkan diperkirakan presentase peredaran suku cadang palsu lebih banyak dibandingkan dengan suku cadang asli dan fakta terjadinya pemalsuan sudah berlangsung sejak beberapa tahun belakangan, hingga kini maraknya pemalsuan tetap saja terjadi.
Ketua Umum GIAMM Hadi Surjadipradja "Industri suku cadang saat ini payah, pasar kita termakan dengan suku cadang yang palsu. Dan kita tidak bisa berbuat apa," ujarnya.
Namun sayangnya, berapa presentase peredaran suku cadang asli dan palsu, tidak ada yang bisa menyebutkan, karena yang namanya palsu tidak bisa dihitung jumlahnya sebagaimana hasil produksi poabrik yang asli.
Hadi juga tidak bisa menyalahkan konsumen yang berniat membeli produk palsu yang harganya relatif lebih murah. Hadi menjelaskan itu adalah haknya konsumen. Dan hanya sebagai tolak ukurnya adalah kualitas sebagai penentu. "Terserah konsumen mau beli KW 1,2, dan 3 atau produk yang asal-asalan," tuturnya.
Maraknya pemalsuan diduga akibatkan lalainya pengawasan pemerintah sehingga membuat si pemalsu bergerak bebas memainkan peranannya. Sanksi kepada si pemalsu suku cadang pun nihil.
Dari beberapa pedagang suku cadang yang dihubungi di Medan menyebutkan, suku cadang yang bisa dikatagorikan palsu diantaranya tertera produksi China atau tanpa merek.
Biasanya pedagang akan menawarkan kepada konsumen barang bagus atau yang biasa. Harganya juga memiliki perbedaan sangat jauh yaitu hampir seperempatnya. Seperti saat nasional pos mencoba membeli lahar untuk mobil di kawasan Jalan Japaris Medan, pedagang menawarkan yang bagus harganya Rp25.000, sedangkan yang nomor dua Rp20.000, sementara ada produk tertulis Made In China harganya cuma Rp7.500/buah.
Namun dalam prakteknya para pedagang tidak mau menyebut yang dijualnya palsu, hanya saja mutu bagus dan kurang bagus.
Semakin meraja lelanya peredaran cadang palsu tersebut menurut berbagai kalangan cenrung menyalahkan pemerintah karena tidak dibuatnya undang-undang yaitu sebagai kunci pengawasan tentang pemalsuan suku cadang.

*Antisipasi Penimbunan Sembako

Poldasu Gelar Razia Pasar Selama Ramadhan

MEDAN Memasuki bulan Ramadhan, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) akan menggelar razia disejumlah pasar-pasar tradisional. Ini dilakukan sebagai langkah antisipasi adanya penimbunan barang yang dilakukan pedagang.
Razia ini sendiri merupakan instruksi Kapoldasu Irjen Pol Badrodin Haiti, kepada seluruh jajarannya di wilajayh Sumatera Utara. Razia pasar tersebut, kata Badrodin akan dilaksanakan dalam waktu yang secepatnya, dengan menerjunkan tim untuk melakukan inspeksi mendadak kesejumlah pasartradisional. "Instruksi ini dikeluarkan dan wajib dilaksanakan seluruh jajaran Poldasu," ujar Badrodin melalui Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Baharudin Djafar.
Ditambahkannya, waktu pelaksanaan razia ini sejak awal Ramadhan hingga seminggu setelah lebaran nantinya. "Saat dimulainya puasa hingga setelah seminngu hari lebaran razia ini akan terus digelaruntuk memberikan rasa aman kepada masyarakat," tandasnya.
Sedangkan, personil yang akan diturunkan dalam razia, katanya, intelijen dan reserse criminal, yang berpakaian seragam dan tidak. Menurutnya, tugas kedua unit inilah nantinya akan melakukan pengawasan terhadap pedaganh yang melakukan perbuatan criminal dengan menggelapkan barang dipasaran.
"Personil yang diterjunkan ke pasar tradisional yakni intelijen dan reserse kriminal. Mereka ini dilapangan tidak memakai baju seragam dan bertugas mencari tahu para pedagang maupun masyarakat yang sengaja menimbun sembako ataupun barang lainnya yang mengakibatkan hilangnya sembako dan produk lainnya di pasaran sehingga harga menjadi mahal," tuturnya.
Selain itu, dihimbau kepada pengusaha, distributor ataupun pedagang agar jangan spekulasi dalam menjual sembako yang dapat merugikan masyarakat lainnya. "Kepada masyarakat yang mengetahui ataupun mendapatkan informasi akan adanya lokasi penimbunan seperti sembako, minyak tanah, minyak makan, BBM dan lainnya segera laporkan ke pihak kepolisian setempat ataupun ke langsung Poldasu, agar segera diproses dan ditindak tegas," tegasnya.
Sedangkan, sanksi terhadap pedagang yang melakukan penimbunan barang ini, sehingga barang- arang dipasaran menjadi mahal, para pelaku penimbun ini akan dikenakan sangksi tegas bahkan kurungan penjara karena telah melakukan tindak pidana. "Yakni, penipuan dan penimbunan dengan ancaman sekurang-kurangnya kurungan 7 tahun penjara," pungkasnya.

KA di Sumut Diprediksi Naik 2-5 %

MEDAN Kereta api (KA) di wilayah Sumut untuk semua jurusan menjelang lebaran diprediksi akan naik 2-5 persen. Peningkatan itu diperkirakan terjadi mulai H-7 hingga H+7 lebaran.
Hal itu disampaikan Humas PT KA Divre I Sumut-NAD Suhendro Budi Santoso, Senin (24/8) kepada wartawan.
Dia mengatakan, tahun 2008 angkutan penumpang KA per hari mencapai 11 ribu orang dan tahun 2009 diprediksi mencapai 12 ribu orang per hari. Untuk mendukung pengangkutan penumpang tersebut, PT KA Divre I Sumut-NAD telah mempersiapkan sebanyak 46 gerbong dan 32 lokomotif.
Menurut dia, untuk kereta api ekonomi juga diberikan rekomendasi mengangkut penumpang yang berdiri sebesar 25 persen setiap gerbong dan 10 persen setiap kereta api bisnis. Sedangkan kereta api eksekutif tidak direkomendasikan untuk mengangkut penumpang yang berdiri.
Sementara mengenai harga tiket, lanjut dia, sama seperti tahun lalu, khusus untuk kereta api ekonomi tidak naik. Terkecuali kereta api berangkat malam khusus kereta api bisnis naik Rp 10.000/penumpang dan kereta api eksekutif Rp 20.000/penumpang.
Dia juga mengatakan PT. KA DIVRE I SU-NAD telah memberikan kemudahan kepada pelanggan atau konsumen angkutan lebaran 2009 mengingat akhir-akhir ini sangat sulit untuk memesan tiket seketika hendak bepergian atau ketika mudik maupun balik lebaran dari kampung.
"Maka PT KA SU-NAD sudah membuka tiket pesanan untuk mengangkut lebaran 2009 pada saat ini. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi berdesak-desakan atau menghindari calo-calo untuk memesan tiket," katanya.
Menurut dia, PT KA SU-NAD juga menghimbau bila penumpang ingin mudah mendapatkan tiket angkutan lebaran segera dipesan mulai dari sekarang atau 30 hari sebelum keberangkatan. "Dengan cara ini para calon penumpang KA yang akan mudik lebaran nanti akan terhindar dari para calo tiket KA,"ucapnya.

