This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

Selasa, 01 September 2009





Koreksi Kiblat Masjid di Medan

MEDAN Syarat terpenting dalam membangun suatu mesjid adalah arah kiblat yang benar. Arah kiblat yang benar akan menentukan sah tidaknya sholat kita, baik sholat fardhu maupun sholat sunat. Setiap daerah memiliki arah kiblatnya masing-masing, tergantung dari longitude dan latitude daerah tersebut. Untuk Indonesia arah kiblat pada umumnya menghadap ke arah Barat ditambah beberapa derajat ke arah Barat Laut. Jakarta Monas latitude (-6.1754 degrees) 6° 10' 31" Selatan Equator dan longitude (106.8273 degrees) 106° 49' 38" arah kiblatnya berkisar 25.3° dari arah Barat searah jarum jam. Untuk Medan dengan latitude 98° 39' Bujur Timur dan longitude 3° 35' Lintang Utara atau lat=3.59° dan long=98.67° memiliki arah kiblat 21° dari arah Barat searah jarum jam ke arah Barat Laut. Lihat gambar kiri atas. :) (W=West=Barat) :D
Dengan memanfaatkan teknologi pencitraan satelit dari Google Earth, yang dapat di-download gratis di http://earth.google.com/download-earth.html, kita dapat bersama-sama mengkoreksi kebenaran kiblat masjid di wilayah kita. Caranya adalah dengan menarik garis lurus dari Ka'bah langsung ke arah masjid yang akan dikoreksi. Selain mendapatkan keadaan arah kiblat masjid saat ini, kita juga dapat mengetahui jarak Ka'bah ke mesjid kita dalam satuan kilometer bahkan satuan meter! :)

Kita awali dengan menarik garis lurus dari Ka'bah ke masjid Raya Medan. Apakah kiblat masjid ini tepat ke arah Ka'bah? :)

Setelah melakukan penarikan garis lurus dari Ka'bah ke arah masjid Raya Medan didapat hasil seperti gambar kanan berikut. Jarak Ka'bah ke masjid Raya Medan adalah 65.645.383 meter ( 65 juta meter !) atau sekitar 65.645 kilometer. Meski pada saat pembangunan masjid Raya Medan ini belum ada teknologi bantu seperti Global Positioning System (GPS) namun masjid Kesultanan Deli ini memiliki arah kiblat yang tepat. Luar biasa.

Untuk membangun kiblat masjid yang tepat ke arah Ka'bah dapat digunakan teknologi sederhana dengan mengetahui tanggal saat matahari berada tepat di atas Mekkah. Saat yang sama kita menegakkan tiang tegak lurus, hasil bayangan tiang pasti lurus ke arah Ka'bah. Sangat sederhana. Teknologi yang lebih maju adalah dengan menggunakan peralatan bantu GPS yang dapat mengetahui posisi longitude dan latitude suatu wilayah di bumi, tingkat ketepatannya <10 href="http://google.com/">google.com dengan kalimat pencarian 'lubuk linggau latitude' diperoleh informasi dari pagenation.com, bahwa Lubuk Linggau berada pada longitude 102.80° dan latitude -3.29°. Masukkan nilai tersebut ke aplikasi pencari arah kiblat atau masuk ke site http://www.islamicfinder.org/sunQiblah.php. Sesuaikan Time Zone dengan Time Zone komputer yakni GMT+7 untuk Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB), sesuaikan juga Month dan Year, kemudian click Calculate. Selesai... Hasilnya sebagai berikut "Qiblah direction according to Geographical North = 295.293801 (From North Clockwise)" yang artinya arah kiblat Lubuk Linggau yang benar adalah 295.293801° dari Utara searah jarum jam atau 25.29° dari arah Barat sesuai putaran jarum jam. Kompas standar dapat digunakan sebagai penunjuk arah. Jauhilah lokasi yang banyak mengandung besi atau mengandung arus-listrik yang kuat yang dapat membelokkan sudut jarum kompas.

Kita lanjutkan dengan melihat arah kiblat masjid Agung yang terletak di jalan Diponegoro Medan, apakah arah kiblat masjid ini sudah tepat? :) Lihat gambar sebelah kiri di bawah ini. Ops... arah kiblat masjid Raya Medan sangat tepat, lurus ke Ka'bah.

Terus, apa ada contoh masjid yang kiblatnya belum maksimal? Jawabannya, banyak..., berikut satu contohnya, masjid Raya Aceh Sepakat yang terletak di belakang kuburan Kristen Jalan Gajah Mada Medan. Berikut hasil penarikan garis lurus dari Ka'bah ke Masjid Raya Aceh Sepakat Medan, gambar sebelah kanan bawah. Garis kuning menunjukkan arah kiblat yang benar ditarik langsung dari Ka'bah, sedangkan garis putih adalah arah kiblat Masjid Raya Aceh Sepakat saat ini (08.2007), sangat jauh dari arah yang benar. Saran kita bersama untuk manajemen Masjid Raya Aceh Sepakat Medan adalah mengkoreksi arah kiblat ke arah yang benar. Satu cara yang paling cepat adalah dengan mengkoreksi arah sholat di dalam masjid, tanpa perlu membongkar masjid.

Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat.


Pulau Jemur Diklaim Milik Malaysia


PEKANBARU-Malaysia mengklaim kalau Pulau Jemur di Gugusan Kepulauan Aruah, Kecamayan Pasirlimau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir miliknya.
Masalah ini menghangat beberapa hari terakhir di Riau, khususnya terkait tampilan di situs pariwisata beralamat http://www.traveljournals.net/explore/malaysia/map/p456617/pulau%20jemur yang menuliskan Pulau Jemur berada di Selangor, Malaysia. Di situs tersebut menyebutkan lokasi pulau terdepan Indonesian di Provinsi Riau itu berada di state Selangor dengan area type Hypsographic, lokasi berupa pulau dengan Latitude 2.869444, Longitude 100.5667, Latitude (DMS) 2° 52′ 10 N, Longitude (DMS) 100° 34′ 0 E. Situs tersebut juga menyebutkan lokasi dimodifikasi tanggal 13 Maret 1998 dan update peta dan lokasi pada bulan Februari 2002.
Tapi di situs tersebut tidak mencantumkan siapa penangung jawab laman pariwisata itu. Namun yang jelas, lokasi pariwisata di seluruh dunia banyak ditampilkan di sana. Bahkan pembaca di situs dengan tagline stories from your friends on the road itu, bisa meng-upload berita dan foto lokasi wisata baru dengan syarat harus register sebagai member dan mengirim dengan Bahasa Inggris.
Menyikapi hal ini, Gubernur Riau HM Rusli Zainal yang dikonfirmasi Riau Pos (grup Sumut Pos) mengaku belum melihat dan berjanji akan mengecek lebih lanjut. “Kita akan cek dulu dan kita tak mau terburu-buru membuat kesimpulan. Indonesia sebagai negara serumpun dengan Malaysia harus mengedepankan semangat kebersamaan dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul,” ujar Gubri, usai menghadiri Majlis Sambutan Hari Kebangsaan Malaysia ke-52 di Hotel Labersa, Pasir Putih, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, tadi malam.
Apakah ini sebuah bentuk provokasi? Rusli menyebutkan bisa saja itu terjadi. “Untuk itu kita harus waspadai jangan terburu-buru klaim apapun terhadap statemen, sebab ini masalah negara,” sebutnya.
Pendapat senada juga disampaikan Konsul Malaysia di Pekanbaru, Zamani Ismail. “Saya bersetuju dengan Gubri (Gubernur Riau), belum ada maklumat, biar yang berwenang saja selesaikan. Ini masalah antara Jakarta dengan Malaysia,” sebutnya.
Ditanya dengan upaya yang dilakukan sehubungan kembali memanasnya hubungan Malaysia-Indonesia, Zamani mengaku akan terus mencari jalan diplomasi. Meski hubungan kedua negara kembali memanas, Zamani mengaku sejauh ini belum ada pengaruh. Bahkan sebut Zamani pihaknya akan lebih serius mempromosikan Riau bahwa Riau merupakan tempat yang bagus untuk melanjutkan pendidikan, demikian juga di bidang ekonomi. Bahkan Zamani menyebutkan saat ini investor Malaysia sedang membuka investasi kelapa sawit seluas 180 ribu hektar di Rohil dan Inhil.
Kepala Biro Pemerintahan Setdaprov Riau, Alimudin mengakui, pulau Jemur amat kaya dengan ragam ikan, satwa laut dan terumbu karang yang menggoda pengunjung untuk memancing dan menyelam. Dari penuturan Alimudin, goa Jepang, sisa benteng Jepang, menara suar, batu Panglima Layar, taman laut dan pantai yang berpasir kuning keemasan, di Pulau Jemur merupakan kawasan yang memang bagus dan menarik. Menurut Alimudin, pulau tak berpenduduk ini berjarak lebih kurang 40 mil atau berjarak 72,4 kilometer dari Bagansiapiapi, ibukota Kabupaten Rokan Hilir, perlu dipertahankan Angkatan Laut di daerah perbatasan.
Di bagian lain, penegasan Pulau Jemur masuk wilayah Kabupaten Rokan Hilir disampaikan TNI Angkatan Laut. “Sampai saat ini dan hingga detik ini, Pulau Jemur yang berada di dalam Gugusan Kepulauan Aruah ini adalah milik Kabupaten Rohil, Provinsi Riau, Indonesia. Dan kita sendiri sudah lama menempatkan anggota kita untuk bertugas di Pulau Jemur sana,” kata Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Arief Sumartono tadi malam.

MUI Sumut Yakin Lebaran Bisa Dirayakan Serentak

Medan Ulama Indonesia (MUI) Sumut berkeyakinan Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1430 Hijriyah akan dirayakan secara serentak oleh umat Islam di seluruh Indonesia pada 21 September 2009.
“Saya yakin serentak karena berdasarkan perhitungan, 1 Syawal (1430 Hijriyah) akan bisa dilihat pada 21 September nanti,” kata Ketua Umum MUI Sumut, Prof Dr H. Abdullah Syah kepada medantoday di Medan, Selasa [01/09].
Dia mengatakan, berdasarkan perhitungan seluruh ahli hisab di Indonesia, bulan sudah dapat terlihat pada tanggal 21 September tersebut.
Saat itu, bulan diperkirakan sudah berada di atas ufuk dengan ukuran di atas dua derajat. “Jadi, kemungkinan bulan dapat dilihat di semua daerah sangat besar,” katanya.
Jika itu yang terjadi, kata Abdullah Syah, umat Islam tidak diperbolehkan lagi untuk menjalankan ibadah puasa karena sudah memasuki bulan Syawal.
“Berpuasa pada tanggal 1 Syawal bukan berpahala lagi, justru sudah haram hukumnya,” kata Gurubesar IAIN Sumut itu.
Apabila ada yang kekurangan hari dalam berpuasa disebabkan terlambat melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, diwajibkan kepada mereka untuk “mengqadha” atau menggantinya di lain hari, katanya menambahkan.
Meski demikian, kata dia, umat Islam diharapkan tetap bersatu dan serentak dalam merayakan Idul Fitri jika bulan tidak dapat terlihat secara bersama-sama.
Abdullah Syah mengharapkan tokoh dan pimpinan umat Islam tidak menonjolkan sikap “ego” kelompok masing-masing dan tidak “ngotot” mempertahankan alasan matla’ (tempat terbit bulan).
Dengan wilayah Indonesia yang begitu luas, tentu saja matla’-nya akan berbeda sehingga terus akan menimbulkan perbedaan jika bersikeras mempertahankan alasan tersebut.
Namun, jika penglihatan terhadap matla’ itu tidak terlalu jauh perbedaan waktunya dan tidak melebihi dari 24 jam, sudah selayaknya penetapan 1 Syawal bisa disatukan. ”Jika tidak, umat Islam terkesan tidak bersatu di mata umat lain,” katanya.