Pedagang Pasar Tradisional Padangbulan Tolak Kehadiran Carrefour

MEDAN Pasar Tradisional di Padangbulan tergabung dalam Asosiasi Pedagang Lokal Padangbulan Sekitarnya (Aspalansi), menolak pembangunan pusat perbelanjaan Carrefour di Jalan Jamin Ginting, yang letaknya bersebelahan dengan Pasar Sembada Padangbulan Medan.
Keberadaan Carrefour di Padangbulan dinilai hanya akan membuat sekitar 700-an pedagang tradisional di kawasan tersebut 'gulung tikar'. Demikian diungkapkan Ketua LSM Bina Bangsa, L Gultom, SE, MM, Selasa (25/8), menanggapi pengaduan Aspalansi yang disampaikan ketuanya, Ir Sadari Ginting.
Menurut L Gultom, pedagang pasar tradisional di Padangbulan-sebagaimana yang disampaikan Ketua Aspalansi, menolak keberadaan Carrefour, karena jaraknya yang dekat akan mengambil pelanggan pasar tradisional Sembada dan pedagang lokal Padangbulan sekitarnya.
Apalagi barang yang dijual Carrefour selain berbelanja lebih nyaman dan harganya lebih murah, pelanggan para pedagang tersebut pun akan berpindah ke Carrefour dan penjualan pedagang akan menurun.
Dari data Assosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), dari tahun 2007-2008, terjadi penyusutan pedagang tradisional sebanyak 12,8 persen. Kehadiran hypermar (termasuk Carrefour di dalamnya) merupakan penyebab utamanya. Survey AC Nielsen pun menyebutkan pasar tradisional menyusut 8,1 persen setiap tahunnya.
Selain itu, dekatnya jarak antara Carrefour dengan pasar tradisional akan menciptakan iklim persaingan usaha yang tidak sehat di Padangbulan sekitarnya. "Apakah sanggup pedagang tradisional Pasar Sembada dan pedagang lokal di sekitarnya bersaing bebas dengan perusahaan raksasa seperti Carrefour," katanya.
Demikian pula dalam hal pembelian barang dari pemasok barang, Carrefour dipastikan memiliki posisi lebih kuat/istimewa dibanding para pedagang tersebut. Sebagai jaringan hypermart skala internasional, dalam menekan pemasok dan produsen (pabrik) tentu saja Carrefour jauh lebih kuat dibanding para pedagang tersebut.
"Kalau pemasok tidak dapat memenuhi barang yang dipesan dibawah persentase sesuai peraturan Carrefour maka pemasok itu bisa dikenakan sanksi yang mana hal itu tidak dapat dilakukan oleh pedagang tersebut. Karena kekuatan menekan tadi, tentu saja pemasok akan mengutamakan pengiriman barang ke Carrefour," ujarnya.
Ditambahkan L Gultom, pemerintah dinilai gegabah dalam mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Carrefour. Sebab selain mengancam 700-an pedagang tradisional di kawasan tersebut, pembangunan Carrefour juga melanggar Peraturan Presiden (Perpres) No.112 tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, serta melanggar Peraturan Menteri Perdagangan RI No.53 M-DAK-Per-12-2008 tentang Pedoman Penataan, Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.
"Karena itulah kami menyatakan menolak keberadaan Carrefour di Padangbulan dan meminta agar pembangunannya yang sudah mencapai 90 persen dapat dihentikan," kata L Gultom

Evalube garap pasar oli scootic

Semakin besarnya pasar sepeda motor/scoter matic di tanah Air saat ini, menuntut produsen oli melakukan ekspansi dengan memproduksi pelumas yang khusus bagi kendaraan jenis tersebut.
GM Corporate Communication WGI, Dewi Aryani Hilman, Selasa (25/8) tadi pagi kepada Bisnis mengatakan, pada satu kesempatan belum lama ini saat kunjungannya di Medan, pasar matic saat ini lebih meluas di Jawa dan Bali, sedangkan di Sumatera masih rendah.
"Namun demikian Sumatera terutama Medan tak pernah dilupakan karena daerah ini salahsatu pasar Evalube terbesar di Indonesia," sebut Dewi.
Selain memproduksi Evalube Scootic, saat WGI juga sedang melakukan inovasi produk berupa Evalube 4T Pro, yang khusus untuk mesih 4 tak dengan logo dan teknologi baru.
Produk ini merupakan hasil pengembangan tim WGI dan lembaga riset dari ITB yang menghasilkan oli bermutu dengan teknologi valtek yang menghasilkan akselerasi mesin menjadi lebih sempurna, dan katanya bisa menghemat bahan bakar.
Adalah PT. Wiraswasta Gemilang Indonesia (WGI) salah satu produsen pelumas yang memproduksi oli Evalube tak menyia-nyiakan pasar tersebut, apalagi minyak pelumas yang khusus untuk itu di pasaran dalam negeri masih sangat minim.
Selama ini kendaraan jenis matic menggunakan oli biasa yang banyak di pasaran dan biasa digunakan kendaraan 4 tak, walau pun ada pelumas khusus tetapi pasarnya masih sangat terbatas dan mutu yang dihasilkan belum tentu memenuhi standard.
Tak heran jika mesin scooter matic/scootic mulai banyak dikeluhkan oleh pengendara kendaraan tersebut, karena oli yang digunakan tak sesuai dengan sistem kerja kendaraan type otomatis.
Namun sayangnya oli yang diberi merek Evalube Scootic ini untuk sementara masih beredar di Jawa dan Bali, sedangkan di Sumatera menyusul dalam waktu dekat.

Kebutuhan Pokok Pasar Murah Didistribusikan ke 115 Titik

MEDAN Hari ini, seluruh kebutuhan pokok untuk Pasar Murah sudah berada di gudang dan siap didistribusikan ke 115 titik. Para Camat (21 kecamatan) dan Lurah di Medan diminta untuk mengawasi Pasar Murah yang berlangsung di bulan Puasa ini, agar tidak terjadi penyelewengan oleh oknum yang tak bertanggungjawab.
Demikian ditegaskan Ketua Panitia Pasar Murah Kota Medan, Basyrul Kamal kepada wartawan.
“Jangan sampai pembeli barang murah ini justru pedagang grosir. Harus dikenali siapa yang membeli , harus warga setempat. Jangan nanti pembelinya pedagang sekitar lokasi pasar murah, bukan ibu-ibu Rumah Tangga yang membutuhkan,” katanya.
Upaya mengenal konsumen tersebut, ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan tersbeut harus dilakukan karena harga ditetapkan Pemko Medan jauh lebih murah dibandingkan harga pasar tradisional. Dikhawatirkan aka nada pebelian dalam jumlah besar atau berulang-ulang oleh satu orang.
Secara persentase, harga di pasar murah lebih rendah 15% dari harga pasar tradisional. Secara rincinya, patokan harga distributormasih dikurangi lagi dengan subsidi dari Pemko Medan. Besaran subsidi berkisar Rp500-Rp1.500/kg/ jenis bahan kebutuhan. Sementara untuk telur mendapat subsidi Rp100/butir.
“Secara keseluruhan, pasar murah akan diselenggarakan pada 115 titik di 21 kecamatan. Penyelenggara pasar murah ini akan digelar selama 22 hari dan dipastikan harga tersebut jauh di bawah harga pasar tradisional,” ujar Kamal.
Adapun jenis bahan kebutuhan yang disediakan adalah gula, tepung terigu, minyak goring (migor), kacang tanah, telur ayam, mentega dan sirup. Pedagang pakaian Muslim pun diberi kesempatan berjualan di sekitar lokasi pasar murah. “Tapi kegiatan mereka di luar tanggungjawab pasar murah,” tandasnya.
Pengamat ekonomi Sumatera Utara (Sumut), Drs Jhon Tafbu Ritongan MEc mengatakan, upaya menggelar pasar murah ini cukup ampuh untuk mengantisipasi meningkatnya inflasi yang diperkirakan terjadi pada Ramadhan dan Lebaran.
“Pemerintahan di seluruh kabupatan dan kota di Sumut hendaknya berupaya untuk menggelar berbagai program yang memberikan potongan setengah harga,khususnya untuk bahan kebutuhan yang diperlukan seperti bulan puasa ini,”ujar Dekan Fakultas Ekonomi USU ini.