Komisi III DPR Panggil Kajatisu

MEDAN-Kinerja Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) terkait penyelidikan dugaan penyalahgunaan kerjasama PTPN II Kebun Limau Mungkur dengan Koperasi Nuansa Baru terus disorot. Kali ini datang dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, H Maiyasyak Johan SH, MHn
Politisi PPP asal Sumut ini meminta Kejatisu agar transparan dan cepat menangani kasus dugaan penyalahgunaan kerjasama PTPN II Kebun Limau Mungkur dengan Koperasi Nuansa Baru. Apalagi penangan kasus ini sudah mulai sejak Juli 2009 lalu.
“Kejatisu harus transparan dan terbuka kepada masyarakat. Sampaikan apa-apa saja hasil pemeriksaan yang sudah didapatkan dan jangan digantung-gantung seperti ini,” kata Maiyasyak Johan kepada wartawan koran ini melalui telepon, kemarin (1/9).
Sejauh ini lanjut Maiyasyak Komisi III belum ada membahas masalah kinerja Kejatisu terkait penyelidikan penyalahgunaan kerjasama PTPN II Kebun Limau Mungkur dengan Koperasi Nuansa Baru. Namun sambung dia jika semua masalah dikuasai anggota komisi bisa saja Komisi III DPR-RI akan memanggil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Sutiyono terkait masalah PTPN II. “Kita lihat saja nanti, kalau ada bahan-bahan kirim saja ke saya,” saran Maiyasyak Johan.
Sementara itu Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) tetap ngotot bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan secara maksimal terhadap dugaan penyalahgunaan kerjasama PTPN II Kebun Limau Mungkur dengan Koperasi Nuansa Baru.
“Kita tetap bekerja kok. Buktinya kita sudah memanggil pejabat PTPN II untuk dimintai keterangan atas kasus itu,” ungkap Edi Irsan Kurniawan Tarigan SH, MHum kepada medantoday saat ditemui di kantornya Jalan Abdul Haris Nasution, kemarin.
Edi Irsan juga mengucapkan terima kasih kepada media yang telah melakukan kontrol terhadap kinerja Kejatisu. Kontrol itu akan dijadikan sebagai motivasi dalam menyelesaikan kasus yang melibatkan pejabat PTPN II ini. Lantas, kenapa penyelidikan lambat? Ditanya begitu Edi Irsan menjawab sah-sah saja jika masyarakat mengatakan penyelidikan lambat. Namun, lanjut Edi Irsan dia tetap bersikukuh pengusutan atas kasus dugaan penyalahgunaan kerjasama PTPN II Kebun Limau Mungkur dengan Koperasi Nuansa Baru masih batas penyelidikan.
“Kan masih penyelidikan,” ujarnya. Saat ditanya progres hasil pemeriksaan lagi-lagi Edi Irsan menjawab kasus dugaan penyalahgunaan kerjasama PTPN II Kebun Limau Mungkur dengan Koperasi Nuansa Baru masih sebatas penyelidikan.
Sementara itu dari hasil penelusuran wartawan koran ini, tim jaksa yang menangani kasus PTPN II itu, kemarin, telah memeriksa Manager Kebun Limau Mungkur Taruna Sinulingga. Pemeriksaan berlangsung pukul 14.00 WIB hingga selesai. Diperiksanya Taruna Sinulingga berkaitan dengan keterlibatannya dalam penekenan kontrak kerjasama operasional (KSO) Kebun Limau Mungkur dengan Koperasi Nuansa Baru.
Diketahui, Taruna Sinulingga ikut menandatangai dokumen kerjasama itu selama dua tahun dan berakhir 2009. Pejabat lain yang menandatangani dokumen kerjasama itu adalah Dirut PTPN II Bhatara Moeda Nasution. Namun ketika dikonfirmasi ke Edi Irsan dia mengaku tidak tahu. “Saya tidak tahu soal itu,” katanya singkat. Tapi sumber koran ini di kejaksaan membenarkan pemeriksaan itu

Pakaian Diskon hingga 50 %

MEDAN-Dalam menjelang Idul Fitri, pusat perbelanjaan yang ada di Kota Medan mulai melakukan perang diskon. Mulai dari diskon 10 persen, diskon 50 persen hingga ada yang memberikan double diskon.
Tak mau ketinggalan, pusat perbelanjaan Suzuya Kampung Baru Medan yang berada di Jalan Brigjend Katamso Medan. Di Suzuya ini tak hanya menawarkan harga murah dan belanja hemat di tiap produknya, juga memberikan diskon hingga 50 persen dalam bulan Ramadan ini.
Ruslan, Store Manager Suzuya Kampung Baru mengatakan, program diskon yang diberikan Suzuya untuk berbagai produk tertentu dan jumlah diskon yang berbeda-beda. Salah satunya, diskon untuk produk fashion (pakaian) mulai dari 20 hingga 50 persen. Diskon pakaian tersebut untuk beragam merek dan model, mulai dari pakaian anak-anak hingga orang dewasa. Program diskon untuk pakaian tersebut diberikan hingga Ramadan berakhir, yaitu mulai 20 September 2009.
“Program diskon yang diberikan Suzuya untuk konsumen bukan hanya berlaku di Suzuya Medan Baru saja, tapi juga semua Suzuya yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan dilaksanakan secara serentak,” ujar Ruslan.
Selain itu, kata Ruslan, untuk produk supermarket yang ada di Suzuya ada dua program yang diberlakukan. Yakni, Suzuya Vaganza dan Solmet. Kedua program tersebut sama-sama menawarkan harga murah.
Misalnya saja, program Suzuya Vaganza menawarkan turun harga untuk produk gula dan sirup. Program ini baru berakhir kemarin pada 31 Agustus 2009. Namun program ini diberlakukan kembali pada tanggal 4 September 2009 mendatang.
Sedangkan program Solmet (Solusi Belanja Hemat dan Cermat) ini sudah di mulai 18 Agustus dan berakhir hari ini, Selasa, 2 September 2009. Namun program ini dibuka kembali pada 7 hingga 23 September 2009. “Program Solmet khusus bulan Ramadan ini kita hadirkan dua kali. Biasanya kita hanya menghadirkan sebulan sekali, sekarang ada Solmet di Ramadan dan Solmet jelang lebaran,” tambah Ruslan.

Dalam program Solmet tersebut menawarkan harga yang cukup murah. Seperti produk Gulaku tebu ukuran 1 kg Rp8.950, minyak goreng sunco ukuran 2 liter Rp19.600, teh celup sariwangi dengan isi 50 Rp6.575. Kemudian, hingga tanggal 10 September 2009, untuk produk dari perusahaan Unilever yaitu pasta gigi, body lotion (vaselin dan pond’s) diberikan turun harga.
Persentasi penurunannya mulai 10 hingga 15 persen dari harga normal. Sedangkan pada tanggal 1 hingga 15 September 2009, produk shampo turun harga mulai dari 5 hingga 10 persen.
Tak hanya itu, sejak Senin (1/9) kemarin hingga 13 September 2009, Pantene shampo condisioner all varian, dan olay total efec mendapatkan diskon mulai dari 10 hingga 20 persen. Sementara mulai tanggal 1 hingga 30 September 2009, untuk Rejoice shampo, head and shoulder, gielette, dan oley radial intensitas mendapatkan diskon mulai 10 hingga 15 persen.
Selain bisa berbelanja kebutuhan sehari-hari selama Ramadan, pengunjung juga bisa berbelanja jajanan pasar untuk berbuka. Aneka kue tradisional, bubur, dan minuman, tersedia dengan lengkap yang bisa didapatkan mulai pukul 14.30 WIB.
“Untuk jajanan pasar, kita sudah menjalankan selama tiga bulan dan bertepatan dengan masuknya bulan Ramadan. Jadi kita lebih lengkapkan lagi jenis yang dipasarkan,” pungkas Ruslan.

KPPU Bidik Proyek Rp24 M Langkat

MEDAN- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) unjuk eksistensi. Komisi antimonopoli itu memeriksa lima saksi dan dua terlapor dugaan penyelewengan pelaksana dua proyek pembangunan bendungan Sei Lepan dan jalan lingkar Langkat tahun anggaran 2008 oleh Dinas PU Langkat.
Pemeriksaan berlangsung di Kantor KPPU Perwakilan Medan, Jalan Juanda Medan dipimpin Anggota KPPU yang juga tim monitoring KPPU, Ahmad Ramadhan Siregar didampingi Kepala KPPU Perwakilan Medan, Verry Iskandar SH dan staf KPPU.
“Objek pemeriksaan adalah paket pembangunan jalan lingkar Kota Pangkalan Brandan tahap I Kecamatan Babalan dengan nilai proyek Rp14 miliar. Kasus lain yakni pembangunan Bendungan Sei Lepan tahap I dengan nilai pagu Rp10 miliar,” ungkapnya.
Pelaksana proyek dilaksanakan semasa Pemkab Langkat dipimpin Syamsul Arifin SE. “Kami sudah temukan bukti awal adanya dugaan persengkongkolan dalam proses tender. Mereka menganggap perilaku pinjam meminjam perusahaan sebagai suatu hal yang biasa,” imbuhnya tanpa menyebut nama para terlapor dan saksi.
Tak heran saat ada pemanggilan KPPU terhadap pelaksana proyek, lanjut Ahmad, mereka merasa kaget karena proses tender dengan meminjam perusahaan orang lain sudah biasa. “Dalam peminjaman ini, kalau tender dimenangkan dapat 2,5 persen dan apabila gagal dapat uang mundur Rp1,5 juta. Harusnya mereka menggunakan prinsip persaingan yang sudah menjadi kultur bangsa,” terangnya.
Di sisi lain KPPU juga telah memeriksa tata niaga pemasaran semen di Indonesia yang harganya 40 persen lebih tinggi dari harga pasaran di luar negeri.
“Diduga tujuh produsen antara lain PT Semen Gresik Grup dan PT Semen Indo Perkasa yang menjual semen dengan harga tinggi,” katanya.
Bahkan, harga itu lebih tinggi dibandingkan harga produk serupa di luar negeri. “Bisa beda capai 40 persen bila dibanding Vietnam, Malaysia dan Filipina,” katanya. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya sedang mencari data biaya mulai tingkat pemasok bahan baku, produsen dan pemasaran.
Ahmad juga mengatakan, pihaknya juga tengah membidik pelaksanaan Pekan Raya Jakarta 2009 yang dibuka Presiden SBY. Menurut dia, pelaksanaan perhelatan pameran yang mendapat perhatian luas masyarakat itu dimonopoli PT Jakarta International Expo selama 10 tahun.
“Mereka ini yang menjadi pemilik lahan di Kemayoran yang menjadi lokasi PRJ. Namun mereka pula yang dipercaya sebagai pelaksana pameran selama 10 tahun. Uniknya penghunjukan selama 10 tahun mendapat payung hukum Perda DKI Jakarta,” katanya.
Dampak dominasi ini, lanjut dia, biaya masuk pengunjung dan biaya stan terus meningkat sehingga banyak yang merasa dirugikan. “Masyarakat yang semula membayar uang masuk Rp15 ribu, sekarang jadi tambah mahal,” katanya.
Wakil Ketua KPPU Didik Ahmadi AK Mcom mengungkap, setiap tahun pihaknya menerima sekitar 200 pengaduan dari masyarakat. Umumnya tentang proyek tender. “Dari jumlah itu, KPPU sekitar 100 kasus,” terang Didik ketika menjadi pembicara Forum Diskusi Persaingan Sehat di Sektor Waralaba di Hotel Tiara, kemarin.
Dalam diskusi itu, KPPU mensosialisasikan pengecualian penerapan UU No 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli. “Pengecualian itu diatur dalam pasal 50 ayat b dan c ditujukan untuk melindungi pelaku usaha kecil, usaha monopoli untuk kepentingan nasional yang punya payung hukum, koperasi untuk mensejahterakan anggotanya,” terangnya.
Nur Aisyah Amini, pembicara lain menerangkan guide line pedoman penerapan pasal 50 ayat C. Intinya, KPPU mengatur masalah harga jual waralaba, cakupan ruang waktu dan wilayah penjualan bisnis waralaba dan mendorong terjaganya kekhasan usaha waralaba.
Diskusi ini dihariri perwakilan carrefour, hypermart, utusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Medan, utusan Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara, akademisi dan wartawan.