Gerai Rabbani tawarkan belanja online

MEDAN Menyambut Hari Raya Idul Fitri, gerai perlengkapan busana muslim Rabbani di Medan menawarkan belanja online guna memberi rasa nyaman dan kemudahan bagi masyarakat muslim.
Manajer Area Sumatra bagian Utara (Sumbagut) Rabbani, Dedi Kosasih mengatakan pihaknya menerima bebas pemesanan bagi konsumen yang ingin memesan barang tanpa harus datang ke toko.
''Bahkan biaya pengantaran pun tidak kami bebankan ke konsumen. dari 68 outlet Rabbani di seluruh Indonesia, hanya outlet di Medan yang menjalankan pelayanan belanja online ini,'' katanya.
Dia menjelaskan cara pemesanan sistem ini sangat gampang, dimana pelanggan hanya perlu membuka website Rabbani melalui internet dan memilih langsung barang apa yang diinginkan.
Selain bebas pemesanan, Rabbani juga menawarkan kartu langganan dan program Rabbani on the road atau kerudung keliling.
''Kami juga menawarkan kartu langganan kepada konsumen, dan keuntungan memiliki kartu ini diberikan keuntungan dengan diskon 10%-15%. Syaratnya hanya membayar biaya pendaftaran Rp50.000 serta mengisi formulir yang disediakan,'' ujarnya.
Sedangkan program Rabbani on the road, yakni membuka bazar penjualan kerudung di daerah-daerah yang sudah menjadi target penjualan.
''Kita sudah melakukan program ini di daerah Medan Tembung dan Medan Johor dan antusias dari masyarakat cukup memuaskan.''
Harga produk Rabbani yang ditawarkan, untuk kerudung berkisar Rp18.000-Rp80.000 per potong dan busana muslim Rp70.000-Rp300.000 per potong.

Pedagang Ramadhan Fair Medan protes

Puluhan mantan pedagang yang berjualan di kegiatan "Ramadhan Fair V" Medan melakukan protes di luar ruangan hotel Garuda Plaza, saat berlangsung pembagian nomor penempatan anjungan Ramadhan Fair VI 2009.
Protes yang dilakukan mantan pedagang itu, karena mereka hampir dipastikan tidak mendapat anjungan di kegiatan Ramadhan Fair VI atau Pasar Malam Ramadhan tahun ini, yang digelar selama satu bulan di seputar Masjid Raya Medan.
Andri, salah seorang mantan pedagang mengatakan sejak pertama dilaksanakan kegiatan Ramadhan Fair tahun 2004, ia telah berjualan di kegiatan itu.
Namun, pada pelaksanaan Ramadhan Fair tahun ini, ia tidak mendapatkan undangan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan untuk mengikuti pembagian nomor anjungan di kegiatan tersebut.
"Saya tidak tahu alasannya, saya dan puluhan pedagang lainnya tidak mendapatkan undangan untuk mengikuti pembagian nomor penempatan Ramadhan Fair 2009," katanya kemarin malam.
Menurut dia, kegiatan tahunan dalam rangkaian meramaikan bulan suci Ramadhan tersebut umumnya diisi oleh para pedagang yang berjualan pada tahun sebelumnya.
Hal yang sama juga dikatakan Suwardi mantan pedagang lainnya yang berjualan di kegiatan itu. Ia mengatakan hampir dipastikan tidak berjualan pada kegiatan Ramadhan Fair kali ini, karena berdasarkan informasi yang diperolehnya, akan ada pengurangan jumlah anjungan di kegiatan tersebut.
Penjabat Wali Kota Medan Rahudman Harahap mengaku kalau jumlah anjungan pedagang Ramadhan Fair tahun ini dikurangi 40 anjungan dari tahun sebelumnya sebanyak 220 anjungan.
Masalahnya, anggaran untuk pelaksanaan tahun ini dikurangi dari Rp2 miliar lebih tahun lalu menjadi Rp1,5 miliar, katanya.

Buah kurma laris manis di Medan

MEDAN kurma menjadi makanan ta'jil (buka puasa) paling favorit bagi masyarakat muslim di Medan. Tidak heran permintaan buah kurma dari beberapa negara Timur Tengah al. Mesir, Madinah, Tunisia, laris manis.
Seorang pedagang kurma, Achmad Ahyar di Medan, mengatakan, di bulan Ramadhan ini permintaan kurma semakin meningkat.
Untuk memenuhi permintaan tersebut, pihaknya memasok kurma sebanyak tiga hingga empat ton.
''Biasanya menjelang lebaran kurma itu telah habis terjual,'' katanya.
Menurut dia, kurma yang paling laris dipasaran adalah kurma yang berasal dari Madinah, sebab kurma tersebut terkenal dengan bentuknya yang besar dan memiliki rasa manis yang khas.
Kurma yang dijual di Medan ini, tutur dia, biasanya dengan harga Rp25 ribu per kg, tetapi kurma yang dijual per kotak dengan bobot setengah kg sebesar Rp40 ribu.
"Kurma Tunisia lebih kering di banding dengan kurma kiloan.Kurma Tunisia ini dikemas dalam kotak beserta tangkainya dan lebih tahan lama. Selain itu kurma tersebut terkenal dapat memperkuat daya tahan tubuh dan mengandung kadar gula yang rendah.''
Dia mengaku omzet penjualan kurma di bulan Ramadhan bisa meraup keuntungan lebih besar dibanding hari biasanya.
''Omzet penjualan bisa mengalami kenaikan hingga 50%.''
Sementara itu pedagang kurma di Pasar Sukaramai Medan, Andi mengatakan, kurma memang selalu dicari pembeli untuk menu berbuka puasa karena berkhasiat memperkuat daya tahan tubuh.
''Saya setiap tahunnya berjualan kurma, sebab keuntungan yang didapat bisa mencapai Rp1 juta per harinya,'' ujarnya.

Jumat, 21 Agustus 2009

PENGUMUMAN 1 RAMADHAN 1430 H

﴿شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ﴾ الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه، ومن تبعه فترسم خطاه؛ فجعل العقيدة الإسلامية أساسا لفكرته والأحكام الشرعية مقياسا لأعماله ومصدرا لأحكامه أما بعد،

Imam Bukhari telah mengeluarkan dalam kitab Shahih-nya melalui jalur Muhammad bin Ziyah, berkata: Aku mendengar Abu Hurairah ra berkata: Nabi SAW bersabda: Berkata Abu Qasim, Muhammad SAW:
صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته فإن غـبي عليكم فأكملوا عدة شعبان ثلاثين.

“Berpuasalah kalian karena melihat hilal, dan berbukalah kalian karena melihat hilal. Jika penglihatan kalian diselimuti mendung, maka sempurnakanlah hitungan Sya’ban menjadi 30 hari.”

Setelah mencari Hilal Ramadhan Mubarak pada malam ini, yaitu malam Jum’at, maka ru’yat Hilal secara syar’i tidak ditemukan, sehingga besok bilangan Sya’ban digenapkan, dan lusa, hari Sabtu adalah 1 Ramadhan Mubarak 1430 H.

Dalam kesempatan ini, Amir Hizbut Tahrir, al-’Alim al-Jalil ‘Atha’ bin Khalil Abu Rusytah, semoga Allah senantiasa menjaganya, mengucapkan selamat kepada umat Islam atas datangnya bulan Ramadhan Mubarak. Beliau memohon kepada Allah agar Dia memberikan pertolongan kepada umat ini dengan pertolongan yang mulia dan memenangkan. Sehingga Islam bisa diterapkan sebagaimana yang diperintahkan oleh Tuhan semesta alam. Islam juga bisa diemban ke seluruh dunia dengan dakwah dan jihad, sehingga bisa membebaskan manusia dari kegelapan Kufur menuju cahaya Islam. Amir, semoga Allah membimbing langkahnya, memohon kepada Allah agar Khalifah sendirilah yang akan menyampaikan sambutan Ramadhan pada tahun depan, dengan izin Allah. Ketika itulah, hati orang-orang Mukmin akan berbahagia atas pertolongan Allah.
﴿وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ﴾

Demikian juga, direktur Kantor Penerangan Pusat Hizbut Tahrir dan seluruh staf mengucapkan selamat kepada Amir Hizbut Tahrir yang mulia, dan seluruh kaum Muslim atas datangnya bulan yang agung ini. Dengan memohon kepada Allah SWT agar menjadi kita termasuk orang-orang yang terbebaskan (dari segala dosa) dalam bulan ampunan dan kebaikan ini. Kami juga memohon kepada Allah SWT agar mengantarkan kami pada malam Lailatul Qadar, dan memuliakan kami dengan dengan pahalanya yang agung.

Ya Allah, Tuhan langit dan bumi, muliakanlah kami dengan bai’at kepada Khalifah kaum Muslim dalam naungan Khilafah Rasyidah kedua. Allahumma Amin.

Wassalam

Malam Sya’ban yang digenapkan, tahun 1430 H
(sumber:hizbut-tahrir.or.id)

Jamsostek Belawan bangun 1450 unit rumah pekerja

MEDAN Menyambut bulan suci Ramadhan 1430 H, PT Jamsostek (Persero) Cabang Belawan menjalin tali kasih bersama 387 orang anak yatim Panti Asuhan Alwasliyah Pulau Brayan Medan. Tali kasih tersebut diwujudkan dengan melakukan punggahan melalui penyembelihan hewan lembu.
Kepala Kantor Cabang PT Jamsostek (Persero) Belawan Pengarapen Sinulingga saat ditemui kantor cabang di Jalan. Yos Sudarso No. 101 Medan mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian keluarga besar PT Jamsostek terhadap sesama, terlebih kepada kaum yang perlu mendapat perhatian.
“Ini merupakan ajang silaturahmi baik semua karyawan dengan sesama insan hamba Allah. Kita harus peduli terhadap mereka yang kurang beruntung,” kata Sinulingga dengan wajah prihatin merenungkan nasib warga yang masih banyak yang belum mendapat perhatian terutama saat krisis ekonomi global.
Kebersamaan Kantor Cabang PT Jamsostek (Persero) Belawan terlihat jelas. “Kita turut melibatkan Ikatan Isteri Karyawan Cabang Belawan. Ini kita lakukan swadaya dan gotong royong, dan mereka jugalah yang memasak daging hewan tersebut untuk disajikan kepada anak yatim, dengan harapan dapat dinikmati pada sahur perdana,” kata Sinulingga seraya menyebut kegiatan itu dikoordinir Ny. Ira Sinulingga selaku Ketua II Jamsostek Belawan.
Disamping daging hewan, Jamsostek Belawan pada kesempatan itu juga memberikan beras, mie instant dan telur untuk mendukung kebutuhan para anak yatim sebagai persiapan menyambut sahur dan berbuka puasa.
Pengarapen mengatakan sedang dibangun perumahan pekerja yang berlokasi di Griya Martubung dan Sungai Mati, sebanyak 1450 unit rumah untuk peserta jamsostek, yang diperkirakan akan selesai sebelum akhir tahun ini. “Kita sudah melakukan agreement dengan Perum Perumnas dan BTN, dimana uang muka dari PT Jamsostek maksimum Rp20 juta per orang,” ujarnya.
Pihaknya mengatakan, bagi peserta jamsostek yang berminat memiliki rumah pekerja, dapat menghubungi kantor Cabang Belawan.


RS Pirngadi sudah selesai 70%

MEDAN terhenti selama beberapa bulan, akhirnya pembangunan gedung lantai III RSUD Dr Pirngadi Medan yang akan diperuntukkan buat pasien miskin direncanakan selesai tahun ini juga.
Pj Walikota Medan, Rahudman Harahap mengenai rumah sakit milik Pemko Medan tersebut mengatakan "Pembangunan gedung itu, akan kita tenderkan kembali dengan segera agar dapat diselesaikan pada tahun ini," katanya.
Terkait dengan hal itu, Direktur Pirngadi Edwin Effendi menjelaskan, untuk dana lanjutan pembangunannya akan dipakai dari sisa anggaran sebelumnya. "Pembangunan yang sudah selesai 70%, tinggal finishing, dananya dari anggaran yang sudah ada, " jelasnya.
Diketahui, sebelumnya pembangunan gedung berlantai III tersebut dilaksanakan PT BS namun karena waktu penyelesaian yang tidak sesuai. Maka pembangunan yang bernilai miliaran tersebut diistanvaskan.
Menanggapi hal itu, Gubsu Syamsul Arifin mengatakan Pemprovsu sudah memberi kepercayaan kepada Pemko Medan agar menjadikan RSUD Dr Pirngadi menjadi lebih baik. Sebab, katanya, selama ini masih ada masyarakat yang mengeluhkan pelayanan.
“Kondisi Pirngadi semakin prihatin tetapi walau tetap berupaya. Orang bisa yakin dengan perlakuan Sabar, Senyum dan Sentuh, tetapi jika tidak mengalami perubahan ke arah yang lebih baik dalam 3 bulan ke depan, dengan sangat menyesal akan diambil kembali oleh Pemprovsu," kata Syamsul berharap kepada Walikota supaya menyelesaikan kevakuman di RS Pirngadi.


Pemprovsu bahas Ranperda SIUT

MEDAN Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara dalam waktu dekat ini akan memiliki wewenang untuk menerbitkan surat izin usaha tambang (SIUT dan surat izin semacamnya untuk usaha atau pengelolaan usaha atau jasa lain yang berkaitan dengan pertambangan dan kegiatan geologik.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Sumut, Washington Tambunan, kepada Bisnis menyatakan materi prosedur dan mekenisme perizinan usaha tambang dan semacamnya itu sudah dituang dalam bentuk draf rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang saat ini sedang memasuki tahap proses pendalaman yang melibatkan sejumlah pakar dari dan pejabat dari beberapa instansi terkait.
“Daerah Sumut sejak dulu memiliki potensi sumber daya alam (SDA) di sektor pertambangan mulai dari klasifikasian tambang kecil, menengah, hingga pertambangan besar yang bernilai ekonomi tinggi. Jadi, wajar kalau daerah memiliki kewenangan untuk menerbitkan izin-izin untuk usaha atau pengelolaan tambang di daerah sendiri. Selama ini, kan harus mengurus atau tergantung dari pihak pusat," katanya.
Sosialisasi awal Ranperda tersebut telah dilakukan pada acara Sosialiasi Bidang Geologi Propinsi Sumut di Tiara Convention Hotel Medan, yang juga dihadiri sejumlah pejabat dan pakar dari Badan Geologi Indonesia (BGI) Deptamben RI dari Jakarta. Materi Ranperda itu antara lain meliputi kebijakan dan ketentuan pengelolaan usaha tambang, klasifikasi produk dan jenis pertambangan, mekanisme usaha yang berkaitan dengan lingkungan hidup, prosedur antisipisasi dan mitigasi bencana geologis.
Bersama Kadistamben Kabupaten Dairi ST Manik dan Kasubdis Usaha Tambang Distamben SU Untungta Kaban menegas kan pihaknya tengah mengupayakan agar Ranperda tersebut bisa dituntaskan sehingga mulai berlaku setidak nya pada Oktober atau awal November tahun ini. Saat ini, pihaknya sedang menunggu agenda dan jadwal pembahasan lanjut dari pihak DPRD Sumut dan Gubernur Sumut.
Ketua Dewan Pakar Ikatan Ahli Geologi Indonesia (DP IAGI) Sumabgut Jonathan Ikuten Tarigan, secara khusus menilai terbitnya surat izin atau wewenang daerah Sumut untuk proses perizinan tersebut akan menjadi catatan sejarah baru di bidang ekonomi pertambangan di daerah ini.
“Penetapan materi dituang dalam Ranperda (draf) itu merupakan hasil terpadu yang juga melibatkan para pakar atau geolog dari IAGI, BGI, Distamben, dsb. Kelak warga atau dunia usaha daerah ini tak perlu jauh-jauh lagi mengurus izin ke pusat atau Jakarta. Selain rentang kendalinya akan lebih dekat dan masa proses yang cepat singkat, ekonomi sektor tambang juga bisa berkembang pesat,” katanya optimis.