Bazaar Ramadan Expo 2009
Angkat Perekonomian Pedagang kecil

MEDAN MARELAN Seakan tak ingin kalah dari Ramadan Fair yang digelar Pemko Medan, Muspika Medan Marelan dan OKP se-Kecamatan Medan Marelan menggelar Bazar Ramadan Expo 2009. Kegiatan yang dilaksanakan untuk ketiga kalinya ini digelar di lapangan sepak bola Pasar V, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan sejak 22 Agustus lalu hingga 19 September 2009 mendatang dan akan diresmikan pada 5 September mendatang.
Bazaar Ramadan Expo 2009 ini dipersembahkan sebagai bentuk partisipasi Muspika dan OKP se-Kecamatan Medan Marelan dalam memeriahkan Ramadan dan membantu masyarakat ekonomi menengah ke bawah dalam melengkapi kebutuhan lebarannya. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mengangkat perekonomian para pedagang kecil di Bulan Ramadan.
Puluhan pedagang yang berasal dari berbagai kecamatan di Kota Medan ikut mengisi stan-stan yang telah disediakan panitia untuk menjajakan dagangannya. Seperti pedagang tradisional dari Pasar Sukaramai, Sei Sikambing, Petisah, Pasar V, Belawan dan sebagainya.
Masing-masing pedagang memamerkan barang-barang dagangan unggulannya, mulai dari sandal, sepatu, pakaian muslim dewasa, pakaian muslim anak-anak dan pernak-pernik lainnya.
Sri, pedagang pakaian muslim yang menyewa stan di Ramadan Expo 2009 ini mengatakan, kegiatan ini merupakan kesempatan baginya untuk mencari tambahan penghasilan dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1430 Hijriyah. Karena menjelang lebaran, tingginya kebutuhan keluarga tak bisa dihindari.
“Ya, walaupun dapat-dapat untung sedikit, tapi kalau pembelinya ramai begini, kan lumayan juga,” ungkapnya.
Mulyadi, Koordinator Bazaar Ramadhan Expo 2009 Marelan mengatakan, kegiatan ini digelar dengan tujuan untuk berbagi rezeki di bulan suci ini. “Rata-rata harganya terjangkau. Di sini, ada juga dijual kain songket produksi khas asal Palembang dengan harga terjangkau. Jadi, inilah wadah yang saling menguntungkan, baik pembeli maupun penjual,” katanya, Sabtu (29/8).
Di lokasi ini juga dijual makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Di sore hari, puluhan pedagang tampak menjual bermacam-macam kue untuk makanan berbuka puasa.
“Hal ini diupayakan untuk tumbuhnya rasa kebersamaan, agar tampak bagi kita kebersamaan di bulan Ramadan ini,” tandas Mulyadi.



Bubur Pedas ala Masjid Raya Medan

MEDAN Bagi masyarat suku Melayu yang tinggal di Kota Medan, Sumatra Utara, nama makanan bubur pedas adalah makanan yang ditunggu-tunggu keberadaannya. Pasalnya, karena bubur ini hanya ada pada bulan Ramadhan yang dibagikan secara gratis kepada warga untuk berbuka puasa di Masjid Al-Makshun atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Raya Medan.
Tradisi warisan berbuka puasa dengan bubur pedas ini telah dilakukan sejak masa Kesultanan Deli. Caranya, dengan membagikan bubur pedas kepada masyarakat di sekitar Masjid Raya dan Istana Maimoon yang letaknya berjarak 200 meter.
Bubur yang dimasak di pekarangan Masjid Raya menjelang buka puasa ini setiap harinya disiapkan oleh pengelolanya sebanyak 900 porsi bubur. Ini akan dibagikan ke masyarakat sekitar dan musafir yang berbuka puasa di Masjid Raya.
Kini, karena kesulitan mencari rempah-rempah sebagai bahan dasar pembuat bubur pedas, namanya berubah menjadi bubur sop. Hal tersebut diungkapkan oleh seorang juru masak bubur yang merupakan keluarga Kesultanan Deli, H. Hamdan.
Untuk memasak bubur pedas setiap harinya mereka menghabkan sedikitnya 30 kg beras, 10 kg daging, 3 kg garam dan beberapa kg sayur-mayur yang diolah untuk menambah cita rasa bubur.
Seorang pengunjung dari Kota Palembang, Sumatra Selatan, Reni, sengaja datang berbuka di Masjir Rara Medan karena penasaran dengan rasa bubur pedas yang menjadi makanan khas buka puasa suku Melayu di Kesultanan Deli. Ia mengaku rasa bubur Melayu ini berbeda dengan rasa bubur khas di daerah asalnya

Warga Antusias Sambut Pasar Murah

MEDAN Kelurahan Sei Kera Hilir II Kecamatan Medan Perjuangan menggelar pasar murah di halaman Kantor Kelurahan Sei Kera Hilir II, Jalan Prof HM Yamin SH, Gang Bidan Medan.
Fianty Dewi SSos, Lurah Sei Kera Hilir II mengatakan, pasar murah bertujuan meringankan beban masyarakat untuk menghadapi bulan Ramadan dan Idul Fitri. ‘’Pasar murah ini dibuka pada 26 Agustus-16 September 2009. Pasar murah menjual berbagai kebutuhan bahan pokok di antaranya minyak goreng curah Rp5.500 per kg, minyak goreng Madina Rp7.900 per liter, gula pasir Rp5.500 per kg, telur ayam Eropa Rp650 per butir, sirup kurnia Rp9.600 per botol, sirup pohon pinang super Rp9.000 per botol dan sirup pohon pinang premium Rp6.200 per botol.
Fia, seorang warga mengatakan, pasar murah di Kelurahan Sei Kera Hilir II sangat membantu perekonomian masyarakat. Sebab harga barang yang dijual di pasar murah Sei Kera Hilir II sangat berbeda dengan harga di pajak atau di tempat lain. “Uang belanja jadi lebih murah sehingga bisa membeli barang lainnya,” ujarnya.
Kegiatan serupa juga digelar di halaman kantor Camat Medan Petisah, Jalan Iskandar Muda No 270 A Medan. amat Medan Petisah Dra Hannalore Simanjuntak saat ditemui wartawan koran ini Jumat (28/8) lalu mengatakan, pembelian sembako di pasar murah ini dibatasi. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya warga yang menimbun atau memborong bahan pokok.
Sementara Darmita Rahmi, Kasi Pemerintahan Kecamatan Medan Petisah selaku penanggung jawab pasar murah itu mengatakan, sejak pasar murah ini dibuka, antusias warga sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari jumlah warga yang belanja ke pasar murah ini setiap harinya.

Kunjungan Wisman ke Masjid Raya Medan Turun 75%

MEDAN Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Masjid Raya Medan menurun sebesar 75 persen atau rata-rata tiga pengunjung dibandingkan tahun sebelumnya yang bisa mencapai 10 wisatawan per hari.
Penjaga Masjid Raya Medan, Adi Sutomo, tadi malam, mengatakan, jumlah wisman yang berkunjung ke Masjid Raya Medan mulai Januari hingga awal Juli ini menurun hanya sekitar satu sampai tiga orang saja setiap harinya.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, setiap hari turis yang berkunjung Masjid Raya peninggalan Kesultanan Deli bisa mencapai 10 sampai 20 orang.
Tidak diketahui secara pasti penurunan kunjungan wisman ini, tapi hal ini bisa disebabkan karena krisis global yang melanda dunia..
Wisman yang berkunjung ke Masjid Raya Medan biasanya berasal dari Amerika Serikat , Australia , Belanda, Jerman, Belgia, Prancis, dan Inggris.
Sedangkan wisman dari Asia sebagian besar berasal dari China, Filipina, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Jepang dan Singapura.
Wisman yang berkunjung sebagian besar ingin melihat kemegahan bangunan dari masjid terbesar di Medan ini dengan keindahan ukiran bunga dan tumbuhan, dan di setiap ujung kubah terdapat ornamen bulan sabit sebagai penghias.
"Secara langsung mereka ingin menyaksikan kemegahan dari Mesjid ini dan melihat makam sultan yang terletak disebelah masjid," ucap Adi.
Wisatawan yang berkunjung ke Masjid Raya Medan diwajibkan bagi wanita untuk menggunakan selendang atau jilbab dan dipakaikan sarung bagi yang memakai celana pendek.
"Karena masjid merupakan tempat beribadah, jadi setiap pengunjung yang masuk harus berbusana muslim dengan diwajibkan menggunakan selendang dan sarung yang sudah kami sediakan," tambahnya.
Masjid Raya Medan salah satu peninggalan Sultan Deli yang dibangun 1 Rajab 1324 H atau 21 Agustus 1906 dan selesai 10 September 1909 oleh Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah.
Masjid yang dirancang oleh Dingemans dari Amsterdam (dengan bentuk yang simetris jika dilihat dari keempat sisinya) memiliki gaya yang diambil dari budaya Timur Tengah , India , dan Spanyol.

Disperindag Realisasikan 800 Gula Pasir

MEDAN Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) Kota Medan merealisasikan 800 ton gula pasir di 115 lokasi pasar murah di 21 kecamatan di Kota Medan, sejak awal bulan Ramadhan. Harga yang ditetapkan tentunya jauh di bawah harga pasar.
Kadis Perindag Kota Medan, Basyrul Kamali mengatakan, jumlah gula yang disalurkan tersebut, merupakan target pemerintah kota setiap tahunnya sejak digelarnya pasar murah tahun 2003.Untuk itu, kata Basyrul, diharapkan kepada para petugas kecamatan dan kelurahan untuk dapat menyalurkannya dengan memperioritaskan kepada masyarakat kurang mampu/pra sejahtera.
“Pelaksanaannya kita serahkan di kelurahan karena mereka yang lebih tahu keadaan di lapangan, maksudnya mana yang masuk kategori keluarga pra sejahtera,” sebut Basyirul kepada Bisnis Selasa (2/9) tadi siang.
Basyirul menambahkan, pengadaan pasar murah itu merupakan subsidi dari pemerintah yang dananya memang diambil dari APBD Kota Medan senilai Rp2.6 M disalurkan saat menjelang Lebaran dan tahun baru.
Selain gula, pemerintah juga menyediakan produk sembako lainnya di pasar murah seperti minyak goreng, terigu, mentega dan telur. Distribusi 800 ton gula pasir menurut Basyirul dianggap sudah mencukupi kebutuhan sekitar 87 ribu masyarakat prasejahtera di kota ini dengan kalkulasi kebutuhan 2 kg gula pasir perminggu.
“Jika dihitung-hitung Rp87 ribu dikali 2 kg sejumlah 174 kg jika dikalikan empat minggu akan berjumlah 696 ton,” papar Basyirul. Sedangkan kelebihan sekira 100 ton lagi, kata Basyirul masih bisa diperuntukkan bagi masyarakat kalangan menengah.
Dalam hal ini, Basyirul juga meminta para petugas benar-benar merealisasikannya pasar murah tersebut dengan tetap menjaga kualitas barang. Petugas kelurahan, harus benar-benar meneliti kualitas gula pasir ketika keluar dari gudang. Tegasnya.
“Jangan sampai nanti kondisi gula basah atau telur busuk sampai kemasyarakat, bagaimana mau mengklaimnya,” kata Basyitrul. Begitu juga dengan kondisi timbangan yang kurang dia juga meminta petugas benar-benar meneliti. Begitupun Basyirul juga meminta pengertian masyarakat mengingat mungkin saja petugas tersebut mengalami kesibukan karena banyaknya barang yang akan ditimbang.

Apalagi menurutnya petugas tersebut bukan penjual barang sehingga tidak biasa memegang timbangan. “Namun intinya jangan sampai kita mengecewakan masyarakat,” ujarnya.