Jasa Marga tingkatkan pelayanan dengan bangun gardu baru


Kepala PT Jasa Marga Cabang Belmera Medan, Ricky Distawardhana mengatakan, pihaknya tetap komit dalam peningkatan pelayanan terhadap pengguna jasa tol Belawan-Medan-Tanjungmora (Belmera). “Kami akan tetap berupaya menciptakan pelayanan penggunaan jasa tol yang lancer, aman dan nyaman,” kata Ricky Distawardhana.
Ricky menjelaskan, ada tiga bentuk pelayanan yakni pelayanan transaksi, lalulintas dan konstruksi. Pelayanan transksi Belmera, menurutnya dengan system tertutup, dimana pengguna jasa tol lebih dulu mengambil tiket masuk dan pembayarannya di gardu ke luar. Saat ini, di tol Belmera terdapat 6 gerbang masing-masing di Belawan, Mabar, Tanjungmulia, Bandar Selamat, Amplas dan Tanjungmorawa.
Untuk pelayanan kelancaran lalu lintas, pihak Jasa Marga menyediakan 3 unit mobil derek yang baru, mobil rescue dan ambulance. “Kesemua fasilitas tersebut stand by dalam waktu 24 jam,” katanya.
Ricky mengatakan, standard pelayanan yang dilakukan Jasa Marga tersebut, dievaluasi setiap 6 bulan sekali oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Terhadap konstruksi jalan tol, pihak Jasa Marga melakukan perawatan 24 jam agar jalan tetap mulus dan tidak berlubang. “Periodik perawatan sekali setahun,” katanya.
Menurut Ricky, untuk meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jalan tol, pihaknya dalam waktu dekat akan menyelesaikan pembangunan gardu baru dari Jalan Kolonel Bejo tembus ke Jalan Williem Iskandar (Jalan Pancing).
“Kawasan Jalan Cemara-Jalan Pancing itukan arus lalulintasnya cukup macet. Dengan dibukanya gardu tersebut, warga yang berada Perumahan Cemara Asri maupun kendaraan lainnya dapat memilih jalan alternatif tol,” katanya.
Gardu baru tersebut, kata Ricky, akan diselesaikan secepatnya. “Kita akan selesaikan secepatnya. Sekarang sedang tahap pengukuran dan penggambaran. Di sana akan dipersiapkan dua loket transaksi nantinya,” kata Ricky.
Kemudian, di Tanjungmorawa, Amplas dan Mabar, sudah dikerjakan penambahan lajur untuk memperlancar arus lalulintas. "Kita juga sudah mendirikan gardu satelit dan gardu tanpa orang, dimana pengguna jasa tol akan dilayani dengan mesin otomatis untuk mendapatkan tiket. Ini kita lakukan dalam rangkaian peningkatan pelayanan," katanya.

Senin, 17 Agustus 2009

Profile

Albert Kang: Iklan sebuah karya seni

Oleh: Darwinsyah Purba


Jalan menuju sukses begitu pahit tapi akan menghasilkan buah yang sangat manis hal tersebut benar-benar dirasakan salah satu pengusaha advertising sukses di kota Medan Albert Kang, Dirut PT Multigrafindo Mandiri. Berawal bekerja sebagai marketing iklan di sebuah suratkabar Bukit Barisan pada tahun 1978 dan di tahun 1987 dengan modal awal, menjual rumah untuk mendirikan perusahan advertising hingga sekarang.
Filosofi hidupnya, “Kejujuran, kepercayaan dan mengutamakan pelanggan” membawa bapak dari 3 orang anak ini ke gerbang sukses sebagai pengusahan iklan terkemuka. Namun, selain itu ternyata memiliki kecintaan terhadap seni, darah seni yang mengalir dalam tubuhnya dituangkan dalam sebuah produk iklan. Dan, Multigrafindo diambil dari hasil kreasi yang mandiri yang memiliki makna multi adalah warna dalam seni grafik. “Karena disini tempat pekerja seni,” ungkapnya.
Kepercayaan konsumen menjadikan PT Multigrafindo Mandiri Advertising berkreasi mengembangkan informasi promosi. Wujudnya, tahun 2000 pilihan pameran sebagai event promosi cukup efektif. Pusat pembelajaan dan hotel menjadi media. Dikemas dengan tema menyentuh masyarakat yakni Menara Expo ( 2001 ), Infotech ( 2002 ) dan masih banyak lagi event-event yang mampu menyedot banyak pengunjung dan transaksi yang sangat memuaskan peserta. Kreasi promosi terus mengalir menjadi yang pertama dan pelopor hadirnya TV Tron dan running Text di kota Medan sebagai media promosi elektronik yang efektif.
Kemasan promosi yang disediakan PT Multigrafindo Advertising berkembang dalam tatanan jasa penyelenggaraan undian promosi berhadiah. PT. Multigrafindo Advertising menyediakan jasa bentuk efektif penyelenggaraan undian promosi mulai dari pemilihan produk, promosi, perizinan, hadiah serta yang berhubungan dengan pajak undian.
Produk-produk PT. Multigrafindo Advertising ini menyebar dari kota Medan memasuki Wilayah tingkat II yang ada di propinsi Sumatera Utara. Lintas Antar Propinsi Sumatera Utara. Lintas Antar Propinsi juga dikerjakan PT. Multigrafindo Advertising menjawab kebutuhan konsumenya mulai dari propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Riau.
Produk iklan yang baik selain, memperhatikan estetika, kontruksi dan tata letak kota, bagaimana menggabungkan dengan seni sehingga akan melahirkan iklan dalam sebuah karya seni. Frame yang memiliki karya seni akan menghasilkan daya tarik bagi publik, kreator yang hebat akan menghasikan kreasi yang hebat dan berkualitas. Sampai dengan sekarang beliau sangat senang meninjau langsung ke lapangan, ia bias berjam-jam berada dilokasi memperhatikan produk iklan sangat indah tersebut. “Iklan adalah sebuah karya seni” ulangnya.

“Sebagai pengusaha advertising sudah seharusnya memperhatikan hal-hal tersebut dan satu hal lagi, kita siap menenerima kritikan dari orang lain karena kritikan apabila menjadi menjadi guru yang membuat jauh lebih pintar.” Pesannya dalam perbincangan informal dengan Bisnis.com dikantornya disela-sela kesibukan.

Di usia yang ke-49 tahun ini, ia berbagi pengalaman selain yang sudah dijabarkan di atas tadi, ia juga berpesan karena banyak tidak mengerti. oleh sebaba itu, kepada pengusaha advertising di kota Medan, sebagai perusahaan periklanan hendaknya memperhatikan letak arah mata angin, sebuah produk iklan seperti billboard jangan mengadab ke arah timur sebab, hal ini dapat membuat warna tidak dapat bertahan lama dan mengganggu orang-orang untuk melihatnya, sebaiknya mengadab ke utara. Dan, tetap mengkaji dan belajar dari buku-buku tentang iklan dan kontruksi sebuah iklan.

Phone : 061 - 786 7972 (Hunting) Fax : 061 - 787 1838, Medan www.multiadv.com






Syamsul Arifin: Birokrat berkarakter entrepreneur

oleh : Hambali Batubara

Syamsul Arifin, Gubernur Sumatra Utara 2008-2013 dikenal sebagai pribadi yang unik. Terkenal ramah, suka berguyon dan membantu. Tak jarang orang di sekitarnya terbahak-bahak mendengar leluconnya yang segar dan mengena, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika beberapa kali berkunjung ke Sumut.
Pria yang lahir 25 September 1952 lalu di Medan, mengaku tidak begitu menyukai aturan protokoler sebagai mana berlaku bagi seorang pejabat. Hal ini terlihat di masa kepemimpinannya selama dua periode Bupati Kabupaten Langkat Sumut,1998-2003 dan 2003-2008 dan Gubernur 2008 hingga sekarang. Ia tidak segan menyambangi masyarakat dengan sepeda motor sendirian dipagi hari ketika masih berdinas di Kabupaten Langkat dan jarang berpidatosesuai dengan teks pidato dan tidak menyukai basa-basi terhadap orang yang menyampaikan maksud dan tujuannya.
Ketika terpilih menjadi Gubernur Sumut, dia mengingatkan para pegawai, kunci melayani masyarakat harus disiplin, baik waktu maupun tanggung jawab. Untuk melakukan perubahan di jajaran stafnya, ia mengatakan tidak perlu dengan teori-teori baris-berbaris atau outbond, tetapi hanya dengan menyentuh hatinya agar bekerja lebih giat.
Syamsul saat baru terpilih menjadi Gubernur berpasangan dengan Gatot Pujo Nugroho sebagai wakilnya berjanji untuk lebih dekat dengan rakyatnya dengan membuka kantornya di Jalan Diponegoro sebagai rumah rakyat, sehingga siapa pun bisa bertandang ke sana.
Ia juga akan menyambangi setiap kabupaten/kota untuk menggerakkan roda pembangunan di Sumut. "Dalam sebulan saya hanya akan berkantor selama seminggu di Medan, dan sisanya saya akan berkeliling ke kabupaten/kota di Sumut," ujar Bapak tiga orang anak ini.
Menurut suami Hj. Fatimah Habibie mengatakan dirinya sekuat mungkin berusaha memenuhi janjinya ketika kampanye dulu sesuai dengan empat hal utama dalam misi dan visinya.
Keempat hal utama itu adalah mencegah masyarakat kelaparan dengan menggerakkan roda perekonomian; membuat rakyat tidak bodoh dengan meningkatkan kualitas pendidikan; membuat rakyat sehat dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan; serta membuat rakyat memiliki masa depan dengan memberikan semangat berupa keyakinan untuk menatap masa depan yang lebih baik." Slogan saya waktu itu (kampanye), rakyat tidak bodoh, tidak lapar dan tidak sakit," kata Syamsul yang juga pernah menjabat anggota DPRD Langkat dari Fraksi Golkar selama dua periode, 1977-1987.
Pada peringatan ulang tahun Pemprov Sumut yang ke 61, Syamsul Arifin mengatakan performa pembangunan ekonomi yang dicapai Sumut 2008 sampai posisi Triwulan IV ekonomi Sumatra Utara mampu tumbuh hingga sebesar 6,97% atau lebih tinggi dari keadaan ekonomi Tahun 2007 yang tumbuh 6,90%. "Secara sektoral pertumbuhan ekonomi tahunan itu didorong oleh sektor jasa, sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor keuangan dan persewaan" jelas Syamsul Arifin.
Syamsul mengatakan pemerintahanya juga berhasil mengatasi dampak krisis ekonomi global yang terjadi diakhir 2008 lalu.Kendati jumlah tenaga kerja yang di PHK meningkat 1800 orang, tetapi mereka tidak menjadi pengangguran aktif, melainkan masuk ke sektor informal.

Vincent Wijaya: Komit majukan ekonomi daerah

oleh : Yusran Yunus

Bak air sungai mengalir begitu derasnya, demikian juga dengan Vincent Wijaya, salah satu pengusaha sukses Medan. Dalam kesibukannya mengendalikan beberapa perusahaan di bawah naungan PT.Juta Jelita Grup, dia masih saja meluangkan waktu untuk memikirkan kemajuan perekonomian daerah Sumut.
Apa yang dia lakukan? Saban hari ia melihat masih begitu banyak pengangguran dan orang miskin terlihat di beberapa sudut Medan, ibukota provinsi Sumut. Ada isyarat dari sanubarinya, ingin memberi yang terbaik untuk masyarakat kurang beruntung tersebut.

''Paling tidak dalam konteks ini, saya terus bertekad sampai kapan pun agar operasional perusahaan saya berjalan normal, sehingga beberapa orang yang menggantungkan hidupnya pada perusahaan saya, tetap bekerja normal,'' katanya satu ketika dalam beberapa kali perbincangan informal dengan Bisnis.com.
Eksportir udang ini menggarisbawahi beberapa masalah serius yang perlu diperhatikan pemerintah daerah se-Sumut. Salah satunya, bagaimana menjalankan otonomi daerah agar bermanfaat langsung terhadap peningkatan kesejahteraan rakyatnya.
Menurut pemilik Taipan Restoran yang berlokasi di Capital Building Medan ini, tujuan obyektif dari otonomi daerah diantaranya meningkatnya tingkat pendapatan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Sayangnya dia tidak melihat hal itu tercapai.
''Yang saya amati selama beberapa tahun berjalan, otonomi daerah masih belum signifikan memberikan manfaat bagi masyarakat. Hal ini harus menjadi bahan evaluasi, tidak saja bagi pemerintah pusat maupun provinsi, tetapi juga bagi masing-masing pemda,'' ujarnya.
Di lain pihak, tutur dia, dunia usaha juga merasakan otonomi daerah belum terasa memberikan efek yang positif, bahkan dirasakan di saat otonomi daerah berjalan, high cost economy demikian menonjol.
''Tiap-tiap daerah otonom dalam sebuah provinsi, saling berlomba menggenjot meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), tanpa melihat efek negatifnya terhadap dunia usaha.''
Baginya, otonomi daerah itu harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi semua kalangan, tidak hanya bagi pemerintah, tetapi lebih dari itu adalah meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan rakyat. ''Salah satu rakyat itu kan pengusaha,'' ujarnya tersenyum.

Harry Sutanto: Bertekad jadikan Belawan pelabuhan international

oleh : Master Sihotang

Pelabuhan Belawan seiring waktu terus berbenah. Di bawah kepemimpinan Harry Sutanto, Dirut PT Pelindo I Medan bertekad menjadikan pelabuhan Belawan menjadi pelabuhan international, bukan pelabuhan pengumpan bagi Singapura dan Port Klang Malaysia yang selama ini dilakoni pelabuhan yang berada di Medan, Sumut itu.

Harry Sutanto, pria kelahiran Malang, Jawa Timur, 27 November 1957 adalah Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1996. Menurut penilaian ayah satu putri ini, sampai 25 tahun mendatang, belum ada pelabuhan di Sumatra yang mampu menandingi Belawan. Begitu hebatnya pelabuhan Belawan dimatanya.
Suami dari Endah Anggrowati yang mengikuti berbagai kursus kepelabuhan di dalam dan luar negeri itu, memang kembali diserahi pemerintah tugas menjadi Direktur Utama PT Pelindo I Medan periode 2009-2014, setelah sebelumnya Direktur Operasional (2004-2009) di Pelindo I Medan.
Mantan Direktur PT Jakarta International Container Terminal (PT JICT) periode 1999-2001 itu, tidak menduga bakal diangkat kembali untuk meneruskan jabatan nomor satu di pelabuhan nomor tiga terbesar di Indonesia itu.
Harry bertekad akan membawa Pelabuhan Belawan menjadi pelabuhan international sehingga ekportir dan importir bisa langsung mengapalkan produksinya tanpa harus melalui Singapura dan Malaysia.
Langkah-langkah yang dilakukannya untuk mewujudkannya adalah mengembangkan lapangan kontainer 100 hektare dengan menimbun laut. Kemudian, memperluas alur Pelabuhan Belawan dari 100 meter menjadi 200 meter, sehingga dapat dilalui dua kapal besar yang dapat keluar masuk dari dan ke dermaga sekaligus.
“Kendala saat ini adalah pendangkalan Belawan terlalu cepat sehingga harus dikeruk setiap tahun dengan biaya sedikitnya Rp30 miliar,” kata pria yang pernah menajdi manajer humas Pelindo II Jakarta.
Kalau pengembangan lapangan kontainer dan dermaga yang akan dimulai pada 2010 itu sudah selesai, menurut dia, Belawan akan menjadi pelabuhan internasional. Namun mewujudkan hal itu bukan perkara mudah.
Pelabuhan Belawan sudah terkenal dengan pelabuhan yang waktu tunggu kapal lama, peralatan minim, dan pelayanan masih belum dapat disejajarkan dengan pelabuhan internasional seperti Singapura, Hongkong, dan Port Klang, Malaysia. “Saya berobsesi selama kepemimpinan sampai 2014 Belawan sudah menjadi pelabuhan internasional, sehingga kapal-kapal besar mampu sandar di Belawan.”katanya.
Peluang untuk mewujudkan sudah ada setelah Islamic Development Bank (IDB) menyatakan komitmennya untuk mengucurkan dana memperluas dermaga dan lapangan penumpukan di Belawan. “Jika segera mendapatkan pembenahan dan melengkapi seluruh peralatan, maka sampai 2025 belum ada pelabuhan di Sumatra yang mampu menandingi Belawan.” ujarnya.
Selain itu, pihaknya sedang melakukan pembenahan non teknis seperti sumber daya manusia dan fasilitas dan prasarana pelayanan kepada pengguna jasa.Untuk menambah pemasukan, dia mengatakan mengurangi kerja sama operasional dengan pihak ketiga di Belawan yang selama ini sering kurang memberi arti bagi pemasukan perusahaan. Semua akan dikelola PT Pelindo I Medan, sehingga pemasukan semakin besar dan pemeliharaan peralatan mencukupi.”Kontrak kontrak kerja sama operasional (KSO) dengan sejumlah operator, kalau sudah habis tidak akan dilanjutkan,” terangnya.Operator tunggal yang sudah dimulai di Unit Terminal Peti Kemas (UTPK) Belawan tahun ini, menurut dia, sebagai salah satu bukti keseriusan manajemen PT Pelindo I Medan untuk membenahi pelayanan di Belawan.