Hacker Indonesia Lumpuhkan Ratusan Situs Malaysia


JAKARTA Perang hacker antara Indonesia dan Malaysia seakan tiada hentinya. Dedemit maya ini melancarkan aksinya dengan menggempur situs-situ Malaysia yang berekstensi .my. Mereka lebih mengarahkan aksinya untuk menghancurkan target situs-situs milik pemerintahaan. Tak tanggung-tanggung dedemit maya ini melancarkan aksinya ke ratusan situs yang ada disana.
Klaim hacker Indonesia telah melumpuhkan ratusan situs-situs yang ada di Malaysia. Menurut Zone-H.org yang merupakan situs pencatatan aksi web defacement para hacker. Dari data tersebut penyerang bernama Basher13 yang telah melumpuhkan situs-situs Malaysia berekstensi .my. Salah satunya bahkan mendapatkan rating bintang sebagai 'Special Defacement' (aksi yang berhasil melumpuhkan situs penting).
Aksi yang menurut Zone-H layak dapat bintang itu adalah penyerangan terhadap situs Customspg.gov.my. Situs ini merupakan situs resmi Bea Cukai Pulau Pinang. Namun setelah ditelusuri pada tembolok (Cache) Google, situs tersebut telah berpindah ke Kastampg.gov.my. Situs Kastampg.gov.my bukan merupakan salah satu korban Basher13 dan masih bisa diakses dengan normal.
Situs-situs Malaysia .my yang telah dilumpuhkan setelah diverifikasi oleh Zone-H baru mencapai 10 situs sedangkan yang telah di publish di forum online adalah 236 situs, diantaranya adalah 82 yang berektensi .my sedangkan yang lainnya adalah situs-situs bukan berakhiran

Malaysia Ultah, Hacker-Defacer Serang 100 Situs

Kemarin, (31/82009), bertepatan dengan hari ulang tahun kemerdekaan Malaysia yang ke-52, para hacker dan defacer Indonesia bersatu menyerang situs-situs asal Malaysia.
Hacker dan defacer tersebut mengklaim telah men-deface sekira 100 situs asal Malaysia. Menurut mereka, aksi ini dilakukan untuk memberikan peringatan kepada Malaysia untuk tidak lagi mengusik kebudayaan bangsa Indonesia.
“Kami memeriahkan ulang tahun Malaysia dengan cara kami sendiri, yaitu dengan melakukan mass deface terhadap situs-situs negara tersebut,” tulis seorang hacker di salah satu situs yang berhasil di-deface.
Hacker-hacker tersebut mengaku berasal dari IndonesianCoder Team dan ServerIsDown.
Beberapa situs yang berhasil di deface adalah situs resmi Persatuan Guru-guru di Sarawak (stu.org.my), bagsmalaysia.com, globalmarine.com.my, mgpskuantan.edu.my dan puluhan situs lainnya.
Dari pantauan okezone, sebagian besar situs asal Malaysia itu masih berada dalam posisi dideface. Namun ada beberapa situs yang telah berhasil diperbaiki dan dapat diakses dengan baik.

Hacker Serang Universitas Malaysia karena Ambalat

Sebuah universitas unggulan di Malaysia berhasil dikerjai oleh hacker Indonesia. Hacker beralasan, hanya ingin memperingatkan Malaysia.
Situs resmi milik Universitas Utara Malaysia telah dibobol oleh hacker Indonesia. Situs dengan alamat uum.edu.my ini telah disatroni hacker sejak Rabu (17/6/2009) siang ini. Hingga kini, meski halaman awal UUM bisa diakses dengan normal, namun beberapa kanal belum bisa diperbaiki dan tidak dapat diakses secara normal.
Rakyat Indonesia cinta damai,tapi kalau terus-terusan di usik dan di lecehkan kami juga bisa marah, sabar ada batasnya. Pulau Sipadan dan Ligitan sudah di ambil, sekarang mau mencaplok blok Ambalat, Saudara Kami yang ada di sana Dengan Kejinya Kalian Siksa tanpa Rasa kemanusiaan..!!
Ini adalah peringatan dari kami, Jika kalian terus mengusik kami, maka akan kami lanjutkan perjuangan ini dengan cara kami sendiri..!!
Demikian jejak tulisan yang ditinggalkan sang hacker, yang mengaku anggota Jatim Crew dengan nama The Gembel.
Ditelusuri okezone, Rabu (17/6/2009), selain tulisan yang tersemat di layar situs UUM, hacker juga menempatkan dua buah gambar yang mengesankan kebencian terhadap Malaysia.

Jakarta Diserang Malaysia, 'Jatim' Turun Tangan

JAKARTA Kelompok hacker yang tergabung dalam jatimcrew mendeface situs milik pemerintah Malaysia sebagai aksi balas dendam terhadap hacker negeri Jiran itu.
Jatimcrew, mendeface situs milik pemerintah Malaysia yang beralamat di http://www.ssig.gov.my/, Minggu, 5 Juni 2009.
"Aksi ini kami lakukan sebagai balasan atas ulah hacker Malaysia dari hmsecurity.org," tulis Jatimcrew dalam surat elektronik yang diterima okezone, Minggu (5/7/2009).
Jatimcrew mengungkapkan, hmsecurity.org telah memprovokasinya dengan mendeface situs milik pemerintah Jakarta yaitu www.jakarta.go.id, Sabtu kemarin.
"Dalam pesan yang di sematkan di situs Jakarta tersebut rupanya hmsecurity ingin cyberwar dengan kami," tegas kelompok hacker tersebut.
Pantauan okezone, hingga saat ini situs www.jakarta.go.id belum dapat diakses hingga Minggu, pukul 12.00 WIB. Sementara itu, situs http://www.ssig.gov.my/ yang diacak-acak jatimcrew, menampilkan gambar dan pesan yang juga bernada provokasi.


MUI: Denda Pemberi Sedekah Rp20 Juta Tak Efektif

JAKARTA Peraturan Daerah DKI Jakarta No. 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum yang berisi sanksi terhadap pemberi sedekah kepada pengemis berupa denda Rp20 juta atau kurungan maksimal 60 hari, dianggap bermasalah.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidan mengatakan ada dua kelemahan dalam Perda itu. Pertama tidak ada klasifikasi pengemis, apakah seseorang menjalankannya sebagai profesi atau karena memiliki keterbatasan fisik.
Kedua sosialisasi Perda itu belum berjalan secara meluas dan massif sehingga banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan aturan tersebut. "Padahal memberi sedekah sudah jadi budaya yang sudah berakar," katanya kepada okezone di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa (1/9/2009).
Menurut Amidan, tidak adil jika seseorang ditangkap karena dia memberikan sedekah kepada fakir miskin. Tapi, dia melanjutkan, mungkin saja Perda itu mengajarkan pengemis supaya tidak bermalas-malasan dan memberikan pelajaran bahwa memberi sedekah di jalanan itu kurang mendidik.
"Untuk itu saya menyarankan apabila mau beramal kepada fakir miskin baiknya diberikan kepada badan amil," ujarnya..
Meskipun masih ada kelemahan, Amidan meminta semua warga DKI mematuhi dan melaksanakan peraturan tersebut karena proses perda itu telah disetujui DPRD. "Tapi, untuk ke depannya kurang efektif untuk dijalankan," katanya.
Seperti diberitakan kemarin, Dinas Sosial DKI Jakarta telah menindak 12 warga Ibu kota yang kedapatan memberi sedekah kepada pengemis. Para warga tersebut ditangkap dari sejumlah kawasan seperti Taman Mini Indonesia Indah, Grogol, dan kawasan lainnya.
Mereka dikenai hukuman denda bervariasi antara Rp150.000 hingga Rp 300.000. Beruntung mereka tak didenda Rp20 juta seperti hukuman maksimal dalam perda Nomor 8 tahun 2007.

KARIKATUR

Implementasi ISO di PDAM Tirtanadi Provsu

MEDAN Direktur Utama PDAM Tirtanadi Sjahril Effendy P. memgatakan ISO 9001 merupakan suatu persyaratan bagi Sistem Manajemen Mutu yang mengacu pada Standar Internasional.
Ini bertujuan untuk menjamin bahwa organisasi akan memenuhi persyaratan dan peraturan yang berlaku secara terus-menerus sehingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.
Hal ini dikatakan Drs. Sjahril Effendy P. MSi, MA, MPsi, PhD melalui Kadiv. Public Relations Tirtanadi Ir. Delviyandri memberikan informasi diruang kerjanya hari Selasa lalu.
ISO 9001 : 2008 merupakan versi terbaru yang dikeluarkan sekitar bulan Nopember 2008 oleh “The International Organization for Standardization” yang berkedudukan di Swiss. Sertifikat ini bukan merupakan persyaratan terhadap produk melainkan persyaratan terhadap Sistem Manajemen.
Dengan menerapkan ISO, manfaat yang dirasakan antara lain perusahaan mempunyai Standar Operasi Prosedur (SOP) yang terdokumentasi sehingga mampu telusur dan manfaat lain seperti perbaikan terus-menerus (Continual Improvement). Misalnya pelayanan air bersih masih ada yang kurang dari 24 jam dengan perbaikan terus menerus pelanggan yang belum dilayani 24 jam semakin sedikit.
PDAM Tirtanadi mendapatkan sertifikat ISO pertama kali untuk IPA Deli Tua tahun 2000 yaitu ISO 9001 : 1994 dan di up-grade menjadi ISO 9001 : 2000 di tahun 2003 sekaligus IPA Sunggal selanjutnya dalam rangka kepedulian terhadap lingkungan ISO 9001 : 2000 di kedua IPA tersebut di integrasikan dengan ISO 14001 : 2004 (Sistem Manajemen Lingkungan) yang disertifikasi tahun 2005.
Dalam rangka meningkatkan pelayangan terhadap pelanggan dilakukan sertifikasi untuk cabang pelayanan dan sebagai pilot project diterapkan untuk 2 (dua) cabang yaitu Cabang Sunggal dan Cabang Padang Bulan pada tahun 2006 selanjutnya untuk kantor Pusat pada tahun 2007, sedang untuk IPA Limau Manis dan IPA Hamparan Perak pada tahun 2008.
Sertifikat ISO Corporate yang diterima Gubernur Sumatera Utara tanggal 14 Agustus 2009 merupakan penggabungan dengan Sistem Manajemen Mutu dari yang selama ini terpisah. Tujuannya agar terdapat penyatuan dan penyeragaman sistem yang ada dalam ruang lingkup corporate sehingga lebih optimal dan dari segi biaya lebih efisien.
Adapun ruang lingkup ISO Corporate ini terdiri dari 35 unit kerja (15 Divisi/setingkat, 14 Cabang Pelayanan Zona 1, 4 Instalasi Pengolahan Air, Laboratorium dan Bengkel) dan telah di audit oleh Badan Sertifikasi TUV NORD sekitar bulan Juli yang lalu dan hasilnya direkomendasi mendapatkan sertifikat ISO 2008 dan sertifikat ISO 14001 : 2004 untuk IPA Deli Tua dan Sunggal.

Untuk mewujudkan Visi dan Misi PDAM Tirtanadi menyusun suatu kebijakan mutu yang merupakan komitmen secara terus – menerus untuk meningkatkan kualitas pelayanan, kualitas air dan kontinuitas air untuk memuaskan pelanggan PDAM Tirtanadi dan stakeholders dalam rangka mencapai visi perusahaan, kata Delviyandri.

SUEZ Group Perancis Kerja sama dengan 4 PDAM di Indonesia

MEDAN Kadiv PR PDAM Tirtanadi Delviyandri memberikan informasi, bahwa pada waktu Kunjungan Kerja Anggota Dewan Pengawas PDAM Tirtanadi ke Perwakilan SUEZ Group di Kuala Lumpur Malaysia (8/9) lalu, salah seorang unsur pimpinannya Zulkipli mengatakan SUEZ Group telah melakukan kerjasama pengelolaan air besih dengan 4 PDAM di Indonesia.
Kerja sama itu dilakukan dengan PAM Jaya Jakarta, PDAM Tanggerang, PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara dan PDAM Gajah Mungkur Semarang. Menurut Zulkipli kerja sama terbaik selama ini adalah dengan PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara yang ditandai dengan pemberian Award Of Excellence.
Krisis ekonomi yang terjadi disekitar tahun 2000 mengakibatkan terjadinya permasalahan keuangan diberbagai perusahaan di Indonesia. Guna menyeimbangkan antara Suplai dan tingginya permintaan akan air bersih, PDAM Tirtanadi bekerjasama dengan perusahaan Swasta Perancis SUEZ Group, mendirikan suatu perusahaan Joint Venture PT Tirta Lyonnaise Medan (TLM), dengan komposisi kepemilikan saham 85% SUEZ dan 15% PDAM Tirtanadi.
Perjanjian Kerjasama telah ditandatangani pada Tanggal 18 Juli 2000 oleh Direktur Utama pada waktu itu Ir. Kumala Siregar dan pihak SUEZ Group, sebagai katalisator guna meningkatkan investasi langsung dari Negara Asing dalam bentuk kerjasama Pemerintah dan Swasta.
Wujud kesepakatan itu ditandai dengan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Belumai, berlokasi di Desa Limau Manis, Tanjung Morawa Deli Serdang dengan kapasitas 500 l/d dan pemasangan pipa transmisi sepanjang + 5,7 km dengan Sistem Bangun Kelola Alih Milik (Build Operate Transfer) dengan jangka waktu 25 tahun, setelah itu baru diserahkan ke Tirtanadi.
Dengan selesainya Instalasi itu, TLM mempunyai kontribusi sekitar 10% dari total produksi air PDAM Tirtanadi. Keuntungan yang diperoleh dari Kerjasama Pemerintah dan Swasta antara lain adalah : mengurangi beban biaya pemerintah; pengalihan risiko ke Perusahaan Swasta; pengalihan efisiensi manajemen; teknologi dan riset; serta pengembalian asset setelah kontrak berakhir, ujar Delviyandri.

BI Siapkan Uang Pecahan Rp4,5

MEDAN Menjelang Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1430 Hijriyah, Bank Indonesia (BI) Regional Sumut dan NAD menyiapkan uang pecahan baru senilai Rp4,5 Triliun. Hal ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan uang pecahan baru bagi masyarakat yang merayakan Lebaran.
“Sudah menjadi tradisi setiap hari besar ke agamaan seperti Lebaran, pemberian uang baru dilakukan masyarakat. Untuk itu, BI menyiapkan uang pecahan senilai Rp4,5 Triliun untuk penukaran uang pecahan baru,” kata Humas BI Regional dan NAD, Maurids H Damanik SE MA kepada medantoday, Selasa (1/9).
Menurutnya, BI Sumut sangat peduli akan kebutuhan uang pecahan baru oleh masyarakat yang merayakan Idul Fitri, untuk itu masyarakat diminta jangan khawatir.
Dari uang senilai Rp4,5 triliun yang disediakan, Maudris menjelaskan, Kota Medan mendapatkan pembagian cukup besar sekitar Rp2,26 triliun, lalu disusul Pematangsiantar Rp67 Miliar, Loksemawe Rp66 Miliar, Sibolga Rp53 Miliar dan Banda Aceh Rp49 Miliar.
“Dengan jumlah tersebut, masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan uang atau tidak dapat uang pecahan baru, khususnya masyarakat di Medan. Dan untuk daerah, nantinya BI juga menyediakan melalui bank pemerintah maupun swasta, yang tujuannya uang pecahan bisa didapat masyarakat hingga ke pelosok desa,” ujarnya.
Khusus untuk Medan, BI langsung membuka jasa penukaran uang pecahan selama delapan hari di Lapangan Merdeka dengan menggunakan tiga unit mobil kas keliling BI. Namun, dalam sepekan hanya dilakukan empat hari yakni mulai 7 hingga 10 September dan 14 hingga 17 September.
Berdasarkan pengalaman tahun lalu, sekitar 2.000 orang per hari yang datang menukarkan uang, maka BI menyediakan uang pecahan sebanyak Rp4,6 miliar per hari di Lapangan Merdeka. Dan setiap hari, warga boleh menukarkan uang sekitar Rp2,3 juta per orang dengan komposisi pecahan Rp1.000 senilai Rp100.000, Rp2.000 senilai Rp200.000, Rp5000 senilai Rp1 juta dan Rp10.000 senilai Rp1 juta.
Tak hanya itu, BI juga menyiapkan penukaran uang pecah di 17 instansi di antaranya, kantor Gubernur Sumatera Utara, Walikota, DPRD, PWI, Pengadilan, Bandara Polonia, KIM, TVRI, Kodam, Poldasu, Telkom, PLN, Pertamina, Pelindo, PDAM dan lokasi lainnya. Tentunya menggunakan mobil kas keliling. “Untuk setiap titik lokasinya BI menyediakan uang sebanyak Rp 500 juta. Selain itu, BI juga nantinya melayani daerah yang merupakan wilayah kerja dengan menggunakan mobil kas keliling seperti Brastagi, Binjai, Sidikalang, Langkat, Kabanjahe dan Stabat.
“Di himbau kepada warga tidak perlu khawatir kehabisan uang pecahan, karena tak hanya pasokan yang sudah disiapkan juga menggunakan mobil kas BI akan melayani hingga ke pelosok daerah di Sumut,” imbau Maurids.

Besok, KPPU Periksa Syamsul Arifin

MEDAN Tim Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Pusat akan memeriksa mantan Bupati Langkat Syamsul Arifin di kantor KPPU Perwakilan Medan, Rabu (2/9). KPPU tidak membuat persiapan khusus untuk memeriksa Syamsul, yang kini Gubernur Sumatera Utara itu.
Syamsul akan ditanyai KPPU seputar dugaan persekongkolan tender proyek Bendungan Irigasi Sei Lepan Tahap I dan Jalan Lingkar Pangkalan Brandan, dengan nilai proyek Rp24 miliar. “Iya kemungkinan (pemeriksaan) di Medan, karena kesibukan beliau (Syamsul Arifin) yang jadwalnya padat,” kata Verry Iskandar, Kepala KPPU Perwakilan Medan di kantornya, Senin (31/8). Dalam dugaan persekongkolan tender ini Syamsul sebagai saksi. Menurut Verry, KPPU tidak melakukan persiapan khusus terkait pemeriksaan Syamsul Arifin yang kini menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara. Hanya saja dipersiapkan ruangan pemeriksaan sehingga tim komisioner dari KPPU Pusat yang memeriksanya lebih leluasa, termasuk melontarkan pertanyaan.

Keterangan dari mantan Bupati Langkat ini sangat dibutuhkan, sebab yang ia menjadi pejabat tertinggi di Langkat ketika anggaran digelontorkan. “Informasi dari pemeriksaan dirinya (Syamsul) sebagai saksi sangat kita butuhkan,” ucapnya.
Verry mengatakan, ada beberapa hal yang harus dipertanyakan kepada Syamsul. Ia juga mengatakan, kasus terbesar yang ditangani KPPU Perwakilan Medan adalah dugaan persekongkolan senilai Rp24 miliar tersebut.
Pemanggilan itu sesuai pasal 22 UU No 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Pemeriksaan itu dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, sebab selain Syamsul ada 6 orang lagi yang akan dimintai keterangan, termasuk rekanan, panitia tender yang berada di Langkat. “Surat itu yang dikirim balik (surat panggilan kedua, Red) sudah kita pastikan sampai kepada Gubsu, dan dia pasti menghadirinya,” tandasnya.
Terpisah, anggota DPRD Sumut Hidayatullah mengatakan, Syamsul Arifin selaku orang yang berhak memberi keterangan dalam artian sebagai saksi harus komunikatif. Sebab, jika Syamsul masih tetap ngotot dengan pendiriannya yang mengatakan belum ada surat panggilan yang diterimanya, itu tidak menjadi jawaban yang tepat untuk menyelesaikan persoalan yang kini merebak di Langkat. “Harus datang, sebab pemanggilan itu bukan tersangka tapi sebagai saksi,” ujar Hidayatullah.
Proyek yang menelan biaya miliaran rupiah di Kabupaten Langkat dan kini tengah diselidiki KPPU Pusat. Salah satu proyeknya yaitu jalan Lingkar Langkat disebut-sebut dikerjakan oleh A alias O, adik kandung mantan pejabat tinggi Kabupaten Langkat. Proyek jalan lingkar sepanjang 3 kilometer ini bernilai Rp14 miliar. Kini pengerjaannya terbengkalai. “Jalan ini yang ngerjakan adik kandung pejabat tinggi di sini,” ujar warga kepada wartawan koran ini, di Pangkalan Brandan, baru-baru ini.
Ketika medantoday melihat proyek Jalan Lingkar Pangkalan Brandan, tak ada petunjuk resmi seperti plang nama proyek. Sesuai ketentuan Keppres No 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, plang proyek wajib hukumnya.

*Gubsu Lantik Pengurus Forum Media Online Sumut

Kasus Prita Jangan Menimpa Wartawan Online Sumut

MEDAN Gubsu Dato' Seri H Syamsul Arifin SE saat melantik pengurus Forum Media Online Sumatera Utara (Sumut), Senin (31/8) di ruang Sri Banang Hotel Darma Deli, mengingatkan agar wartawan Media Online tidak mengulang kasus yang menimpa "Prita". Terutama dalam menjalankan roda organisasi yang banyak bergelut dengan teknologi maju.
Gubsu dalam sambutan yang disampaikan Kadis Kominfo Sumut Drs H Eddy Syofian MAP itu mengatakan, tugas dan kiprah media online lebih berat dari media suratkabar cetak. Sebab selain harus berpacu dengan waktu, media onlie juga dituntut harus menjaga kode etik Undang-undang Pers dan Undang-undang Informasi dan Tekhnologi (IT).
"Saya berharap kepada para pengurus media onlie agar benar-benar professional dalam menjalankan tugasnya, menyampaikan informai secara damai dan benar. Hal ini perlu dilakukan, agar jangan sampai terjadi lagi kasus Prita pada media online yang tersangkut persoalan undang-undang IT," kata Eddy Syofian.
Gubsu menyatakan, perkembangan global, nasional dan regional deawasa ini syarat berbagai masalah, krisis dan ketidakpastian serta peluang, membuat masyarakat Sumut kini harus membutuhkan informasi cepat dan akurat sebagai dampak kemajuan pesat teknoogi informasi. Makanya untuk memenuhi solusi cepat dan akurat tersebut, saat ini hanya bisa dijawab dengan cara memperkenalkan media online kepada masyarakat luas.
"Sebab media online tidak mengenal batas batas waktu, jarak keterbatasan jam siar, keterbatasan halaman maupun durasi tayang seperti dimiliki surat kabar, radio dan televise. Dengan adanya informasi disajikan media online saat ini yang dapat diakses setiap orang melalui handphone tanpa batas waktu, bahkan pengakses informasi bebas memberikan komentar terhadap informasi disajikan media online," katanya.
Untuk itu Gubsu meminta masyarakat harus memanfaatkan media online sebagai sarana informasi cepat, akurat, mudah serta murah untuk mendapatkan berita terkini dan terdepan. Sebab media online menyajikan semua bentuk informasi yang dibutuhkan masyarakat.
Sementara Ketua Panitia Pelaksana Drs Mayjen Simanungkalit menyatakan, pembentukan sekaligus pelantikan pengurus Forum Media Online Sumatera Utara sudah sangat perlu disatuk dalam satud wadah. Hal ini untuk menyahuti kebutuhan masyarakat yang memperoleh informasi cepat dan akurat, terkait informasi lokal, nasional hingga dunia.
Pengurus Forum Media Online Sumatera Utara yang dilantik, Ketua Yoko Soesilo Chou (inimedanbung.com), sekretaris Ingot Simangunsong (dnaberita.com), bendahara Sulaiman (okemedan.com), wakil ketua Mayjen Simanungkalit (medansatu.com), dan wakil sekretaris Drs Dailami (unic-news.com).

Perlengkapan Ibadah Diskon hingga 40%

MEDAN Selama bulan Ramadan ini, toko Rabbani yang menyediakan pakaian dan perlengkapan ibadah, memberikan potongan harga (diskon) mulai dari 30 persen hingga 40 persen.
“Selama satu bulan atau selama Ramadan kita memberikan diskon untuk konsumen. Program diskon tersebut kita lakukan secara serentak di seluruh toko Rabbani yang ada di Indonesia, lebih kurang ada 56 toko,” ujar Deni Kosasih, Manager Area Sumbagud, didampingi Supervisor Rabbani Medan, Siti Aminah, ditemui tadi pagi (1/9), di toko pemasaran produk Rabbani, Jalan Sisingamangaraja No 9E-9F Medan.
Dikatakan Kosasih, diskon yang diberikan mulai dari 30 persen hingga 40 persen untuk beberapa jenis produk tertentu. Produk-produk yang mendapatkan diskon 30 persen adalah jenis kerudung dengan item tertentu.
Sementara itu untuk produk jenis Kastun (Kaos Tunik) untuk wanita, Kemko (Kemaja Koko) untuk pria, pakaian setelan untuk wanita dan tunik untuk wanita mendapatkan diskon sebesar 40 persen.
“Bagi pemiliki kartu member yang membeli produk diskon kami, maka diskon 10 persen di member tidak berlaku lagi. Artinya tidak ada diskon double, hanya diskon yang berlaku dalam program saja,” bilangnya.
Semua produk yang mendapatkan diskon merupakan produk fashion muslim untuk dewasa. Sedangkan fashion anak-anak tidak didiskon karena harganya juga memang sudah terbilang murah.
Menurutnya, Rabbani sengaja memberikan diskon tersebut untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin menjual atau memasarkan produk fashion islami dari Rabbani. Sebab, dengan diberikan diskon tersebut bisa dijual kembali karena harganya murah. “Kita membuka peluang kepada masyarakat yang ingin berjualan pakaian muslim di bulan Ramadan ini. Kita tidak pernah memberikan diskon pada produk-produk kita, kepada konsumen lain di luar agen dan member. Apalagi diskon sampai 40 persen itu hanya kita berikan untuk agen, dan 10 persen itu kita berikan kepada pemilik kartu member,” pungkasnya.