Sejarah di kota Medan


Guru Patimpus sang pendiri Kota Medan

Kota Medan didirikan Guru Patimpus Sinambela pada tanggal 1 Juli 1590 atau pada 'Nggara 10 paka 5' menurut perkalaan Batak. Guru Patimpus Sinambela adalah cucu Si Singamangaraja melalui anaknya yang bernama Tuan Siraja Hita. Tuan Siraja Hita adalah anak kedua dari Jalipa. Anak pertama dari Jalipa ini yang bernama Tuan Manjolang kemudian menjadi Singa Mahraja di Bakerah (Bakkara). Karena abangnya Tuan Manjolang sudah menjadi Raja, Tuan Siraja Hita kemudian merantau, dan dengan menempuh perjalanan bertahun-tahun akhirnya sampailah ia ke Gunung Si Bayak.
Dari Gunung Si Bayak kemudian sampai di Kendit. Di sana, Tuan Siraja Hita kemudian membuka kampung, itulah keturunan Karo Sepuluh Dua Kuta (Toba: Sappuludua Huta, naraja) yang sekarang ini. Tuan Siraja Hita kemudian kembali ke Bakkara. Kawin di sana dan memperoleh 3 anak laki, yang tua Timpus, tengah si Pakan, dan yang kecil si Balige. Si Pakan dan Si Balige kemudian menjadi raja, masing-masing di Pakan dan di Balige. Sedangkan si Timpus pergi ke hutan mencari ilmu. Sepulang dari hutan ia oleh orang-orang memanggilnya Guru Patimpus.

Guru Patimpus pertama kawin dengan putri Ketusing dan mendapat 7 orang anak. Yang pertama Sibenara, kedua si Kuluhu, ketiga si Batu, keempat si Salahan, kelima si Paropa, keenam si Liang Tanah, dan ketujuh anak perempuan dikawinkan dengan Raja Tangging. Guru Patimpus selalu membuka kampung dan menamai kampung tersebut sesuai dengan nama anak-anaknya.

Setelah mendengar di Karo ada huru-hara, ia pun kesana dan memadamkan kegaduhan tersebut. Di sana ia kawin yang kedua dan mendapat anak 2 orang yakni, Si Gelit dan Si Jahei. Setelah menyelesaikan kegaduhan di Batu Karang, iapun kawin yang ketiga dan memperoleh anak, yaitu si Ajji. Untuk si Ajji dibuka kampung bernama Perbaji. Tak berapa lama kemudian ia mendapat anak lagi dan diberi nama Si Raja Hita (mengambil nama bapanya, naraja) dan membawa si Raja Hita ke dusun Langkat mencari tanah yang baik, yang kemudian tanah itu diberi nama Durian Kerajaan dengan Si Raja Hita menjadi raja di sana. Ketika inilah Guru Patimpus mendengan kabar: "...Jawi said datang dari negeri Jawa..."

Mendirikan Kampung Medan

Setelah bertemu dengan Datuk Kota Bangun dan masuk Islam, Guru Patimpus kemudian tinggal di kuala Sungai Sikambing. Setelah kawin yang keempat dengan putri Panglima Hali raja bangsa Tarigan dari dusun Berayan, ia pun pindah dan membuat kampung Medan. Setelah selesai mendirikan kampung Medan, ia memerintah disana. Di sinilah ia mendapat anak lagi yaitu si Kolok dan Si Kecik. Sebelum ia masuk Islam, ia mengatakan: "....aku pikir jikalau aku tiada masuk Islam, tentulah tanah kita yang dekat laut diambil oleh Jawi dari seberang..."

Riwayat Hamparan Perak

Cerita di atas bukan dongeng, tapi sejarah yang terekam di dalam naskah Hamparan Perak. Dokumen Hamparan Perak inilah yang dijadikan sebagai salah satu bahan riset oleh Panitia Penyusun Hari Jadi Kota Medan yang diketuai oleh Prof. Mahadi, SH , dimana pada hasil rapatnya yang terakhir Tanggal 24 Oktober 1973 mengemukakan, bahwa: " Kuta Medan didirikan oleh Guru Patimpus sendiri pada tanggal 1 Juli 1590 pada 'Nggara 10 paka 5' menurut perkalaan Batak"



*150 Year Tjong A Fie Heritage Eshibition
Sejarah Perjalanan Tjong A Fie Hidup Hingga Kini

Tak terasa, 150 tahun sudah kita diingatkan akan seorang saudagar etnis tionghoa yang banyak memberi jejak perniagaan masa lampau di Medan. Tjong A Fie, seorang dermawan yang tiada taranya telah mengangkat tatanan ekonomi dalam kehidupan masyarakat Medan yang wafat pada 4 Februari 1921 silam, dan dimakamkan di Pulo Brayan.

Kediaman Tjong A Fie yang terletak di jalan Jendral A. Yani No. 105 sampai sekarang tetap dengan bentuk apa adanya dan dalam kondisi relatif baik. Untuk mengenang wafatnya Tjong A Fie pihak keluarga dan The Tjong A Fie Memorial Institute membuka Pameran 150 Year Tjong A Fie Heritage Eshibition, Kamis (18/6) lalu.

Peringatan itu dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara, Ir. Nurlisa Ginting, M.Sc mewakili Gubernur Sumatera, Syamsul Arifin, SE. "Kediaman Tjong A Fie ini sangat unik dengan ornamen yang menghiasi atap dan setiap sudut ruangan bercorak Melayu, Eropa dan China, sangat cocok sebagai objek wisata. Saya mengharapkan agar masyarakat dapat mengikuti sejarah dan budaya yang berkembang di Medan yang dipelopori oleh Tjong A Fie ini," tutur Nurlisa Ginting kepada wartawan.

Peringatan ini dimaksudkan untuk mengajak masyarakat menyaksikan pameran tersebut dalam waktu dekat ini. Bentuk pameran yang telah digelar diantaranya adalah pembukaan pameran photo-photo sejarah-sejarah perjalanan Tjong A Fie dan keluarga, museum dan gallery Tjong A Fie, pameran masakan kuliner peranakan, serta bazaar.

Selain itu, kadis berharap dengan dibukanya rumah tersebut dapat menambah kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Peringatan itu pun dibuka dengan pagelaran Tarian Melayu dan pertunjukan Barong Shai. Dihadiri pula oleh Duta Besar Jerman, Mr. Paul Matzalhn.

Mengenang kisah Tjong A Fie dahulu, adalah perantau China yang datang dari Hokian. Dengan bermodal sepotong kayu pikul untuk mengumpulkan goni-goni bekas dan botol-botol kosong. Dia berhasil membangun kerajaan bisnisnya di Medan. Dia mendirikan toko yang diberi nama Kesawan dan kemudian menjadi nama kawasan tersebut. Sayangnya, tidak seorang pun di antara anak dan cucunya mampu mempertahankan bisnis Cong A Fie. Rumahnya yang begitu megah di Kesawan, masih berdiri dengan kokoh menunjukkan sisa-sisa kejayaan Cong A Fie.

Konon, banyak sekali harta peninggalan berupa tanah dan bangunan milik Tjong A Fie yang ada di Medan. Ada juga tanah peninggalannya yang sangat luas di daerah Deli Tua, bahkan hingga daerah Medan Labuhan.

Fon Prawira, salah seorang cucu (generasi ketiga) Tjong A Fie mengaku dari sekian banyak tanah peninggalan kakeknya, sebahagian besar memiliki sertifikat walaupun hampir semuanya sudah tidak menjadi milik mereka lagi. Namun, masih berdirinya kediaman Tjong A Fie ini membuktikan sejarah perjalanan hidupnya yang berhasil dalam perniagaan masih hidup hingga kini.


Renovasi

Kediaman Tjong A Fie yang masih ada kini menurut pihak keluarga, Fon Prawira, membutuhkan biaya perawatan yang tidak sedikit. Diperkirakan, sekitar 2 miliar dana harus disiapkan guna merenovasi dan perawatan kediaman tersebut.

"Selama ini, kediaman Tjong A Fie kakek kami belum pernah direnovasi secara utuh. Sebab, dana yang kami miliki sangat terbatas. Alangkah baiknya kediaman ini direnovasi sedemikian rupa agar dapat menampung masyarakat yang berkunjung nantinya," demikian kata Fon Prawira.