Biaya Sekolah Inflasi Medan dan Sumut


MEDAN Biaya dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi mendominasi persentase kenaikan harga komoditas yang akhirnya memicu terjadi inflasi di kota Medan dan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada Agustus 2009.
Pada bulan tersebut, empat kota yang termasuk dalam Indeks harga Konsumen (IHK) di Sumut mengalami inflasi, yakni Medan 0,91%, Pematangsiantar 1,38%, Sibolga 0,49%, dan Padangsidempuan 0,57%. Sehingga rata-rata inflasi yang terjadi di Sumut sebesar 0,93%.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut, Drs Alimuddin Sidabalok MB dalam siaran persnya kepada wartawan mengungkapkan, terjadinya inflasi di Medan dan Sumut tersebut selain dipicu oleh biaya sekolah juga dipengaruhi adanya kenaikan harga beberapa komoditas seperti; cabai merah, kentang, telur ayam ras, upah pembantu rumah tangga, dan gula pasir.
Untuk persentase kenaikan tarif/biaya sekolah antara lain sebagai berikut; SLTP naik sebesar 54,40%, SLTA naik sebesar 9,22%, Akedemi/Perguruan Tinggi naik sebesar 6,72% dan biaya Sekolah Dasar naik sebesar 3,68%.
“Inflasi ini bukan perlu yang ditakutkan apalagi menjadi patokan maju mundurnya perekonomian. Sebaliknya inflasi perekonomian suatu negara maupun daerah tetap diperlukan dalam pertumbuhan ekonomi yang tentunya dalam batas-batas dapat terkendali,” ujar Alimuddin yang didampingi Kabid Integerasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik, Panusunan Siregar MSi.
Terjadinya inflasi pada Agustus 2009 itu menyebabkan laju inflasi selama Januari-Agustus 2009 masing-masing kota yaitu; Medan sebesar 1,09%, Pematangsiantar 2,33%, Sibolga 0,93%, dan Padangsidempuan sebesar 0,08%. Sementara itu laju inflasi Sumut sampai dengan Agustus 2009 sebesar 1,16%.
Begitu pula, inflasi year on year (Agustus 2009 terhadap Agustus 2008) masing-masing kota, Medan 3,58%, Pematangsiantar 3,81%, Sibolga 4,90%, dan Padangsidempuan 1,83%. Sedangkan inflasi year on year untuk Sumut sebesar 3,57%.
Dari 16 kota IHK di Pulau Sumatera, hanya satu kota mengalami deflasi, yaitu Palembang sebesar 0,14% sedangkan 15 kota lainnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di banda Aceh sebesar 1,45% dan inflasi terendah terjadi di TanjungPinang sebesar 0,11%.



Senin, 31 Agustus 2009






Lagunya Masuk Diorama ANRI, SBY Senyum-senyum

Pengunjung melihat Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa yang telah selesai pada pembangunan tahap I dan dibuka untuk umum di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta, Kamis (5/2). Diorama menggambarkan masa kejayaan Nusantara, masa penjajahan, perjuangan kemerdekaan, hingga masa kini. Pembangunan tahap ke II masih dilanjutkan dan akan selesai sekitar Mei 2009.
KOMPAS/LASTI KURNIA

JAKARTA Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) berhasil membuat Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa (DSPB). Rencananya, DSPB akan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Diorama ini berisi perjuangan untuk mempersiapkan merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan," kata Djoko Utomo, Kepala ANRI, di Gedung ANRI Jakarta, Senin (31/8).
Menurut Djoko, dalam DSPB juga ada kisah sejarah bangsa Indonesia dalam perjuangannya, baik perjuangan bersenjata maupun secara diplomasi. "Juga ada lagu perjuangan dan daerah dari 33 provinsi," ucapnya. Dengan demikian, ia melanjutkan, misi ANRI bisa diwujudkan, yakni arsip adalah simbol pemersatu bangsa.
Yang menarik, di dalam deretan lagu perjuangan yang dipiih ANRI terdapat lagu "Majulah Negeriku" ciptaan SBY. "Saya milih ini tanpa sepengetahuan dan izin dari Pak SBY," tutur Djoko.
Mendengar hal itu, SBY tampak dari televisi tersenyum dan tertawa. Ny Ani yang mendampingi SBY juga tampak senang lagu suaminya masuk dalam Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa di ANRI.
Diorama sejarah perjalanan bangsa adalah pengungkapan proses dinamika bangsa dari masa ke masa yang ditampilkan melalui perpaduan arsip, seni, dan teknologi. Pengubahan bentuk arsip menjadi karya seni dengan sentuhan teknologi ini seyogianya untuk memperkenalkan arsip kepada masyarakat dengan cara yang mudah dipahami dan menarik.
(sumber:KOMPAS.com)

"Belawan via duct" depo container pertama di Indonesia

MEDAN Proyek ‘Belawan Via Duct’ untuk areal depo peti kemas, pergudangan serta perkantoran di kawasan Simpang Kampung Salam Belawan dengan doa bersama tokoh masyarakat Belawan dan sejumlah anak yatim). Hadir pada acara tersebut Gubsu Syamsul Arifin, Pj Walikota Medan Rahudman Harahap, Sekdako Dzulmi Eldin dan sejumlah pelaku usaha, Senin, (31/8) tadi pagi.
Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin kepada Bisnis mengatakan, proyek yang diprakarsai PT Nusa Bahari Sakti di kawasan yang hanya berjarak sekitar satu kilometer dari pelabuhan Belawan tersebut sebuah terobosan untuk memajukan Sumatera Utara, khususnya kota Medan.
“Kita malu kalau keluar kota, lalu membandingkan daearah lain dengan kota Medan yang sangat jauh pola pembangunannya. Karena itu saya berharap pembangunan ini menjadi kenyataan,” katnya.
Menurut Gubsu, proyek ‘Belawan Via Duct’ yang dibangun secara bertahap, bakal memberikan kontribusi positif bagi pengguna sarana terutama eksportir dan importir dalam mempermudah akses pelayanan lalu lintas barang dan efisiensi biaya, karena lokasinya sangat berdekatan dengan Pelabuhan Belawan.
“Kalau melihat orang-orang yang mengerjakan proyek ini, saya optimis proyek ini akan berjalan lancar dan bakal menampung ribuan pekerja, karena saya kenal komisarisnya betul-betul punya komitmen membangun Sumatera Utara yang telah dilakukan pertama kali mulai dari proyek yang kecil hingga yang besar,” ujarnya.
Terkait dengan itu, Komisaris Utama PT Nusa Bahari Sakti Mujianto mengatakan, proyek ‘Belawan Via Duct’ yang dibangun di areal seluas lebih kurang 100 hektar itu, sebuah mega proyek depo container pertama di Indonesia.
Di lokasi tersebut, akan dikembangan kawasan pergudangan, perkantoran dan kondominium, sebagai upaya PT Nusa Bahari Sakti untuk mengembangkan Belawan yang selama ini terkesan lamban dalam pembangunannya.
President Director PT Nusa Bahari Sakti, Rosihan Anwar mengatakan, pada areal yang sedang dibangun tersebut akan menjadi kawasan “Free Zona Area” di mana barang-barang impor yang masuk dan ditumpuk belum dikenakan pajak. “Barang baru dikenakan pajak, setelah pemilik barang membawanya keluar dari kawasan tersebut,” katanya.
Latar belakang dibangunnya kawasan ini karena selama ini depo peti kemas yang tersedia di Pelabuhan Belawan tidak mencukupi kebutuhan para pengguna jasa, sehingga membuat depo menumpuk dan crowded tak bisa dihindarkan.
Data menyebutkan, tahun 2008 container yard yang dimiliki hanya 20 hektar, sementara kebutuhan depo peti kemas ideal mencapai 60 hektar dan yang tersedia sekitar 25,4 hektar. Artinya, ada kekurangan seluas 35,6 hektar. Diperkirakan, hingga 2013 kebutuhan depo peti kemas bakal kian bertambah yakni mencapai 100 hektar dan kekurangan diprediksi sekitar 74,6 hektar.
"Kita meyakini berinvestasi di bidang ini sangat bagus. Tak perlu khawatir dengan 'return of investment', melihat kebutuhan depo cukup besar dan proyek tahap awal yang sedang dikerjakan akan selesai pada April atau Mei 2010 mendatang,” jelasnya.

Nuansa Islami Ramadhan Fair ‘Pudar

MEDAN Islami yang selama ini dibangun di Ramadhan Fair kini terkesan lenyap sudah. Padahal cita-cita awal Ramadhan Fair dibuat adalah untuk memperingati sejarah Islam di Medan. Dimana ada segitiga symbol Islam yang sangat kuat di Medan yakni, Mesjid Raya Al Matsum, Istana Maimoon dan Taman (kolam) Sri Deli.
Hal ini terungkap, Sabtu-Minggu kemarin sejumlah pengunjung dan pelayan Ramadhan Fair nampak tak berbusana muslim seperti yang diinginkan Pj Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM.
Kehilangan nuansa Islami dalam pelaksanaan Ramadhan Fair diakui politisi asal Partai Amanat Nasiona; (PAN) Kota Medan, Zulkiflie Husein. Ia menilai pelaksanaan Ramadhan Fair yang semakin tahun arahnya semakin tidak jelas dan malah terkesan kehilangan nuansa Islaminya.
“Berdasarkan tempat dengan nuansa Islam yang sangat kuat inilah, maka timbul gagasan untuk membuat Ramadhan Fair. Ide itu berbarengan juga munculnya dengan melihat pedagang kue di simpang Jalan Amaliun yang padat dan mengganggu kelancaran berlalulintas. Saya tahu betul kalau sejarah Ramadhan Fair karena saya warga situ dan mengikuti sejak awal,” katanya.
Berpijak dari sejarah tersebut, lanjut Zulkifli Husein, mestinya Disbudpar Kota Medan tidak berbuat zolim dengan mendepak pedagang-pedagang lama. Apalagi lanjutnya, pedagang yang didepak itu adalah pedagang kue yang dulunya merintis kesuksesan Ramadhan Fair.
“Kezoliman seperti itu mestinya tidak terjadi di Ramadhan Fair yang mengandung nilai-nilai keislaman. Belum lagi setumpuk masalah yang selalu terjadi dan mencoreng cita-cita awal Ramadhan Fair yang telah digagas oleh walikota terdahulu Abdillah,” kata Zulkifli.
Lanjut Zulkifli dengan adanya carut marut serta gonjang-ganjing di Ramadhan Fair terasa sekali mulai ada yang salah pada pelaksanaan Ramadhan Fair VI ini. Terasa sekali berbagai nilai-nilai Islami dan nilai-nilai religi yang telah dirintis mulai memudar seiring bergantinya tahun.
“Hal ini sepertinya tidak boleh terus dibiarkan. Sebab makin ke depan sepertinya pelaksanaan Ramadhan Fair ini semakin tidak beres. Jika ini dibiarkan akan menjadi preseden buruk bagi pencitraan Kota Medan di mana event ini bukan menjadi event lokal saja tapi banyak warga negara lain yang menikmati buka puasa di sini,” kata Zulkifli Husein.

Sponsor di Ramadhan Fair Dipertanyakan

MEDAN Soal adanya sponsor yang ikut menyemarakan Ramadhan Fair menjadi pertanyaan sejumlah anggota dewan. “Sponsor dalam Ramadhan Fair tidak perlu ada karena dana kegiatan tersebut berasal dari APBD Kota Medan. Jika menganggap bahwa dana yang disediakan kurang, mundur saja,” kata Zulkifli Husein ketika dihubungi sejumlah wartawan, menyikapi pelaksanaan Ramadhan Fair VI.
Ia juga mengatakan, seperti juga terjadi pada Ramadhan Fair sebelumnya, Ramadhan Fair kali ini masih membonceng sponsor. Sponsor pada event umat muslim ini terlihat didominasi oleh salah satu minuman botol. Stand diberi meja yang bertuliskan dan bergambar minuman tersebut. Belum lagi umbul-umbul dan berbagai tulisan iklan lainnya.
Kalaupun ada sponsor yang ikut mendukung acara tersebut semestinya hal itu dilaporkan sebelumnya. Dana yang diperoleh dari sponsor harus masuk ke kas Pemko Medan lebih dulu. Karena hal itu ke depan bisa menjadi PAD yang tidak sedikit bagi pemerintah kota ini.
“Kita (DPRD Medan-red) menyayangkan sekali pelaksanaan Ramadhan Fair ini. Sebab nuansa Islam yang telah susah payah dibangun telah hilang. Harga-harga makanan dan minuman yang mencekik leher, parkir yang dikutip bayaran sama dengan pungli, pramusaji yang tidak berbusana muslim dan seabrek persoalam lainnya yang membuat Ramadhan Fair kehilangan nuansa Islaminya,” tandas Zulkifli Husein.
Ia berharap penanggung jawab Ramadhan Fair VI, nasibnya tidak sama dengan penanggungjawab Ramadhan Fair VI terdahulu, yang harus mendekam di Rutan Tanjung Gusta gara-gara tersangkut kasus hukum.

IMM:‘Ganyang Malaysia

MEDAN Puluhan mahasiswa yang menamakan diri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mendatangi Konsulat Jenderal Malaysia di Jalan Diponegoro Medan, Senin (31/8).
Dalam aksinya itu, mereka menyerukan ‘Ganyang Malaysia’. Dalam orasinya IMM yang disampaikan Sory Affandi Siregar, IMM meminta pemerintah memutuskan hubungan diplomatic, menarik Tenaga Kerja Indonesia (TKI), tingkatkan keamanan territorial, usir konsulat dan duta besar Malaysia dari Indonesia, serta menarik duta besar Indonesia dari Malsysia.
Dalam aksinya itu, puluhan mahasiswa menuding Malasyia tidak menghormati Indonesia, IMM juga meminta Malaysia meminta maaf atas pengklaiman sepihak yang dilakukan Malaysia terhadap produk budaya Indonesia.
Aksi yang dilakukan sekitar setengah jam itu, sama sekali tidak diterima pihak Konjen Malaysia. Pihak security Konjen Malaysia mengungkapkan jika pihak Konjem Malaysia tidak berada di tempat, dan mengatakan sedang berada di Malasyia.
“Didalam tidak ada, mereka di Malaysia,” ungkap salah seorang security yang enggan disebutkan namanya ini.Tidak diterimanya, Mahasiswa mengancam akan mendatangi kembali dan meminta Konjen Malaysia memenuhi permintaan mahasiswa.
“Kita akan datang malam nanti, kami minta Konjen menyahuti kami,” ungkapnya.

Kurma Raja Fat Digemari

MEDAN Manisnya kurma sebagai hidangan berbuka puasa memang menjadi sunnah Rasul. Apalagi bila disantap untuk makanan pertama berbuka puasa. Maka tak heran para pedagang buah kurma mulai ramai mengelar dagangannya pada bulan Ramadan di tiap sudut Kota Medan.
“Kurma sangat identik dengan Ramadhan. Buah yang diimpor dari Timur Tengah khususnya Saudi Arabia banyak ditemui di bulan Ramadan saja. Sebab jadwal penanaman sudah diatur sehingga panen tepat di bulan Ramadan,” ujar Zaitun, pemilik toko Abang Adek di Jalan Pajak Ikan Lama kepada Bisnis Senin, (31/8) tadi pagi.
Seperti komoditi lain, kurma ternyata mempunyai aneka jenis dan namanya. Kurma yang paling murah dan laris adalah kurma Mesir. Kurma ini biasa dibanderol dengan harga Rp40 ribu per kilo. Sedangkan yang paling mahal adalah kurma Raja Fat biasa dibanderol dengan harga Rp100 ribu per kilo.
“Kurma Raja Fat paling dicari pembeli untuk buka puasa. Meski mahal, tapi peminatnya banyak karena rasanya lebih enak,” ujar Zaitun.
Peningkatan permintaan buah yang satu ini diprediksi akan meningkat pada pertengahan bulan Ramadan hingga menjelang masuknya hari Raya Idul Adha atau yang lebih dikenal dengan Hari Raya Haji.

Orderan Furniture Naik 200 %

MEDAN Menjelang Idul Fitri, sejumlah pengrajin meningkatkan produksinya. Begitu juga peningkatan orderan di toko milik A Guan, pengrajin furniture di Jalan Pukat Banting Medan.
A Guan yang menjadi pengusaha selama 10 tahun terakhir ini mengaku, peningkatan order terjadi sejak dua bulan lalu. “Kalau awal-awal tahun permintaan berkisar 70 hingga 80 persen. Tapi menjelang Ramadan bisa mencapai 200 persen dari keseluruh unit produk kita,” ujar A Guan kepada wartawan koran ini.
Untuk memuaskan para pembeli, A Guan mengaku pihaknya menjaga kualitas produk dengan selalu mengikuti tren atau desain agar tidak ketinggalan model. “Syukurnya produk meubel atau furniture saya cukup dinikmati oleh konsumen baik dalam maupun luar Kota Medan, seperti Jambi hingga Palembang. Untuk menjaga konsumen saya memberikan kualitas produk yang tak kalah dengan produksi nasional lain atau yang sudah punya nama,” jelas A Guan ketika ditemui di gudang sekaligus pabrik meubel berlabel EF Furniture Meubel.
Kata A Guan, produk furniture-nya beragam. Seperti kursi tamu, sofa Jepara, bed set dan buffet TV dan lainnnya dengan bahan kayu berkualitas. menggunakan kayu lokal seperti kayu durian, lindri hingga jepara. “Saya bisa pastikan meubel kita mampu bersaing dengan produk nasional dengan kualitas baik pada setiap produk,” katanya dengan yakni.
Tapi yang menjadi kendala A Guan saat ini sama seperti pengusaha meubel pada umumnya yakni sulitnya mendapat bahan baku. Alhasil ia harus memangkas produksi sekitar 10 persen. “Dulunya produksi kami bisa mencapai 100 persen bahkan lebih, tapi kini karena sulitnya bahan baku jenis kayu diperoleh sehingga produksi harus dikurangi menjadi 80 hingga 70 persen. Meski demikian kita tidak mengurangi kualitas dan harganya masih terjangkau,” katanya.
Ia berharap, pemerintah daerah supaya membantu para pengrajin meubel. Sebab, bila usaha masyarakat mampu tentu akan membuka lapangan pekerjaan yang membantu pemerintah mengurangi pengangguran. “ Pemerintah kami harap dapat membantu prosedur perizinan hingga modal usaha,” harapnya.

Stok Gula Ditambah, Persediaan Beras Aman

MEDAN Kebutuhan gula pasir di bulan suci Ramadan sangat tinggi dibandingkan pada hari biasanya.Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan gula tersebut, pemerintah merasa perlu untuk menambah pasokan dari luar propinsi yakni dari Lampung dan Pulau Jawa.
“Menghadapi bulan suci ramadan ini, kita sangat membutuhkan pasokan dari luar. Kalau tidak, kita akan kekurangan stok,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumut, Setio Purwadi, Senin (31/8) di Medan.
Purwadi mengatakan, ketersediaan stok gula saat ini hanya 38.986 ton, sementara kebutuhan gula yang harus dipenuhi mencapai 110.764 ton. Kekurangan ini, kata Purwadi, harus segera diatasi. Sebab kalau terlambat, dapat menyebabkan kelangkaan gula pasir di Sumut, khususnya di Medan.
Sementara, ketersediaan beras di Sumut menurut Purwadi, masih relatif aman.
Disebutkannya, stok beras di Sumut mencapai 597.390 ton.
“Ketersediaan beras ini cukup dan aman dalam menghadapi puasa Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri,” ungkapnya.
Purwadi menambahkan, untuk mengatasi ketersediaan stok bahan pokok di Sumut, langkah yang diambil Pemprovsu yakni dengan mengeluarkan surat edaran Gubsu kepada seluruh SKPD.
Kerja sama ini dimulai dari dinas teknis, meliputi dinas pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan selaku kelompok kerja (Pokja).
Selain itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan selaku ketua pokja distribusi pangan akan mengkordinasikan guna guna kelancaran arus distrubusi bahan pangan.
“Pemantauan di lapangan, inspeksi mendadak (Sidak) ke pusat-pusat pasar grosir, konsumen dan pergudangan dengan melibatkan konsumen,” katanya.
Selain itu, pihak kepolisian juga dilibatkan untuk dapat memberikan shock therapy kepada pelaku usaha agar tidak membuat spekulasi dan tindakan illegal dengan penimbunan bahan pangan atau menaikkan harga terlalu tinggi.
“Jadi tidak meresahkan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri,” tandasnya.

Tiket KA Ludes Hingga H+7

MEDAN Tiket kereta api untuk berbagai jurusan di Sumut sudah ludes terjual. Padahal, Idul Fitri 1430 H masih 20-an hari lagi, namun tiket untuk H-7 hingga H+7 hanya tersisa 10 persen lagi. “Sejauh ini tiket 90 persen sudah terjual,” kata Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre Sumut, Suhendro Budi Santoso, kepada wartawan koran ini, Minggu (30/8).
Ludesnya tiket itu disebabkan antisipasi berlebihan dari calon penumpang yang khawatir kehabisan tiket. Kondisi ini diperparah kebijakan PT KAI yang membolehkan penumpang memesan tiket sebulan sebelum keberangkatan. Kebijakan ini berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana pemesanan tiket hanya bisa dilakukan seminggu sebelum keberangkatan.
Suhendro bilang, berdasarkan jumlah tiket yang terjual, pihaknya memprediksi pengguna jasa angkutan kereta api pada lebaran kali ini mencapai 12 ribu penumpang. Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya telah menyiapkan 32n lokomotif dan 64 gerbong untuk tujuan Medan-Tanjung Balai-Kisaran-Rantau Prapat-Tebing Tinggi-Pematang Siantar. “Diperdiksikan jumlah penumpang meningkat seribu dari lebaran tahun 2008 yang hanya 11 ribu penumpang,” terangnya.
Dia bilang, ini menunjukkan kereta api masih diminati masyarakat, meski saat ini banyak angkutan darat yang beroperasi. “Kereta api mempunyai jalur sendiri, sehingga ketika mudik masyarakat merasa lebih nyaman untuk menggunakan angkutan jasa transportasi ini, karena terhindar dari kemacetan lalulintas,” tambahnya.
Pihaknya memperkirakan, lonjakan penumpang akan terjadi pada H-7 hingga H+10 mendatang. Sedangkan untuk saat ini arus penumpang di Stasiun Besar Kereta Api masih relatif normal, yakni 300 hingga 400 penumpang per hari. “Sejauh ini masih normal,” bebernya.
Untuk mudik kali ini, kata Hendro, perhatian pihaknya khusus tertuju pada kereta jurusan Medan-Rantau Prapat. Karena berdasar pengalaman sebelumnya, lonjakan penumpang paling tinggi terjadi untuk jurusan ini. “Karena memang lonjakan penumpangnya paling besar,” tambahnya.
Guna mengantisipasi terjadinya gangguan, saat ini pihaknya sudah melakukan service terhadap seluruh kereta dan memeriksa seluruh jalur perlintasan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan. Untuk keamanan sendiri, kata dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menyiagakan dua orang polisi di atas kereta api ditambah Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska). Sementara di stasiun juga disiagakan polisi dan pegawai serta ambulans. “Ini semua kita lakukan untuk kenyamanan penumpang,” tandasnya.
Pantauan dilapangan hingga Minggu (30/8), jumlah penumpang yang ada di Stasiun Besar Medan masih relatif normal. Belum terlihat antrean penumpang yang akan berangkat dari Medan menuju daerah lainnya.