Fon mengakui, memang ada bantuan yang pernah diterima dari Pempovsu, tapi hanya Rp20 juta. Sementara Pemko Medan sendiri belum pernah memberikan bantuan biaya renovasi yang sebelumnya sempat berjanji. Namun hingga kini belum juga terealisasi.

Sementara Nurlisa Ginting selaku Kadis Kebudayaan dan Pariwisata mengatakan sudah membahasnya dengan pihak pengelola kediaman Tjong A Fie ini. Nurlisa meminta agar The Tjong A Fie Memorial Institute beserta pihak keluarga membuat program prioritasnya. "Harus ada kejelasan tentang program prioritas yang harus dibuat pengelola kediaman ini. Kami berharap hal ini dilakukan dengan profesional dan terbuka," ungkapnya.

Dosen Universitas Sains Malaysia Gali Sejarah Tjong A Fie


Universitas Sains Malaysia (USM) Penang, Research & Post Graduate Studies, Assoc, Prof Sohaimi Abdul Aziz didampingi Associate Professor, Dr Noriah Mohamed mengunjungi kediaman Tjong A Fie, Jalan Ahmad Yani Medan, pekan lalu.

Dalam kunjungan tersebut,Tjong A Fie Memorial Institute dan Dosen USM sepakat akan mengadakan seminar sejarah peranakan Tionghoa dan pameran pada bulan September mendatang sekaligus menandatangani memorandum of understanding (MoU) untuk menjalin kerjasama yang lebih erat lagi dari segi budaya dan sejarah di masa mendatang.
“Dukungan dari masyarakat luas, Pemda Medan dan Pemprovsu sangat diharapkan dari kegiatan ini karena sejarah budaya peranakan Tionghoa akan kita angkat dalam seminar tersebut,” kata Pendiri Tjong A Fie Memorial Institute, Fon Prawira dalam siaran persnya.
Dikatakan, kelak di Medan akan dibentuk sebuah lembaga yang akan merintis atau memajukan kepentingan sejarah budaya peranakan Tionghoa yang berhubungan erat dengan Tionghoa peranakan Malaysia. Sementara itu, menurut Dosen USM, Sohaimi, tujuan kedatangan mereka adalah untuk membuat penyelidikan peranakan Tionghoa di Medan dan melihat hubungannya dengan Tionghoa peranakan di Pulau Penang.
Berdasarkan informasi dari Fon Prawira selaku salah seorang cucu Tjong A Fie kata Sohaimi, dari segi sejarah Tjong A Fie dan istrinya Lim Koei Yap apabila ditelusuri sepertinya memiliki hubungan dengan Pulau Penang. Hal ini dapat dilihat dari foto dan pakaian yang dikenakan istri Tjong A Fie.
“Setelah kembali ke Pulau Penang kami akan segera mencari dan menelusuri jejak-jejak sejarah dan bukti-bukti yang ada, khususnya istri Tjong A Fie karena orangtuanya berasal dari keluarga Melayu Pulau Penang. Kita sendiri tidak mengetahui secara mendetail beluk-beluknya, apakah mereka orang Siam atau Melayu. Dari foto-foto yang ada sepertinya orangtua Lim Koei Yap memang orang tempatan atau penduduk lokal Pulau Penang. Ini bisa diketahui dari busana yang dikenakannya,” kata Sohaimi.
Sohaimi menambahkan, usai menyelidiki peranakan Tionghoa di Medan, dirinya akan melanjutkan penyelidikan tersebut ke Phuket. ”Peranakan Tionghoa cukup besar dan tersebar di mana-mana dan kami akan menyelidikinya seca lebih luas lagi,” ucapnya.
“Kami bernasib baik bisa menemukan kediaman Tjong A Fie dan bertemu cucunya. Ternyata rumah Tjong A Fie ini lebih hebat lagi dari rumah pamannya Tjong Fatt Tze yang ada di Pulang Penang. Barang-barang yang dipamerkan di dalam rumah ini perlu dilakukan penambahan seperti artifak dan lainnya. Oleh sebab itu kami akan menggelar seminar dan menandatangani MoU,” kata Suhaimi.

Kediaman Tjong A Fie Terbuka Untuk Umum


Selama ini, kediaman Tjong A Fie yang menjadi satu-satunya peninggalan yang masih utuh tidak pernah dibuka untuk umum dalam jangka waktu yang relatif lama. Pameran 150 Year Tjong A Fie Heritage Eshibition, Kamis (15/6) lalu itu merupakan simbol akan dibukanya kediaman itu bagi masyarakat umum hingga 18 Agustus 2009 nanti.

Itu dilakukan karena adanya tuntutan dari berbagai kalangan termasuk Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin yang menginginkan kediaman yang penuh sejarah itu bisa dikunjungi secara umum oleh masyarakat. Pada suatu kesempatan, gubsu pernah bertemu dengan salah satu cucu Tjong A Fie yang merupakan keturunan ketiga, Fon Prawira, agar pihaknya memberi kesempatan bagi masyarakat dapat mengikuti dan menelusuri sejarah yang ditorehkan dalam perjalanan hidup Tjong A Fie.

Tjong A Fie, konon adalah seorang yang gemar membantu orang tanpa memandang etnis dan banyak mendirikan rumah ibadah. Istrinya pun adalah wanita keturunan melayu asa Binjai. Sangat banyak jejak sejarah Tjong A Fie, baik dari bidang perniagaan maupun sosial kemasyarakatan yang berbaur dengan etnis lainnya di Medan dahulu.

Rumah Tjong A Fie dibangun dengan konstruksi beton dan kayu. Desain interiornya memancarkan kharisma yang kuat pada sosok yang megah luas. Secara umum, bangunan ini terbagi menjadi bagian depan untuk menerima tamu, bagian tengah yang terbuka beratap langit, tempat sembahyang, dan bagian dapur. Selain itu, terdapat juga bagian samping berupa kamar-kamar keluarga dan taman. Sebagian ruangan samping bagian belakang dijadikan gudang dan kamar pelayan.
Bangunan utama dibangun berlantai dua. Lantai kedua disokong oleh kayu-kayu besar yang ditutup papan-papan tebal. Secara umum, bangunan lantai dua memang terbuat dari kayu. Seluruh kusen dan perlengkapan interior dirancang dengan kayu-kayu terbaik yang utuh. Namun sayang, sebagian mulai rapuh dimakan waktu. Bangunan ini masih terlihat mewah meski membutuhkan sentuhan renovasi untuk kelayakannya sebagai objek kunjungan wisata di Medan.

Fon Prawira, cucu Tjong A Fie berusaha menjadikan kediaman ini menjadi objek wisata yang menarik. "Kami melalui The Tjong A Fie Memorial Institute tengah berupaya menjadikan kediaman ini menjadi objek wisata. Lembaga ini terdiri dari dosen-dosen USU, Nommensen, Unimed sebagai pembinanya. Melalui lembaga inilah kediaman ini akan diupayakan menjadi objek wisata yang baik," kata Fon ketika ditemui Nasional Pos di Kediaman Tjong A Fie, Kamis (18/6) disela-sela Pameran 150 Year Tjong A Fie Heritage Eshibition berlangsung.

"Kami sedang merintis program kedepan untuk menjadikan kediaman ini sebagai objek pariwisata di Medan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut meminta kami menyiapkan program prioritasnya. Itu sedang kami kerjakan sekarang," katanya lagi.

Selama ini kata Fon, sejarah Tjong A Fie masih banyak yang belum diketahui oleh masyarakat. Sejarah itu sendiri katanya tidak mungkin ditutup-tutupi apalagi dihilangkan. "Kami mencoba memberikan nuansa yang terbuka. Karena selama ini sepertinya masih banyak sejarah yang belum terekspose oleh masyarakat. Jadi, dengan ini kita bermaksud membuka kediaman Tjong A Fie ini untuk dapat dikunjungi masyarakat," ungkapnya.

Dari sejarah ini, menurut Fon dapat diketahui bahwa Tjong A Fie tidak hanya bergelut dalam sistem perniagaan, tapi juga disegala sektor, termasuk spiritual keagamaan dan sosial kemasyarakatan yang tidak membeda-bedakan etnis dan agama.


Foto-foto Rumah bersejarah Tjong A Fie