BC Amankan 5 Ton Miras Impor

BELAWAN Lima ton minuman mengandung etil alkohol (MMEA) dengan berbagai merk berhasil diamankan pihak Bea dan Cukai dari Kontainer Nomor Container : PCIU 2739176 /20″ Sarana Pengangkut: MV. Kota Tabah V. TBH301. BC 1.1: 001213 tanggal 27 Juli 2009. Minuman itu, sebahagian menggunakan jalur hijau, sebahagian lagi menggunakan jalur merah yang disembunyikan di antara paket plastik dan tusuk gigi, Senin (31/8).
Dalam paparannya, Ditjen Bea dan Cukai Anwar Supriadi didampingi Direktur Penindakan dan Penyidikan, Thomas Sugijata dan Ka Kanwil DJBC Sumut, Ahmad Riyadi di Kanwil Bea dan Cukai Sumut di Belawan, mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar jangan sekali-kali menyalahi aturan. Aksi ini dengan modus, memberitahuan nama barang yang tidak benar dalam dokumen inward manifest (diberitahukan: 11 package PVC Cable Wire) dengan menggunakan nama importer yang memiliki fasilitas jalur hijau.
Ka Kanwil DJBC Sumut Ahmad Riyadi, mengatakan Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006.
“Mereka berharap, saat pengajuan dokumen pemberitahuan impor barang (PIB) mendapatkan respon jalur hijau, sehingga barang-barang tersebut bisa keluar tanpa dilakukan pemeriksaan fisik barang oleh Bea dan Cukai,” kata Ka Kanwil DJBC Sumut Ahmad Riyadi.
Potensi kerugian negara yang ditimbulkan senilai kurang lebih Rp8 Milyar, dengan tarif Bea Masuk sebesar 150 persen, PPN BM 75 persen, PPN 10 persen, dan PPh 2,5 persen, dan dari pungutan cukai atas MMEA yang berasal dari impor sebesar 1.150 persen .
Barang yang diimpor dari Singapura ini di antaranya bermerk Smirnoff asal Rusia, Bacardi dari Bahamas, Red Label, Black Label, Havana dan lain-lain. Semuanya tergabung sebanyak 1.320 karton, dengan isi masing-masing 12 botol per karton.

Pemprov Sumut Ingin 23 Pilkada Digelar Serentak

MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menginginkan, pemilihan kepala daerah di 23 kabupaten/kota pada tahun 2010 digelar secara serentak. Meski pun masa jabatan bupati dan wali kota tidak berakhir secara bersamaan, pemilihan kepala daerah tetap bisa digelar secara serentak.
Hanya saja, keinginan tersebut bakal tersandung kendala biaya, karena banyak di antara pemerintah kabupaten/kota yang bakal menggelar pemilihan kepala daerah tahun depan, masih belum mempersiapkan anggarannya di tahun 2009 ini.
Menurut Kepala Biro Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Sumut Bukit Tambunan, Pemprov Sumut melihat pilkada secara serentak akan menekan jumlah anggaran pemerintah daerah yang harus dikeluarkan. "Yang pasti kalau digelar serentak, biayanya lebih efisien. Kami sekarang terus mengusahakan, agar pilkada 23 kabupaten/kota di Sumut tahun depan bisa digelar serentak, termasuk mengusulkannya ke Menteri Dalam Negeri," ujar Bukit di Medan akhir pekan lalu.
Bukit mengatakan masa jabatan bupati/wali kota tetap lima tahun, meski pilkadanya digelar serentak. Jadi, kalau ada bupati dan wali kota yang masa jabatannya sampai dengan Desember 2010, daerahnya tetap bisa menggelar pilkada secara bersamaan dengan daerah lain pada Juli atau Agustus 2010. "Hanya saja pelantikan bupati atau wali kota terpilih tetap dilakukan pada Desember 2010," ujar Bukit.
Dia menyatakan , paling lambat pekan depan sudah ada pembicaraan lanjutan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut untuk merealisasikan rencana menggelar pilkada serentak di 23 kabupaten/kota. Pembicaraan ini antara lai n agar Pemprov Sumut memiliki pegangan saat mengusulkan pilkada serentak tersebut ke Departemen Dalam Negeri.
Tahun 2005 silam, pilkada secara serentak digelar di 11 kabupaten/kota di Sumut. Hal tersebut lanjut Bukit karena pelaksanaan pilkada secara langsung baru pertama kali digelar di Sumut. Menurut dia, sangat mungkin pilkada di Sumut yang tahun depan bakal digelar di 23 kabupaten/kota, bisa kembali digelar serentak. "Makanya, kami sekarang sedang mempersiapkan alasan hukumnya agar Departemen Dalam Negeri bisa memberi izin," katanya.

Tersandung anggaran
Namun Ketua KPU Sumut Irham Buana Nasution mengingatkan, meski sangat mungkin pilkada di 23 kabupaten/kota digelar serentak, tetapi belum tentu bisa dilakukan. Dia mengatakan, masih banyak pemkab/pemkot yang belum menganggarkan biaya pilkada dalam APBD tahun 2009 dalam bentuk Perubahan APBD 2009.
Sekarang KPU kabupaten/kota yang harus menggelar pilkada tahun depan, masih disibukan dengan penyusunan anggaran. Beberapa pemerintah kabupaten/kota, malah belum menampung anggaran pilkada tahun depan pada PAPBD 2009. "Padahal dana tersebut sangat dibutuhkan KPU untuk mempersiapkan pilkada tahun depan," ujar Irham.
Menurut Irham, anggaran di APBD 2009 dibutuhkan KPU kabupaten/kota antara lain untuk membentuk badan kelengkapan kerja se perti petugas pemutakhiran data pemilih, panitia pemungutan suara (PPS)) hingga kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). Selain itu, anggaran tersebut kata Irham juga digunakan untuk mempersiapkan daftar pemilih sementara (DPS).
"Sebenarnya jumlahnya tak terlalu besar, tetapi banyak pemerintah kabupaten/kota yang belum menganggarkannya di APBD 2009, sehingga menyulitkan KPU mempersiapkan pilkada secara serentak," katanya.
Dia mengatakan, pilkada serentak memang masih mungkin digelar, terutama di 11 kabupaten/kota yang pada tahun 2005 silam, pilkadanya digelar bersamaan. "Kalau untuk 23 kabupaten/kota memang masih sulit digelar serentak, tetapi yang hampir pasti bisa digelar serentak di 11 kabupaten/kota yang pernah menggelar pilkada secara bersamaan pada 2005 lalu," ujar Irham.






Masjid Hidayatullah, Masjid Multibudaya Saksi Bisu Perjuangan

Ruang induk Masjid Hidayatullah, delapan tiang yang terbuat dari kayu jati tampak kokoh menyanggah atap masjid.

Nampak di bilangan Karet, Jakarta Pusat. Deru mobil tak henti-hentinya terdengar. Orang-orang dengan berpakaian rapih dan berdasi tampak lalu lalang. Dengan terburu-buru mereka menuju gedung-gedung pencakar langit yang berderet di kawasan tersebut.
Siapa mengira di antara gedung-gedung pencakar langit yang terdapat di bilangan Sudirman itu, nampak sebuah siluet yang berbeda. Tidak seperti bangunan di sekitarnya, bangunan tersebut beratap melengkung seperti bangunan khas China, tingginya pun tak setinggi gedung-gedung yang berada di sekitarnya.
Setelah dilihat dari dekat, ternyata bangunan tersebut adalah sebuah masjid yang bernama Hidayatullah. Masjid tersebut termasuk salah satu bangunan tua di Jakarta. Konon, masjid itu dibangun pada tahun 1747, pada tanah seluas 3000 meter yang diwakafkan Muhammad Yusuf, seorang muslim Betawi yang berasal dari Bugis.
Masjid ini rupanya menjadi saksi bisu perjuangan para pahlawan saat melawan penjajah. "Saat penjajahan dulu sering dipakai sebagai tempat mengatur strategi," ujar Abdul Rozak, pengurus harian Masjid Hidayatullah, saat ditemui Kompas.com, Jumat (28/8).
Ia mengatakan dua menara enjulang tinggi di kanan dan kiri pintu masuk masjid dulunya juga dipakai untuk mengintai musuh. Melalui masjid inilah pengiriman senjata ke daerah Karawang dan Cikampek dilakukan.
Bukti lain keterlibatan Masjid Hidayatullah dalam perebutan kemerdekaan adalah ditangkapnya salah seorang pengurus masjid, yaitu H. Saidi yang sempat dibuang ke Digul, sebelum akhirnya dikembalikan ke lingkungan tersebut. Pahlawan Betawi ini meninggal tahun 1950-an dan di makamkan di sekitar masjid.
Tanggal 15 November 1991, masjid itu kembali menjadi saksi bisu perjuangan para warga. Masyarakat berjuang untuk mempertahankan masjid yang semula akan digusur untuk dijadikan perkantoran. Cerita Abdul Rozak, sempat terjadi kekisruhan kala itu. Namun atas seizin-Nya dan perjuangan warga, rencana tersebut batal. Masjid Hidayatullah pun masih berdiri tegak hingga hari ini.

Masjid multibudaya
Rozak menuturkan, Masjid Hidayatullah sebenarnya sudah pernah direnovasi sebanyak tiga kali, yaitu pada tahun 1928, 1948 dan yang terakhir 1993 . Namun renovasi tersebut tidak sampai menghilangkan ciri khas aslinya.
Tampak dari luar Masjid yang sempat akan digusur ini terlihat seperti bangunan khas China, dengan tiga susun atapnya yang melengkung. Kehadiran dua menara yang simetris adalah ciri budaya Hindu yang banyak terdapat di daerah Jawa Tengah.
Namun saat memasuki lingkungan masjid, jamaah dapat merasakan budaya lain. Pintu-pintu dan jendela yang ada menunjukan gaya Betawi. Jendela pada masjid tersebut kayu yang berkisi terbuka dengan tirai setinggi separo jendela. Jendela dengan model itu sering kita jumpai pada rumah tradisional Betawi. Selain itu, pintu yang serba lebar sampai ukuran mawar yang menyatukan delapan tiang penyangganya di dalam masjid, semuanya berciri Betawi.
Menurut Rozak, hal tersebut tidak mengherankan. Pasalnya masjid tersebut dibangun menggunakan dana swadaya masyarakat. Pada saat pembangunannya masyarakat China yang telah membaur dengan warga Betawi ikut ambil bagian.
Kini luas lahan masjid berkurang setengah dari aslinya. Menurut Rozak, hal tersebut disebabkan sebagian lahan yang ada dipergunakan untuk jalan. Namun, karena jumlah Jamaah semakin banyak, pihak masjid memutuskan untuk menambah beberapa ruangan dan tetap mempertahankan bangunan asli.
Di kiri-kanan masjid terdapat puluhan makam yang masih terawat dengan baik. Selain itu terdapat pula pepohonan yang berusia puluhan tahun yang membuat suasana masjid menjadi semakin teduh.

Gerakan Roda Perekonomian
Tak hanya menjadi tempat ibadah, masjid yang dapat menampung 250 orang ini juga menjadi tempat berjual beli. Semula para pedagang berjualan di depan masjid, namun atas usulan dari Sampoerna pedagang-pedagang tersebut pindah ke sebuah tempat yang jaraknya tak jauh dari masjid. "Kantin Masjid Hidayatullah namanya," kata Rozak.
Selain makan dan alat-alat sholat, ada pula pedagang yang menjajakan barang-barang lain. Seperti ikat pinggang, CD, bahkan pisau serba guna. Omset yang didapat pun terbilang bagus.
Seperti yang dikatakan Muhamad Dahlan (35) selama dua jam pedagang ikat pinggang, CD dan kopiah inu, mendapat pemasukan sebanyak Rp 30.000. "Pembelinya yang habis shalat. Kadang banyak, kadang tidak. Tapi rata-rata pemasukan kalau berjualan sewaktu shalat Jumat bisa dapat Rp 30.000," udah pedagang yang sehari-hari berjualan di jembatan penyeberangan Benhil ini.
Banyaknya pedagang juga disambut baik jemaah yang shalat di Masjid Hiyadatullah. Uung (42) salah satunya. Setelah menunaikan shalat Jumat, pria yang sehari-hari bekerja sebagai petugas keamanan ini langsung menghampiri seorang pedagang pisau serbaguna. Tanpa banyak bertanya, ia mengeluarkan selembar uang dari kantongnya dan menukarnya dengan pisau serba guna tersebut. Menurut Uung, pedagang akan bertambah dua kali lipat saat mendekati shalat Jumat. Barang yang mereka jajakan pun beraneka ragam.
Namanya yang sudah melekat di masyarakat pun diabadikan sebagai nama jalan tempat masjid tersebut berada tepatnya berada di Jl Masjid Hidayatullah. Letaknya tak jauh dari Gedung Sampoerna Strategic Square di perempatan Karet.
(sumber:kompas.com)